Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Biarkan Aku Pergi


__ADS_3

Bus besar yang bertuliskan Thermo King dengan Mesin Merzedez Benz dengan kapasitas king Benz. Memasuki suatu kawasan Kabupaten yang telah memakan waktu 2 hari perjalanan. Dengan mengendarai Bus raksasa itu.


Bus yang sangat bagus dan Super King itu melaju mirip Big Caravan yang melaju dengan sedang di jalan raya yang menakjubkan dan lurus bagai Jalur garis tanpa ujung.


Chers tidak kesulitan saat Berkendara didalam Bus besar itu. Chers merasa leluasa untuk beristirahat dan berjalan beraktifitas seperti didalam kamar sendiri.


Dia akan menyetel jok besar penumpang yang berfungsi sebagai tempat untuk duduk, Menyandarkan kepalanya dan sekaligus sebagai tempat tidurnya.layaknya ranjang berukuran kecil lengkap bersama selimut dan bantal beserta guling yang memang telah dibawanya dari rumah.


Dia Akan makan saat waktu makan dan beristirahat diwaktu yang sama seperti saat berada di rumah.


Sawah sawah penduduk yang membentang bagai hamparan permadani hijau memanjakan matanya hampir disepanjang jalan menuju desa asal dan tempat kelahiran Sang Ayah, Pak Hermawan.


Dan Kini calon anaknya juga akan dilahirkan di tempat yang sama dengan sang Ayah.


Ayah dan ibunya beserta keluarga Ali Ramdhan akan tiba disaat memasuki bulan kesembilan kandungan Cherly.


Rosita dan Ibunya pada Awalnya sangat khawatir dengan kondisi kandungan Cherly. Mereka berencana untuk mengantarkan Cherly hingga ketujuan namun dengan spontan Cherly menolak.


Karena Cherly merasa kandungannya baik baik saja dan dia bisa menjalani aktifitas normalnya sehari hari.


Dan memang benar adanya, Kandungannya tak bermasalah didalam perjalanan ini.


Seakan akan Janinya yang didalam rahimnya mengerti bahwa Ibunya dalam menuju proses kearah dunia orang Dewasa.


Cherly menutup kakinya yang berselonjor santai itu dengan selimut bergarisnya yang lembut.


Dengan mendengarkan musik lewat headsetnya yang mengalun dengan lembut.


Ingatannya melayang-layang menuju sesuatu kenangan yang indah sa'at bersama dengan Barra. Tatapan Barra yang melembut saat mengelus perutnya yang rata.Dan suara beratnya saat menegurnya saat melakukan kesalahan-kesalahan kecil.


Dan Tawa Barra yang khas dengan lekukan dipipinya diantara garis rahang yang kuat dipenuhi bulu bulu halus pipi dan dagunya yang kasar bekas cukuran yang baru tumbuh.


Airmata Cherly hampir menghambur keluar dari manik matanya. Namun dengan cepat tertarik kembali sa'at Bayangan photo Barra dengan gadis berambut pendek itu melintas sekilas.


Cherly benci mengingat semua tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Barra.


Barra telah mengingkari ikrar dan janji pernikahan mereka yang sejak awal memang sudah membuat Cherly ragu.Barra Adalah pria yang kasar dan berangasan! Pendiam dan konservatif.


Namun Seorang petualang didalam sesi percintaannya yang klasik. Barra bagai gunung Es yang menyimpan Api didasarnya. Menghangatkan dan membakar para wanita yang berada didekatnya. Mengapa Barra tak pernah merasa puas dengan satu wanita saja?


Dan seakan akan tak menghargai Cherly yang kini sudah menjadi bagian penting dari kehidupannya?

__ADS_1


Cherly menarik nafas dalam-dalam dan teringat akan Neo. Yang masih selalu berusaha untuk menghubungi dirinya dengan berbagai cara. Selalu mencari informasi tentang Cherly lewat teman temannya.


Neo yang Sangat mencintainya dalam waktu yang lama dan dalam perasaannya yang tak terbatas.


Neo dengan segala rencana rencananya yang telah tersusun dengan sempurna yang akhirnya dikhianatinya dengan menerima pernikahan yang kini membuat Cherly terluka.


Neo!


Adalah sebait kidung malam yang indah di dalam alunan sirene dari Padang yang luas yang suaranya mulai lenyap sa'at hujan menyapa.


Neo adalah masa lalunya yang pada akhirnya terkhianati oleh takdir yang telah memisahkan cinta mereka.


Dan kini Cherly merasa memetik sebuah karma atas apa yang telah diperbuatnya terhadap Neo.


Neo yang selalu menjaga kehormatannya.


Neo yang selalu berusaha untuk setia.


Neo yang menempatkan Cherly disudut hatinya yang terdalam. Namun Cherly telah membuat komitmen yang salah dengan menikah bersama pria yang sama sekali tak menghargainya.


Cherly meringis pelan menahan sakit dari dalam hatinya yang terdalam. Namun dia yakin, Secercah harapan masih tertinggal Disini. Didalam rahimnya yang mengandung kehidupan lain yang akan merubah segalanya. Entah itu seperti apa! Hanya cetak biru Tuhan yang mengatur segalanya.


...****************...


"Aduh! Cherly! Kok datang sendiri sih sayang! Gimana sih Anita! Mengapa Gadis secantik ini dia biarkan dalam menempuh perjalanan sejauh ini seorang diri! Lalu suamimu yang bernama Barra itu kok tidak ikut!" Sambut Bibi Erni,Kakak dari Ayah Cherly, Pak Hermawan.


"Kamu bertanya satu satu dong Bu! Bagaimana Cherly harus menjawabnya, Pertanyaan yang sangat beruntun itu!" Kata Pak Sadlan suami Bibi Erni sambil tersenyum kearah Cherly .


Keluarga ini menyambutnya dengan penuh sukacita, Sejak tiga tahun yang lalu kedatangan Cherly dan orang tuanya datang berkunjung sambil berziarah ke makam kakek dan neneknya.


Pak Hermawan Ayah Cherly sangat dikenal didaerah ini.Pak Hermawan adalah sosok yang terkenal sebagai Tuan Tanah yang sangat dermawan.


Pemilik rumah kuno peninggalan Pak Mulawarman tua. Sebagai Seseorang Sesepuh Kota Kecamatan yang masih berbasis Kampung yang ramai , Terletak diantara Jalan Lintas Kabupaten yang berpenduduk ramai.


Pak Hermawan Adalah contoh Aparatur Negara yang kreatif dan cerdas dalam mengatur manajemen keuangan didalam Keluarganya dari sejak masa kedinasannya hingga menjelang Pensiun.


Sedangkan Istrinya Anita adalah wanita pendiam yang sangat hemat dan cerdik menyiasati keuangan keluarganya


Sehingga gaji dan Uang Ekstra yang didapat Pak Hermawan dari Usaha Pertanian dan perkebunannya yang selalu melimpah itu ditabung. Dan disimpan menjadi investasi dimasa tua. Serta pendidikan anak anaknya nyangbtelah dipersiapkan Sejak jauh jauh hari.


Dikampung Sentausa Indah ini Pak Hermawan memiliki Beberapa Bidang tanah pertanian yang luas, Dikelola oleh Suami Bibi Erni dan sanak saudara Pak Hermawan yang lain.

__ADS_1


Dan rumah Panggung besar yang beratap Jerami Dengan desain khas Rumah daerah Sumatera itu mempunyai Lima bubungan Atap yang berbentuk limas dan meruncing dibagian atas layar Atap.


Dengan Kolong rumah yang lebar berlantai kayu Meranti yang sangat mahal dicat sewarna kayu hitam hutan.


Kolong rumah itu dijadikan Garasi yang dapat memuat Lima mobil sekaligus. Dan sebagai tempat kegiatan keluarga.


Menumbuk padi dan melepas bulir padi dan bungkil Jagung dalam jumlah yang sangat banyak.


Beratus ratus kwintal dan bahkan ribuan kwintal dari hasil ladang Pak Hermawan.


Dirumah besar itu ditinggali oleh Keluarga Bibi Erni dan Om Manta Adik Pak Hermawan yang berprofesi sebagai seorang Polisi, Bibinya punya 6 orang Anak. Tiga orang diantaranya telah menikah.


Dan tiga orang lagi masih menempuh pendidikan dikota.


Sedangkan Om Isnanta atau Om Manta. Memiliki 4 orang anak yang semuanya sedang menempuh pendidikan dikota.


Bagi Keluarga Pak Mulawarman Kakek Cherly.


Ketiga anak-anaknya harus semua berkumpul dirumah Panggung besar Peninggalannya. Sebagai tempat silaturahmi dan bermusyawarah keluarga.


Rumah Panggung itu sebagai tempat pemersatu.


Walau Pak Hermawan,Ni Erni dan Om Manta sudah memiliki rumah mereka masing-masing, Mereka selalu berkumpul dirumah Panggung dan memiliki ruang masing masing keluarga.


Dirumah Panggung Bubungan Lima yang memiliki Tujuh kamar . Dari Anggota Keluarga sedarah keluarga Cherly.


"Cher! Jangan Bicara apa apa! Kamu sebaiknya beristirahat dikamar depan Nak! Wajahmu sangat pucat! " Saran Pak Sadlan Bijak. Dengan cepat Pak Sukarman dan Bu Elly sanak keluarga mereka yang tinggal dirumah bawah datang bersama anak anaknya dan mengangkat barang barangnya kedalam rumah.


Sedang Bibi Erni menuntunnya memasuki Bilik Utama dan memijat minat Tengkuk Cherly.


Cherly menatap sang Bibi yang sedang mengelus tengkuknya pelan. Dan Berkata.


"Cherly! Mengapa Barra membiarkanmu pergi sendirian dalam keadaan yang hamil muda begini?" Katanya tak habis pikir.


Cherly hanya Bungkam!


Banyak yang ingin dia katakan kelak kepada sang Bibi. Tentang mimpi mimpi yang tak seindah kenyataannya.


Cherly tiba tiba memeluk sang Bibi. Dan menangis dengan pilu. Bibinya sangat terpukul saat melihat airmata gadis kesayangan keluarga mereka itu mengalir.


"Ada apa dengan Bunga mawar yang cantik ini?"Desah Sang Bibi dengan pelan sambil mengelus pundak keponakannya dengan Iba.

__ADS_1


__ADS_2