
Dan Akhirnya, Pernikahan itupun berjalan secara mendadak dan terlaksana dimalam itu juga. Ayah Maya dan Ibunya diikuti oleh tiga orang saudara dekatnya ikut menghadiri dan datang secara tiba tiba.Dengan pernikahan dadakan ini.
Mengapa selalu begini?
Pernikahannya dengan Cherly atau dengan Maya memang sama sama mendadak! Namun memiliki arti yang sangat berbeda. Dihati Barra dan Ali Ramadhan.
Saat dengan suara bergetar Barra mengucap Ijab Kabul!
"Kuterima nikah Maya Anggela Binti Budhi Arya menjadi istriku dengan mahar seperangkat alat Sholat dibayar tunai,"Jawabnya mengikut peryataan Tuan Kadi dari kecamatan disaksikan oleh Ali Ramadhan dengan wajah yang datar.
Di Balai desa yang besar dan ramai, Disaksikan langsung oleh pemuka masyarakat dan tokoh adat, Dan disambut dengan hangat dan antusias oleh seluruh warga Masyarakat desa, baik yang berasal dari desa itu sendiri atau desa sebelah yang tahu tentang sebuah affair yang sangat serasi dan merupakan partner kerja yang sangat sinkron antara satu dengan yang lain.
Barra Malik Ramadhan dan Dr Maya Anggela.
Dan sambutan yang antusias itu menciptakan mendung kelabu dihati Sang Pengantin Pria.
Disisi Sang Istri yang tersenyum sumringah penuh harapan dihari depan.
Ali Ramadhan melihat flash Back dunia pernikahan Barra yang kedua kalinya, Dulu sa'at Pernikahan bersama Cherly Mereka berdua saling memunggungi satu dengan yang lain.
Cherly yang menangis dan Barra yang berwajah datar persis wajah Ali Ramadhan sa'at ini.
Dan Akhirnya Pernikahan itu menimbulkan percikan Api cinta yang membakar mereka berdua.
Cherly dan Barra melewati Pernikahan yang terpaksa itu menjadi Suatu berkah yang menghasilkan benih kehidupan yang baru yang kini bersemanyam dirahim Cherly.
Saat ini. Dimana Sang suami telah membuka lembaran baru dengan wanita yang lain.
Ali Ramadhan tak bergeming sa'at kedua mempelai menyimpuh diharibaan Sang Kakak.
Dan Ali Ramadhan tak berkata banyak saat mobil jemputan datang menyambutnya didepan Balai desa yang menjadi saksi atas pernikahan sang Adik.
Barra menatap kepergian sang kakak dengan pandangan kosong!
Barra yang pendiam dan banyak menyimpan penyesalan buang tak kunjung habis.
Dulu Kakaknya Ali Ramadhan yang telah memintanya dengan tulus untuk menikahi seorang wanita cantik yang sama sekali tak menarik hatinya.Namun kini Kakaknya Ali Ramadhan juga yang menyuruhnya untuk menikahi Maya! Sa'at menyaksikan sang Adik tengah bermesraan dengan Maya dirumahnya.
Dan Ali tak mau tahu apa yang tersimpan dihati Barra.
Barra yang mencintai Cherly dan bersiap-siap untuk pergi dari hubungannya dengan Maya.
Ternyata permasalahan itu tak sesederhana yang dipikir oleh Barra.
Ali Ramadhan memandangi Sang adik dari balik kaca mobilnya yang gelap dan terlindung Ray-Ban . Ditambah kegelapan malam yang serasa semakin kelam dihati mereka berdua.
Dengan Airmata yang meleleh dipipinya yang mulai menua.
Adiknya yang sangat penting untuk dirinya dan menjaga Amanah dari sang Ayah. Untuk menjaga Barra.
__ADS_1
Namun kini Ali sudah memutuskan silaturahmi itu karena kesalahan yang sangat fatal yang dilakukan oleh Barra.
Dan Barra sendiri menatap mobil sang kakak yang semakin menjauh.
Sukmanya terasa terbang mengikuti kendaraan sang kakak berjalan tanpa wujud ikut menyertai laju mobil itu .
Ali yang tidak pernah memarahi dirinya.
Saat melihat Barra pertama kalinya merokok didekat kandang ayam dibelakang rumah. Dan malah ikut mengajari cara memegang rokok yang keren agar menarik lawan jenis.
Barra yang pemalu hanya menunduk tersipu sa'at itu.
Ali juga tak memarahi Barra sa'at membawa Zheba kerumahnya kostnya, Dan bercinta dengan panas dikamar kost tersebut.nAli hanya menyarankan agar Barra berhati hati dan mencoba menasehati adiknya agar jangan terlalu mempercayai wanita seperti Zheba yang dapat diajak naik keperaduannya.
Walau Ali tak merestui hubungan antara Zheba dan Barra.
Ali selalu mengagumi Barra, Dan menyanyangi Adik lelakinya itu lebih dari anak anaknya sendiri.
Ali yang menjaga Barra sa'at sakit dan memancing bersama saat Barra libur.
Mereka bercengkrama berdua dan bermain catur dengan seru, Barra akan berteriak saat Sang kakak berlaku curang, Dan Rosita Sang kakak ipar yang selalu berada difihak Barra.
Rosita Akan membela Barra mata matian saat Barra terlubat perkelahian dengan teman temannya saat dibangku SMA.
Dan Bersikeras diruang dewan Guru Bahwa Adiknya Barra tak bersalah.
Barra menangis, Suatu hal yang belum pernah dilakukannya .
Walaupun sa'at Zheba meninggalkan dirinya, Dan berkhianat kepadanya.
Kabut itu kian menebal diruangan yang semakin ramai dengan acara jedda Snack dan makan malam dengan berbagai hidangan yang disajikan dalam bentuk yang unik dan menarik. Namun sama sekali tak membuat Barra berselera untuk menyantapnya barang secuilpun.
Nafasnya terasa sesak dan kakinya terasa meringan seakan seperti terbang.
Tanpa sadar Barra melorot turun dengan tubuh besar nya yang masih mengenakan kemeja putih lengan panjang itu.
yang kini menjadi basah dibagian depannya.
Suasana berubah geger.
Para Ibu ibu menjerit dan terpekik panik.
Barra tak sadarkan diri! Saat digotong dengan cepat oleh perangkat desa dan sanak Keluarga Pak kepala desa Zulqarnain kedalam ruang dalam. Dan janur kuning diBalai desa yang dihias dengan sangat indah itu.
Seakan menjadi dingin dengan kesiur angin yang berbisik lemah memanggil sang hujan.
Agar segera turun membasahi jiwa yang resah.
Maya yang mengenakan kebaya pengantin putih dengan kain batik tulis wiron yang halus itu terlihat sangat cantik namun dengan wajah resah saat melihat kearah Suaminya yang terbaring dengan wajah memucat.
__ADS_1
Barra berharap mimpi buruknya ini segera berlalu dan Barra berharap tak akan terbangun lagi.
Barra yang gagah.
Barra kreatif.
Barra yang cerdas.
Barra yang Atletis.
Barra Sang jagoan.
Barra yang diplomatis dalam tugasnya.
Barra yang dicintai oleh siswa siswanya mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah Atas.
Barra sang penakluk Everest saat tergabung dalam Gentala.
Gerakan pemuda Pecinta Alam Negeri.
Dan Barra yang mendapat banyak lencana dan penghargaan dari Kementerian dinas Pendidikan dan Olah raga.Dan Barra yang paling terhebat.
Dengan sekejab hancur lebur bagai istana pasir megah yang dilamun Ombak.
Kini terkapar tak berdaya dengan butiran air yang masih menetes dari sudut matanya.
Mengalir merambat turun dari Cambang dan bekas cukuran yang sangat disukai Istrinya Cherly!
Mengelus dan mengusap pipi sang suami dan menciumnya dengan gemas dan kemudian terpekik saat rambut kasar yang baru tumbuh itu melukai pipinya yang putih dan lembut itu.
Cherly! Cherly! Cherly!
Nama itu terdengar lirih dari bibir Barra.
Membuat Maya terdiam terpaku disisi dipan pengantinnya.
Dengan menggigit bibirnya hingga terasa perih.
Cherly!
Cherly!
Cherly!
Maya menutup matanya dan menutup telinganya dengan kedua telapak tangannya.
Air matanya yang sejak tadi menggenang turun meluncur satu satu kepipinya .
Mengapa mencintai Barra begitu menyakitkan?
__ADS_1