
Hari ini Chers memutuskan untuk pergi ketempat kekampus, Ada yang ingin dilihatnya untuk yang terakhir kalinya.
Rok kulot hitam dengan Blouse hitam putih yang longgar membaut tubuhnya yang mulai berisi.
Pipinya merona tanpa sapuan Blush on, Dan bibirnya terlihat merah dengan sapuan samar lipglos. Rambutnya dikepang dua dan digelung keatas. Tampilannya Jadi mirip Putri Shinyue. Legenda rakyat dari tirai bambu sono.
Sepatu tipis teplek itu membuatnya bebas bergerak tanpa takut terjatuh.
Dan membahayakan kandungannya.
Para Fansnya berlalu lalang menyapanya dan disambutnya dengan anggukan kepala. Dan tersenyum manis dan ramah.
Belum banyak berubah dari dirinya secara keseluruhan.
Cantik, Ramah dan Chic.
Mereka tak tahu keadaan tubuh Cherly yang berubah sesaat lagi. Dan berubah dalam segalanya.
Mood Cherly mudah berubah kini. Terkadang kuat dan terlihat tegar! Namun dilain waktu dia akan jadi pemurung dan terlihat lemah.
Seperti saat ini Cherly sedang melihat sekumpulan anak kecil yang sedang bermain di Taman bermain diseberang jendela kampus yang berseberangan dengan Pendidikan anak anak kecil yang tergabung dalam klub Play group. Cherly tak masalah dengan perutnya yang akan membesar dan menggunung.Dia senang dan ikhlas mengandung anak dari Barra. Walaupun pada akhirnya Barra telah menyakitinya.
Cherly bisa mengambil Cuti jika tak kuat mengikuti kelas. Namun dia akan terus mengikuti kelas sekuatnya kuatnya.
Hingga usia janinnya mendekati kelahiran.Namun rencana berubah. Saat Barra tak lagi meneleponnya dan memberi alasan tentang perlakuannya yang tak pantas.
Cherly Jadi sedih. Mengapa Barra tega mengkhianatinya?
Bukankah Cherly telah berkorban banyak untuk Barra?
Cherly tak akan memberi tahukan kepada siapapun tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Barra.
Dia Masih punya akal sehat dan tak ingin membuat Ayah dan Ibunya terluka dan merasa terbeban Oleh rasa bersalah dengan perjodohan yang awalnya ditentang oleh Cherly.Dan Cherly tak ingin membuat Keluarga Ali Ramadhan menjadi malu.
Dan Cherly tak ingin popularitas dan pamornya sebagai wanita yang hebat jadi hancur dalam waktu yang singkat.
Harga dirinya masih berlaku untuk saat genting ini.
Dan pernikahan yang masih dirahasiakan oleh Cherly.
Cherly berencana akan pergi ke rumah pamannya dikampung ketika bayinya akan lahir.
Dan itu akan dilaluinya saat ini. Ayahnya punya banyak keluarga dan kerabat dekat disana.
Dan Cherly tak ingin bertemu dengan Barra. Dia akan membiarkan Barra berjalan dengan arah yang berlawanan dengan dirinya.
Semakin hari hatinya kian sakit dengan Photo mesra Barra.
Mengapa Barra Setega itu padanya?
__ADS_1
Pertanyaan demi pertanyaan bersilewaran dibenaknya.
Kampusnya kian sunyi.
Truddie dan kawan kawan lainnya sedang tracking kehutan pinggiran kota. Lalu apa yang dilakukannya sendiri disini?
Cherly merasa ingin datang kekampusnya yang penuh kenangan yang indah sebagai saksi atas kejayaannya yang sebentar lagi akan hancur.
Cherly mengelusnya pelan perutnya dengan penuh kasih sayang."Ibu tak akan pernah bisa menyesali atas kehadirannmu disini Nak! Ibu Bahagia walau akhirnya Ayahmu yang mengkhianati kita,"Katanya pelan bagai bisikan burung gereja yang memanggil teman temannya.
Lirih dan bercicit bagai bisikan angin dari jendela.
Dia menyayangi keluarga Ramadhan dan keluarga Pak Jana yang sangat baik padanya.
Membuat Airmatanya mengalir melewati pipinya yang halus.
Dan saat telpon itu berbunyi dari dalam tasnya dengan lemas Cherly melihat layar.
Barra.
Cherly menatap layar itu dengan nanar dan semakin mengabur oleh Airmatanya.
Dia berpura pura kuat namun akhirnya harus bersiap untuk kehilangan sosok yang mulai menyatu dengan hari harinya.
Cherly mengangkat telpon barra.
"Barr, Kita berpisah saja! Aku tak bisa hidup bersama seorang pengkhianat! Dan aku tak akan membuka Aib yang telah kau perbuat bersama dengan wanita itu, Dan aku juga tak akan mengirimkan video apapun untukmu!, Aku berdo'a semoga kau baik baik saja!"Bisiknya seakan tak terdengar.
"Aku yang akan pergi darimu Barr!" Katanya mantap.
Cherly masih terlalu muda Untuk masuk kedalam dunia para orang orang dewasa yang menurutnya sangat rumit dan tak indah.Ada dibagian dunia dewasa itu yang membuatnya bahagia, Namun lebih banyak memberikan kepahitan yang sangat menyakitkan dan tak mampu untuk dilaksanakan sebagai seorang wanita dewasa.
Cherly yang makin terpuruk.
Cherly yang manja.
Cherly yang ceria. Sebentar lagi akan menghilang dan menjadi kenangan dikampus birunya dengan langit yang biru yang indah.
Sang gadis populer itu sebentar lagi Hilang tanpa bentuk.
Alangkah anehnya hidup ini buat Cherly.
"Indra! Jemput aku! Dan antar langsung kerumah Paman Rahmat! Oh iya! Aku sudah musyawarah dengan Papa dan keluarga Ali. Aku akan melahirkan disana,"Katanya. melayani berbagai pertanyaan Indra.
Cherly membuka Bank Onlinenya dan memblokir nomor rekening Barra.
Dia mulai bosan dengan dunia dewasa.
Namun ada yang membuatnya bahagia disini.
__ADS_1
Janinnya yang mulai terasa berkedut dibagian bawah perutnya.
Ajaib! Cherly merasa bermimp! Ada kehidupan yang lain sedang tumbuh didalam dirinya.
Dia akan pergi dan Pasti akan kembali disini setelah semua selesai.
Dia sama sekali tak menyalahkan Ayahnya yang telah menjodohkan dia dengan Barra.
Orang tuanya tak mengetahui sisi gelap Barra dibagian lain dalam hidupnya dimasa yang telah lalu.
Barra Adalah manusia biasa. Dia bebas mencintai siapapun yang dia suka.
Dan Chers berusaha bersikap seperti manusia dewasa pada umumnya.
Dan membiarkan Barra pergi bersama wanita yang sangat dicintainya.
Ini hanyalah suatu takdir dari Tuhan yang harus dilaluinya.
Dia akan hidup bersama anaknya. Entah seperti apa hidupnya kedepannya? Cherly tak ingin memprediksi dengan menggunakan pikirannya yang masih labil.
Dia akan menghidupi anaknya kelak.
Dan tak ingin mengharapkan bantuan dari orang tuanya dan Lainnya'.
Perlahan dia bangkit dari kursinya
Ditempat ini, Dia dipuja dan sanjung. Seolah dunia dalam genggamannya. Dan pria manapun bertekuk lutut kepadanya.
walau sebenarnya yang terjadi pada dirinya adalah kehilangannya dan pengkhianatan.
Pernikahannya yang pada akhirnya membuatnya terjatuh kedalam kelukaan yang tak Terperi.
Dan ini tak terbayangkan sebelumnya olehnya.
Tawa teman temannya seakan terngiang ditelinganya. Dan candaan Truddie cs membuatnya tersenyum ditengah linangan airmata yang jatuh berderai.
sama seperti saat airmata penolakan perjodohan dia dan Barra disaat Ayahnya memintanya untuk menikah.
Nasehat Grace yang mendorongnya agar bisa menjadi seorang wanita yang sangat kuat dan tegar menghadapi kehidupan dewasa.
Dan ternyata semua harus berakhir dengan sangat menyedihkan.
"Selamat tinggal Kampus Biruku! Semoga nanti disaat aku kembali airmata ini telah sirna dan senyuman baru akan tiba, Kau tahu kan? Gadis Populer itu tak pernah mati. Tapi untuk sejenak biarkan Gadis lainnya menduduki tahtaku! Namun Aku berdo'a jangan bernasib seperti kemalangan yang telah menimpaku," Bisiknya lagi.
Dan dengan langkah tegar Chers melangkah keluar melalui kerikil jalanan yang berderak dibawah sepatunya
Bukankah hidup ini seperti material jalanan digunakan dan diambil dari tempat yang sangat jauh dan ketika tiba ditempat tujuannya dipijak dan telantarkan ditengah panas dan hujan.
Sama seperti kehidupan manusia. Dicari dan disayang saat diperlukan dan setelah itu dibuang dan tak dipedulikan.
__ADS_1
Dunia dewasa tidak mudah! Namun Cherly akan terus jadi dewasa dan hidup diantara permasalahan orang dewasa.
Dan menentang hari esok dengan cara yang dewasa.