
Cherly Malas menelepon Barra.
Sejak Barra dengan Malas menjawab telpon darinya. Dengan alasan yang sama sekali masuk akal.
Sedang Pelatihanlah, Sedang tutorial pembelajaran KKG(Kelompok Kerja Guru) Memberikan Pelatihan Olah Raga kepada Anak Anak. Dan Pembekalan Kepada Mahasiswa Pecinta Alam Juga Memberi Pengarahan Kepada Kelompok Mahasiswa Pendaki Gunung. Dan banyak lagi hal lain yang membuat Cherly tak dapat menghubungi Barra.
Ayahnya yang terus terusan menyuruhnya menelepon Barra membuat Cherly merasa kehilangan harga dirinya yang tinggi. Untuk Apa menelepon sang suami yang hanya sehari bersamanya. Lalu meninggalkannya dikala telah melampiaskan keinginannya terhadap tubuh Cherly.
Apa perlu Cherly membuka rahasia yang memalukan ini?
Tidak!
Cherly tak sejahat itu dan Barra yang licik Itu sudah pasti menebaknya. Cherly tak akan melaporkan perbuatan bejatnya kepada Pak Hermawan, Karena Pasti Pak Hermawan akan terluka dan jatuh sakit serta merasa bersalah telah memaksa Cherly menikah dengan Lelaki Jahat itu. itu yang ada dibenak Cherly.
Hhh Sangat aneh dan tak masuk diakalnya Atau orang orang.
Namun Pak Hermawan sangat membanggakan Sang Menantu yang menurutnya sangat kreatif dengan banyaknya tugas yang diembannya sebagai Pengabdi Negara dan mendidik anak Bangsa.
Cherly Hanya bisa mendengus kesal.
Dia mulai melalui hari harinya tanpa Barra dan merasa tugasnya sebagai Istri Barra atas permintaan Sang Ayah telah selesai.
Semua itu telah berlalu bagi cherly. Dia akan tinggal bersama kedua orangtuanya dengan damai.
Dan tak mau melukai dirinya sendiri.
Dengan terus mempertahankan perkawinan yang tidak wajar ini.
Chers tetap melalui hari harinya dengan aktifitasnya yang normal.
Masih Dalam gabungan Gadis Populer.
Tetap dengan Icon Campus yang bersinar. Seakan luka itu terhapus buat selamanya.
Dan tetap menjadi kesayangan sang Ayah.
Kini Chers tak pernah keluar malam atau pergi ke Club bersama teman teman The Popular Girls.
Lebih sering berdiam diri dikamarnya yang nyaman.
Dan tak pernah menelepon Barra Sang Suami.
Pria itu sangatlah licik versi Chers.
Lihat! Barra selalu menelepon Sang Ayah, Pak Hermawan. Seolah olah dia adalah seorang suami yang sangat perhatian kepada istrinya.Membuat Chers ingin muntah melihat kelakuannya.
Telponnya berbunyi. Dengan malas Cherly mengangkat dan menjawab dengan lesu.
"Hai, Trud! Ada apa?" Jawabnya asal.
"Oh my Baby! Kenapa kau tak datang kekampus? Kita kan ada kelas pukul 9 ini Beb, Lagi pula ada kejutan bagus dari kami untukmu!" Jawab Truddie riang, Terdengar ada bisikan dari ponselnya. Mungkin teman temannya ingin Membuat prank bodoh untuknya seperti yang sudah sudah.
"Oh Truddie, Katakan pada Grace untuk membuat signatur kehadiran untukku,Dia Bisa meniru tanda tanganku. Aku Benar benar tak enak badan," Jelasnya dengan nada manja, Seperti biasa dilakukamnya Untuk meluluhkan hati teman temannya dan minta tolong agar dikasihani.
__ADS_1
Dan teman temannya tak bisa menolak suaranya yang persis kucing kecil yang sangat manis.
Truddie! adalah teman yang gigih dan pantang menyerah.
"Oh Ayolah Chers! Kau pastiiii suka kejutannya. Swear deh pasti syukaaaa!" Katanya disambut suitan teman temannya dan ada diantaranya yang menggoda dengan kata kata" Cieeee!"
Cherly mengerutkan kening dengan penasaran. Dengan cepat dia bangkit dari ranjangnya melempar boneka panda Hadiah dari Neo di Velentine days tiga bulan yang lalu. Dengan membersihkan muka seadanya dan memakai terusan coklat susu yang berbahan sutra , dengan belahan leher yang rendah memperlihatkan dadanya yang mulus dan memukau.
Menggelung rambut panjangnya dengan anggun dan memoleskan pelembab dengan Foundation disertai sedikit compact powder tranparant mewajah halusnya .
Kemudian membubuhkan sedikit blush on agar wajahnya terlihat lebih bersinar dan merona.
Dan sentuhan akhir lipglos berwarna pink samar sewarna bibirnya.
Dengan cepat menyambar tas sandangnya dengan terburu buru menyemprotkan sedikit parfum ketubuhnya.
Walau dalam keadaan apapun dia harus terlihat Chic dan fresh.
Setengah berjalan dia memakai sepatu 5 incinya yang mungil berwarna coklat susu mengkilap.
Belum sampai dipintu kamar dia mendengar suara sang Ayah yang menelepon seseorang.
"Oh Barra! Apa kabar....Baik! Oh dia ada dikamar.....Oh jadi Kamu sekarang ada Di Jakarta? Oh....Baiklah...tak Apa apa Barra...Jangan lupa jaga kesehatan....Oh iya...Baiklah...Oh jadi begitu to.. Ok Nak! Selamat ya! ...Iya Hati hati.
Sementara dibelakang Pak Hermawan Cherly mengikuti kata kata itu dengan memonyongkan mulutnya sambil komat kamit lucu menirukan pembicaraan dari telpon yang membuatnya semakin sebal kepada musang berbulu domba itu.
Dan tatkala selesai menelepon Ayahnya menilik Cherly dari atas kebawah sambil tersenyum sumringah! Persis remaja yang sedang jatuh cinta.
" Oh Anak Papa mau kemana?" Tanya Pak Hermawan sambil tersenyum manis. Seperti sa'at menggoda Ibunya zaman dulu mungkin.
"Kampus Pa! Hendra mana?" Tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan.
Hendra Sopir Papanya yang selalu mengantarkannya kekampus akhir akhir ini, Sejak pernikahan konyol ini dimulai.
Kata Ayahnya Wanita yang sudah bersuami tak boleh bepergian sendirian nanti takutnya akan ada fitnah.Begitu Kata Ayahnya.
Jadilah Cherly kembali seperti Anak anak TK dulu diantar sopir kemana mana.
"Cherly! Anak Papa yang paling Cantik! Ada Khabar baik, Barra sedang berada si Jakarta! Dia sedang bertindak sebagai motivator tim pendaki Gunung disebuah kampus swasta di Jakarta. Ahhh Anak itu memang Hebat!" Puji ayahnya dengan hati berbunga bunga, Dan Cherly berani taruhan! Pasti Jantung Ayahnya berdegup kencang seperti memulai kencan pertama dengan Sang Ibu pada zaman Baheula dulu. "Lantas, Apa lagi Pa," Tukas Cherly Malas.
"Aduh Cherly jangan lesu begitu dong! Kalau pun dia tidak sempat mampir menjengukmu Papa cukup bahagia, Dan mengerti dengan jam terbangnya yang padat.," Bela Sang Ayah pada menantunya yang kurang ajar menurut Cherly.
"Weleh weleh Siapa juga yang lesu karena Barra tak menjenguk! Yee, Gak perlu banget deh," Katanya dalam hati.
Lagian kalau Barra mau menyempatkan diri buat mampir kerumahnya pasti bisa . Tapi memang itikad buruk lelaki itu hanya memanas manasi Cherly saja Pikir Cherly lagi dengan wajah kian masam.
Membuat Moodnya bertambah buruk. Ibunya datang dari arah dalam dan menyodorkan segelas sereal Gandum dan yoghurt buat Cherly.
"Diminum dulu Chers! Nanti kamu memakan makanan yang tidak sehat dikampus," Kata sang Ibu sambil menatap Anaknya dengan wajah bangga.
"Terima kasih Ma!" Jawab Cherly dan menghabiskan sereal itu dengan terburu buru.
"Aduh! Lipgloss Chers jadi habis deh," Kata Cherly dengan manja kepada Sang Ibu.
__ADS_1
" Tanpa Lipglosspun bibir anak mama tetap indah kok," Tukas Ibunya tersenyum sambil membelai pipi mulus Chers dengan rasa sayang dan kekaguman.
Cherly mencim Pipi Kedua orangtuanya dan berpamitan pergi .
Setibanya diluar memanggil Hendra yang datang dengan sigap, Cherly duduk dengan gelisah takut teman temannya terlalu lama menunggu. Hendra menghidupkan mesin mobil dan melaju beberapa sa'at kemudian
...****************...
"Hai, My White Dove, Apa khabarmu sayang?" Bisik suara disampingnya dengan mesra.Tangan yang menyusur dibahunya terasa membelai pelan.
Cherly merasa wajahnya memanas dan serasa tak percaya dengan kehadiran pemuda yang kini tengah menatapnya dengan penuh kerinduan.
Neo!
"Ka. ka.mu! Kapan tiba, Neo?" Katanya pelan hampir berbisik.
Neo tersenyum mesra kepada Cherly Dan menyibak untaian rambutnya yang jatuh disamping gelungan menjuntai dilehernya yang jenjang dan mulus itu.
"Aku bisa disisimu Kapan pun rinduku datang My Baby," Bisiknya Mesra ditelinga Cherly.
Dan disa'at paling adengan paling romantis itu berlangsung para fans Kampusnya bersuit suit ramai dan menggoda pasangan yang tampak bagai pinang dibelah dua itu.
Perbedaannya hanya jenis kelamin mereka yang berbeda.
Tampan kebangetan dan cantik kebangetan.
Riuh rendah para pendukung pasangan yang serasi itu terganggu.
Sa'at serombongan Mahasiswa pencinta Alam melewati lokasi pasangan romantis itu yang sedang saling memandang satu dengan yang lain dengan mesra seakan dunia milik berdua, Sementara manusia lain hanya mengontrak saja
Para siswa yang berpakaian pendaki dengan scraf dikepala mereka terlihat serius mendengarkan instruktur mereka yang sedang memberi Pengarahan. kedatangan mereka mengalihkan perhatian para fans kearah rombongan kecil itu.
" Hei Grace, Lihat deh! Instruktur itu keren banget ya! Mirip sultan sultan timur tengah deh,Wadduhh matanya! , Jenggot tipisnya dan ohhhh Aroma Jantannya yang maskulinnn, Oohhhh," Kata Truddie Kesengsem sendiri dengan bertingkah aneh sendirian seperti orang yang tengah Mastu*basi, Namun Grace terlihat tak peduli . Dengan kesal Truddie menggamit lengan Grace yang sedang sibuk dengan ponselnya hendak mengabadikan moment pasangan romantis sang teman.
"Dewasa dan Jantan!" Katanya lagi dengan gaya Bucin para remaja yang tengah merebak.
Dan Instruktur dengan tak sengaja melihat kearah Cherly yang tengah berpose teramat amat manis dengan sang kekasih pujaan, Neo!
Tik tok tik tok tik tok!
Entah apa yang menggerakkan mata Cherly kedepannya yang hanya berjarak dua meter darinya.
Dan bagai melihat pocong berjalan ditengah hari,
Mata indahnya terlihat membelalak sempurna melihat kearah instruktur itu dengan tubuhnya yang tiba tiba dingin seakan berada didalam lemari pendingin.
Barra!
Menatap sekilas dan berlalu seolah olah tak melihat dia dan Neo.
Terus melanjutkan arahannya kepada para Mahasiswa Mahasiswa itu.
Dan Dunia seakan berjalan terlalu cepat
__ADS_1