
Cherly Turun didepan rumahnya sepulangnya dari kampus. Dan berpamitan kepada Neo yang berjanji bahwa besok akan menjemputnya. Mereka akan pergi kegalery Seni yang menyuguhkan pameran pertengahan tahun yang sangat megah.
Dan akan memperkenalkan Cherly kepada keluarganya.
Namun Cherly tak memberi Jawaban yang pasti. Cher ingin langsung pulang dengan kepala yang terasa sakit.
Diantar Oleh Truddie beserta Grace dengan mini Van yang unik.
Mobil ini didesain dengan lucu, Pendek dan tumpul pada bagian depan dengan lampu sen yang berbentuk mata Anime.Tiap kali nebeng dimobil Truddie, Chers pasti dalam keadaan mood yang baik, Dia akan bernyanyi nyanyi mengikuti irama musik dari stereo mini Truddie dengan gerakan yang santai. Menggoyang goyangkan kepalanya tanpa beban.
Tapi kali ini Chers tampak lesu dan gelisah.
Ajakan Neo untuk ikut dengannya dan menikah dicatatan sipil disebuah Negara Bagian Australia membuatnya makin pusing.
Neo sangat mencintainya dan seakan akan gila! Jika Cherly menolak ajakan lamaran yang lebih mirip seperti sebuah paksaan.
Ditambah ketakutan yang terus menghantuinya sa'at bertemu Barra dikampusnya. Dengan keadaan sedang berdua dengan gaya yang sangat romatis.
Bagaimana kalau Barra memberitahukannya tentang ini kepada Ayahnya yang sangat tidak menyetujui hubungannya dengan Neo.
Chers terngiang ucapan sang Ayah Pertama kali saat pulang diantar oleh Neo diawal hubungan mereka .
Bahkan sang Ayah tak bisa menyebut nama Neo dengan benar. Dan membuat Chers tersenyum sendiri.
"Papa benar benar tidak suka kamu berhubungan dengan Suneo itu Cherly," Kata Ayahnya saat bertemu Neo pertamakali.
Lantas kalau Neo adalah Tsuneo seperti yang ada didalam suatu tokoh kartun populer itu, Maka Barra si Menantu kesayangan itu adalah Takeshi Alias Giant, Si Pemaksa yang suka menindas orang.
Dan Dia adalah Shizuka yang diperebutkan oleh para lelaki yang malah menikah dengan Si Payah Pemalas dan Bodoh Nobita, Seperti teman kampusnya Bono, Yang masuk seminggu dalam satu kali. Dengan signature kehadiran buruk dan Nilai semester berbentuk Sisir. Alias E. Namun dengan keadaannya yang sekarang dia mungkin lebih memilih Bono, Pasti hubungan mereka jauh dari gossip dan kejaran pers Kampus. Karena Bono bukan Neo. Yang punya pamor dan famous. Dan Bono Bukan Sang Penindas seperti Barra.
Namun sialnya dia telah menikah dengan Si Giant...Eh.. Barra!
Dan sekarang dengan langkah ragu Cherly memasuki pintu rumah yang masih terbuka seakan tahu Cherly akan pulang pukul 17. 00 Sore. seperti kebiasaan baiknya. Kala tidak sedang pergi bersama Neo dan teman teman dekatnya. Yang tergabung pada sebuah Club' Populer yang sering mengadakan pesta dari rumah kerumah teman-temannya.
Cherly tumbuh menjadi Bintang diantara mereka. Dengan keluarganya yang berada dari latar keluarganya yang berkecukupan dan dapat mengimbangi mereka. Mantan perwira menengah TNI yang berasal dari garis keturunan yang berada sejak dahulu dari Nenek dan kakek Cherly sebagai Tuan Tanah yang tak bisa dianggap kecil.
__ADS_1
Seperti raut wajah malaikatnya. Dia sudah bahagia sejak terlahir kedunia.
Dengan Jabatan sang Ayah yang lumayan tinggi. Dan keluarga yang berada digaris rata rata.
Membuat Cherly seringkali bertingkah bagai putri raja! Dengan segala tingkah polahnya yang sering menentang aturan keluarga.
Rania Berbeda dari si Bungsu. Rania yang pendiam berwajah manis walau tak secantik Chers. Pendiam, Cerdas dan anak rumahan.
Rania tak pernah cemburu kalau Chers selalu menjadi pusat perhatian orang orang disekeliling mereka. Karena Rania tahu Chers sangat lemah dibalik sifat cerianya. Dia bahkan tak bisa melempar sebongkah batu terhadap anjing kecil yang baru lahir mengejarnya sa'at membeli Es krim diperempatan jalan rumah mereka.
Dan dia akan menangis tak bisa mengerjakan PR berhitung yang bisa dikerjakan anak seusianya dalam hitungan sepuluh menit.
Rania mengelus dadanya sa'at Chers dinikahi oleh Barra yang dianggap dapat melindungi dan menyanyangi adik perempuannya dengan sangat baik.
Chers yang lemah dengan mulut cerewet menutupi kekurangannya.
Mungkin menurut semua orang Chers adalah gadis yang sempurna. Walau keadaannya tidaklah demikian.
Dan sekarang Chers melangkah memasuki rumahnya yang tampak sepi. Tiba tiba langkahnya terhenti sa'at sang Ayah muncul dideoannya dengan kaos oblong putih dan sarung yang menutupi hingga mata kaki mantan Anggota TNI yang yang bertubuh kekar diusianya yang menginjak 55 tahun.
"Cherly anak Papa! Baru pulang sayang?" Katanya dengan penuh rasa sayang.
"Iya Pa!" Sahut Cherly dengan senyum yang dibuat manis, Walau mirip ringisan.
"Oh Ada khabar baik, Mungkin Barra akan kembali ketempat bertugasnya lusa, Ada sesuatu urusan yang hendak diselesaikannya esok dikantor Dinas Pendidikan Kota. Jadi dia berencana untuk beristirahat dirumahnya! Dan dia juga akan menjemputmu kemari sebentar lagi, Kalau dipikir pikir itu wajar to, Bertemu istrinya yang bisa menemaninya walau dalam waktu yang singkat, Menyiapkan segala keperluannya dalam menjalankan tugas negara, Itu kan seauatu hal yang sangat mulia Nak! Lagi pula kalian kan masih pengantin baru, Perlu saling mengenal lagi lebih dekat," Kata Ayahnya panjang lebar.
Membuat Cherly mengangga.
Dengan mata membulat.
"Apa? Barra Menjemput kemari? Oh tidak perlu Pa! Cherly mau kerumah Barra bersama Truddie, Kebetulan Truddie juga ingin mengenal suami Chers, Nanti pukul Truddie akan datang ketika Chers selesai berkemas membawa beberapa stel pakaian yang akan dibawa kerumah Barra." Sambung Cher dengan cepat.
Dia harus menghindar secepatnya, Dia sangat takut Pada kilatan dimata Barra sa'at melihatnya dikampus tadi.
Lelaki itu pasti akan membuat perhitungan dengan dirinya.
__ADS_1
Dia mulai tahu sedikit tentang sifat Barra yang pemarah dan menyeramkan jika melihat suatu kesalahan yang dilakukan orang terhadapnya.
Chers tak ingin pipinya yang mulus dengan rahangnya yang lembut ini patah karena cengkeraman tangan Barra yang kuat bagai pitingan baja.
Dia lebih suka Barra menceraikannya dan dia berjanji jadi anak yang penurut dan mendengarkan semua perintah sang Ayah.
Ayahnya terlihat berpikir sejenak.
"Lagi pula Barra capai Pa! Kan lebih baik Chers pergi sendiri kerumah Barra, Kan ada Truddie yang mengantar dengan sopirnya." Sambung gadis ini lagi dengan suara bernada rayuan.
Akhirnya orangtua itu tersenyum dan mengangguk angguk tanda mengerti.Membuat Chers bersorak kegirangan didalam hati.
Cepat cepat Chers masuk kedalam kamarnya seolah olah berkemas.
Dan menelepon Truddie dengan suara separuh berbisik.
"Trud! Cepat jemput aku kerumahku sekarang! Keadaan sedang genting. Aku mau kita Bersembunyi diKlub, Nanti malam aku akan menginap dirumahmu! Oh Jangan!Jangan beritahu Neo! Aku hanya ingin kita pergi berdua saja. Nanti kalau Neo ikut, Masalah akan bertamabah melebar kemana mana," Bisiknya Lagi sambil melemparkan Ponselnya keranjang.
Bagai layar Reply, Disebuah adengan film.
Cher mandi dengan cepat dan mengganti pakaiannya dengan cepat. Gaun merah maroon selutut tanpa lengan dan berpotongan leher rendah memperlihatkan setengah dada dan punggung terbuka yang terhalang rambut panjang lurusnya yang diatur rapi dengan jepit kecil berkilau disisi kedua pelipisnya.
Dengan cepat membubuhkan sedikit Make up kewajahnya.
Dengan Lipstik yang berwarna jingga.
Cherly terlihat dewasa dari usianya yang sebenarnya.
Saat semua sudah siap. Dengan tepat waktu Klakson mobil Truddie terdengar memanggilnya dengan dua kali bunyi sebagai kode kedatangan sang teman.
Cherly masuk kekamar orangtuanya dan berpamitan dengan wajah yang berpura pura ceria.
Seperti wajah kedua Ayah Bundanya yang ceria disore hari ini.
Berharap Putrinya dan Barra dapat menjadi sebuah keluarga yang berbahagia seperti mereka.
__ADS_1
Dan memberi beberapa Briefing dan wejangan buat Cherly.
Setelah semua siap Cherly melesat keluar rumah yang terasa melayang dibawah kakinya, Naik kemobil Truddie. Dan melesat bagai anak panah.