Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Akulah Sang Guru


__ADS_3

Hari hari semakin cerah buat Neo. Sejak kehadiran Cherly yang hanya sebentar mampir diruang kerjanya yang luas.


Cherly yang berusaha untuk bersikap luwes mencoba mengikuti gaya sang Sekretaris senior tamatan dari negeri Kangguru itu. Namun selalu gagal.


Chers mengkerut mundur dengan menaikkan sebelah alis bermimik heran melihat keangkuhan sang Sekretaris.


Dengan bernada sombong Ivone,Sang sekretaris mengenalkan dirinya sebagai mantan Mahasiswi Cum laud dari sebuah Universitas ternama diluar negeri.


Yang tak membuat Cherly lantas iri.


Karena dia selalu percaya akan diri dan kemampuannya.


Namun Gaya dan Sikap Ivone bukanlah gayanya.


Dan bukan tipenya.


Gaya Angkuh dan memandang orang dengan sebelah mata bukanlah silat alaminya.


Cherly suka bergaul dengan siapa saja. Dia akan membantu mengembalikan spons Cleaning servis yang terjatuh jauh dari tempatnya berdiri. Dan tersenyum pada penjual asongan yang berdiri didepan kantor yang megah itu.


Cherly memikat hampir semua orang dengan kecantikannya yang alami.


Dengan sinar Matanya yang berbinar sa'at berbicara dengan pemuda pengantar jurnal harian kantor. Bahkan sampai mengobrol dengan Bu Saliyem si penjual nasi uduk yang berada diseberang kantor diwarung kecil yang berdinding kain Blacu bekas pamflet sebuah percetakan Sablon amatir dipinggiran jalan.


Sehingga Neo seringkali menggodanya.


"Cherly sayang! Kau jangan terlalu sering mengobrol dengan mereka diluar sana walau dijam istirahat! Aku kuatir kau akan diculik!" Katanya menakut nakuti Cherly.


Cherly akan marah kalau terusik. Atau ada yang mengganggu bakat alaminya itu.


"Ya Sudah! Kalau kau tak suka dengan situasi yang begitu! Pecat saja aku! Habis perkara!" Katanya sambil menghentakkan kakinya kelantai


Sifat kekanakannya akan muncul kalau sedang marah.


Dan Neo akan sangat takut jika Cherly marah.


Bagi Neo tak masalah kalau Cherly menumpahkan Kopi yang akan dihidangkannya diatas meja kerjanya. Cherly memang ceroboh! Dan tak masalah kalau Cherly terlambat Beriefing pagi karena sibuk menata riasannya atau cekakak cekikik ditelepon bersama Grace..Namun Neo takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada Cherly. Neo takut kalau Cherly diculik atau disakiti, Karena orangborang mengetahui kalau Cherly adalah wanita yang sangat spesial bagi Neo.Neo takut seseorang akan menculik Cherly untuk memeras Neo sebagai seorang Pengusaha muda yang menanjak sukses.


Namun sa'at ditegur Si Bunga Lily itu marah marah.


Membuat Neo gemas dan mencubit pipi Cherly Denan lembut. Cherly hanya diam dan merajuk dikursinya. Dengan wajah merengut. Dia memang selalu begitu.Ngambe dan merajuk termasuk Bakat alaminya.


Namun Cherly selalu istimewa.


Dan sifat Cherly yang demikian membuat Ivone sang sekretaris senior itu menilai Cherly tidak profesional. Dan berusaha memberikan kode etik sebagai seorang karyawan yang sebenarnya, Dan serius dalam bertugas. Namun Neo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tapi tak menggubrisnya sama sekali atas keterangan yang diberikan oleh Ivone kepadanya.


Neo sudah sangat bahagia dengan kehadiran Cherly dikantornya.

__ADS_1


Berlalu lalang persis gosokan setrika dan senyam senyum kepada semua karyawan yang memang menyenanginya sebagai seorang karyawati Populer.


Ivone tak suka melihat cara Neo memandang Cherly yang kelewat mesra. Ivone! Dengan rambut sebahunya dengan mata tajamnya yang menatap remeh kepada semua orang


Dan bibir tipisnya dengan sisi tajam. Bagi Cherly seperti burung srigunting Yang suka menggunting didalam lipatan, Sang pengadu dan sombong.


"Ivone! Tolong buat Agenda pertemuan Dengan seorang pengusaha kayu dari Kepulauan Kalimantan itu.


Dia baru tiba kemarin sore ke Jakarta. Dan mungkin pukul 11.00 Wib Nanti kita akan membahas material yang masuk kegudang lewat jalur laut,"Perintah Neo kepada sang sekretaris senior cantik itu.


"Dan Kau! Chers! Dampingi aku, Sa'at pertemuan nanti.":Katanya pada Cherly yang sedang merapikan kukunya dimeja kerjanya.


"Siap pak! " Kata Cherly dengan hormat.


Tik tok tik tok


Tik tok tik tok.


Jam berjalan merangkak melewati lingkaran waktu hari ini.


Cherly mulai mengantuk berat. Tadi malam Banta menangis terus terusan. Badannya memanas. Banta adalah anak yang keras kepala. Mungkin menurun dari sifat Barra.


Kalau mandi dikolam plastik itu tak ingin menyudahi mandinya hampir sela 2 Jam.


Jika disuruh keluar dari kolam Banta Akan menangis sekeras kerasnya. Bagai anak kelinci saat disuruh mandi.


Ruang toilet yang sangat luas itu terletak disudut ruangan bangunan yang besar itu.


Biasanya selalu ramai. dengan karyawan dengan berbagai keperluan.


Baik sekedar untuk buang air Memperbaharui Make up atau Merokok!


Cherly melesat masuk menuju toilet wanita. Membuang air kecilnya dan kemudian membersihkan diri dengan baik. Membuang tampon panty shield yang biasa dipakai sehari hari dan mengganti dengan yang baru.


Cherly merasa lembut dan nyaman.


Kemudian membersihkan wajah, tangan dan kakinya dengan sabun cair khusus yang dibawanya dari rumah.


Dia memasuki ruang rias untuk karyawan perempuan, Yang memiliki pintu yang bersisian dengan arah keluar.


Cherly membuka tas sandangnya yang berukuran sedang.


Mengeluarkan tissue dan mengusap kulitnya yang halus kemudian mengoles wajahnya dengan Skincare face dan mengoles tangan dan kakiny dengan Skin care lidah buaya dan madu yang beraroma lembut dan harum .


Cherly menyapu wajahnya dengan sedikit bedak tabur.


Dan mengoleskan sedikit lipglos kebibirnya yang memerah alami. Dia menatap kearah cermin. Pantulan wajahnya terlihat sangat cantik dan polos

__ADS_1


Dia tetap istimewa walau tanpa make up.


Klik!


Tiba tiba lampu mati dan suasana menjadi samar.


Sekilas Cherly melihat kearah ruangan tempat merokok karyawan pria yang berlapis kaca rayban hitam. Dengan lampu yang masih menyala demikian juga halnya dengan ruangan yang lainnya semua dengan lampu yang hidup.


Mengapa ruang rias ini saja yang mati? Pikir Cherly kesal.


Tiba tiba dia merasa sosok dengan tubuh besar itu menghimpit tubuhnya yang hendak melangkah keluar.


Aroma jantan yang khas bercampur aroma Pinus hutan yang segar dengan sedikit beraroma rokok dari arah wajah sosok gelap yang membungkuk kearah bibir Cherly.


Bagai manuver sigap menuju langsung kesasaran.


Menyambar dan meraup bibir Cherly yang manis dan lembut bagai gulungan es krim vanilla. Menikmati Bibirnya dengan agak kasar seakan tak berhenti oleh waktu, pipi dan bibir Cherly terasa perih. Wajah yang penuh bulu itu mengeluarkan aroma yang sangat khas dan sangat dikenalnya.Tubuh Cherly menegang saat merasa jari sosok yang menyeramkan itu memasukkan tangannya kebelahan Blazernya dengan tak sabar mencari sesuatu yang berharga ditubuh Cherly dan akhirnya menemukannya dan menjamahnya bebas dengan tangannya yang terasa besar dan telapak tangan yang kesat dan kasar.


Cherly meringis menahan sakit saat tangan itu menyentuhnya seakan menemukan suatu mainan yang telah lama menghilang.


Lampu sialan itu tak juga hidup! Cherly Sangat berharap seseorang akan masuk keruangan ini. Kemana Truddie dan Miranda yang brengsek itu! biasanya mereka akan memperbaharui make up-nya tiap dua puluh menit.


Cherly memang takut dan dia merasa tengah bermimpi ketika sosok itu terus mengekplorasi tubuhnya dan mengelus perutnya dan menyusupkan tangannya kearah bokongnya yang padat meremas apa yang tersembunyi dari tubuh Cherly yang tertutupi.


Kancing Blazernya terbuka secara otomatis seakan di buka oleh tangan ajaib yang tak terlihat.


"Sakit..Tolong lepaskan!" Katanya Cherly lirih. Seperti menyadarkan sosok menyeramkan tinggi besar itu dengan dengusan nafasnya yang memburu panas menerpa wajah Cherly yang perih.


Mengelus pipinya yang lembut dengan telapak tangan yang besar dari kegelapan.


Sejenak Cherly tergelagap saat melihat wajah penuh bulu itu menunduk dan menyentuh bibir Cherly sekilas dan kemudian berjalan menuju pintu.


Dan menghilang kesisi gudang disebelah belakang ruang rias. Chers masih tersender ke meja rias bercermin lebar yang terbuat batu pualam hitam lurik.


Mengatur detak jantungnya sendiri.


Lampu itu menyala kembali dan Cherly terbelalak saat melihat keadaan dirinya di cermin!


"Apa ini semua nyata? Siapa sosok menyeramkan dari kegelapan yang sangat ganas itu? Mengapa aku merasa dia seolah olah adalah Barr? Apa aku sudah gila? " Pikir Cherly sambil memperbaiki letak pakaiannya yang bagai orang terserang angin puyuh mematikan.


Dan gelungan rambutnya telah hancur berantakan.


...****************...


"Kau pasti bertanya siapa aku yang sebenarnya! Cherly!


Aku adalah Sang Guru",Bisik lelaki penuh brewok itu pelan.

__ADS_1


__ADS_2