Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Bias Hijau Dari Lereng Gunung.


__ADS_3

Barra membaca selembar jurnal pagi yang dibawanya dari pasar, Sambil duduk diatas peti kayu penyimpanan makanan. Barra melihat dan membaca berita tentang Berita orang hilang itu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Ada apa dengan Maya? Mengapa harus membuat berita seperti ini.


Berita ini dapat membuat gempar.


Dan menyebabkan keluarga Kakaknya Ali Ramadhan merasa sangat bersalah dan sangat terpukul.


Karena Barra tahu, Bahwa sang kakak masih sangat menyanyangi dirinya.


Dan Cherly? Masihkan gadis itu bersedih untuk kepergiannya dari dunia luar? Masih adakah setitik kerinduan dihati untuk dirinya?


Berita itu menjadi tajuk perbincangan orang orang yang berdiri dijajaran Dinas dimana dulu tempatnya pernah berada menjadi salah satu dari bagian penting dalam kehidupannya.


Barra menghela nafasnya dengan panjang. Melemparkan jurnal pagi ditangannya kearah meja kayu didepan perapian. Dengan Para para bambu yang lebar, Yang berfungsi sebagai tempat pengasapan daging dan ikan, Hingga dapat bertahan dalam waktu lama. Tanpa lemari pendingin dan pengawet kimia.


Dia.mulai menyiapkan makanan buat dirinya sendiri.


Membelah kayu bakar untuk dijadikan bahan bakar, Dia berniat memasak beberapa butir telur dan sayuran yang telah dipotong kecil kecil. Sebagai omelet bumbu rempah yang sangat nikmat disantap bersama nasi Tanak diperiuk Alumunium tebal disa'at panas dengan cabai rawit dengan sedikit bawang dan tomat. Sebagai siraman saos yang alami. Ditemani SOP Buncis dan campuran irisan daging asap yang baru saja diraihnya dari atas para para bambu itu. Sop Buncisnya dan kacang merah itu pasti sangat gurih dengan taburan bawang goreng dan daun seledri Juga sedikit irisan sosis asli yang terbalut dalam usus sapi yang telah diolahnya seminggu yang lalu. Saat dia menggiling daging sapi kekota dengan sedikit bumbu rempah. Barra juga membeli usus sapi yang telah bersih dan memasukkan daging giling sapi berbumbu itu kedalam kantung usus dan mulai menjemur dan mengasapinya dengan ranting kayu jati yang lembab, Agar asapnya menjadi kian banyak dengan potongan serabut kelapa yang berasap tebal.Daging giling yang menjadi gumpalan panjang berbentuk sosis itu tampak mengering kecoklatan terkena jelaga dan asap. Dan mengeluarkan aroma khas daging yang sangat harum. Dengan tekstur halus dan menggugah selera.


Barra menyalakan api tunggu yang memarak dengan segera. Sebab bambu kering dan ranting kayu mahoni itu terlalap dengan mudah.


Nasi Tanak yang diperiuk Alumunium tebal itu mulai mengering dan mewangi, Beras pulen yang putih dengan tekstur halus lurus. Bagai butiran telur semut yang bulat memanjang putih .


Barra menuju kejendela kayu yang terbuka lebar!


Dan menatap gunung dikejauhan . Mengapa ditengah kebebasan dan kebahagiaan yang kini dirasakannya begitu hampa dengan hilangnya Cherly dari hidupnya?


"Chers! Dimanakah kamu berada?"Katanya dengan suara serak dengan jarangnya berkomunikasi dengan dunia luar.


Dan desiran angin yang berhembus kencang membawa hujan yang bertempias jatuh dihidungnya.


Perlahan menutup jendela, Seakan menutup pintu masa lampau yang kelam tanpa gemintang.


...****************...

__ADS_1


Cherly Is Back!


Mata mata penuh kekaguman saat menatap sosok yang penuh pesona itu muncul dari koridor yang berlatar warna Biru terang!


Cherly Hadir disana lengkap dengan senyumnya yang menawan seperti halnya yang telah terjadi penggalan hari hari yang telah hilang.


Outfit abu abu dengan belahan leher rendah dengan style abad pertengahan ,Dihiasi renda renda kecil yang terlihat bagai bingkai bunga dilehernya tampak sangat seksi setelah disaat menyusui Putranya yang telah berusia 7 bulan itu.


Dengan bawahan yang mengembang dengan renda yang senada dibagian atas, Saat berjalan mengayun lembut mengikuti gerakan kaki dan dibetis mulusnya yang tanpa stocking.


Menampilkan rangkaian jari kaki indahnya diatas Highhells hitam,Dengan variasi kukunya yang dicat merah jambon. Geraian rambutnya mengembang indah dihembus angin yang bertiup lewat taman kampus Biru yang melambai dengan bingkai wajah tirusnya bagai peri ditaman kehidupan.


"Hai Chers! Bunga kampus kami yang secantik bunga Peony hutan,"Sapa Truddie dengan penuh antusias melompat bak hendak menerkam tubuh mungilnya yang terlihat bagai pahatan yang sempurna dengan outfit berlengan pendeknya yang terlihat serasi di lengannya yang ramping namun terlihat putih halus dan padat.


"Kau, Sudah selesai dari masa Hibernasi panjang mu?"Kata Grace sambil menatap dengan wajah kagum.


"Hei bagaimana kabar putramu yang ganteng itu?"Tanyanya dengan pelan ketelinga Cherly dengan hati hati.


"Oh ,Baik Grace! Si BarChe! sudah bisa minum sendiri dengan cara menyendok kemulutnya yang rakus itu!"Sahut Cherly dengan berbisik pelan juga.


"Ha! BaaaarChe' Nama yang aneh!" Grace membathin.


Namun tiba tiba wajah Cherly menjadi murung.


Mengingat akan semakin jarang bertemu dengan sang Putra yang sangat disayanginya itu.


"Ooouh Grace! Aku harus mengulang Mata kuliah yang berjibun, Dengan mengejar ketinggalan diberbagai Mata kuliah,"Katanya meringis.


Teman temannya mengelus bahunya, Sebagai tanda dukungan Buat Cherly.


Dan dukungan mereka sangat berarti bagi Cherly. Sa'at ini.


Dan benar saja.


Sa'at Dukungan yang demikian banyak itu datang, Cherly semakin giat. Dan penuh semangat mengejar ketinggalannya yang sedemikian jauhnya.

__ADS_1


Cherly yakin dia termotivasi akan dapat menyelesaikan pendidikannya, Demi masa depan dan impiannya sebagai wanita karier yang cerdas dan penuh dengan inspirasi yang baru.


Dengan pembuktian diri dan mampu menggapai semua mimpi orangtuanya dan berjanji dengan bersungguh-sungguh, Tanpa membuat Ayahnya kecewa untuk yang kedua kalinya.


Untuk sementara waktu biarlah waktunya dengan si buah hatinya terpisah dengan kondisinya yang sekarang ini.


Cita citanya yang mulia itu juga adalah untuk kebaikan dan kesejahteraannya beserta Banta kecil agar menuju kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain.


Chers tak ingin hidup selama lamanya dengan bersandar hidup dari sang orangtuanya.


Walau PP ak Hermawan Adalah seorang yang cukup berada dan dapat membiayainya dan dapat menjamin kehidupan sang anak kelak.


Dia ingin Banta bangga padanya dengan jerih payahnya dan bukan selalu meminta segala sesuatu dari keluarganya.


Dia telah banyak Membuat susah kedua orang tuanya.Kini sa'atnya dia harus berusaha dengan segala kemampuannya untuk menyelesaikan kehidupannya sendiri dengan segala Finansial dengan hasil keringat dari hasil kerjanya sendiri.


Cherly melangkah dengan penuh semangat melangkah Ke Biro Kepegawaian dan Pusat Komputer untuk mengambil Klas kuliahnya dengan SKS dan Rencana study yang uangbakan diulanginya dan pernah tertinggal begitu lama.


"Chers! Semangat ya! Kami Akan mendukung dirimu untuk seterusnya.


"Chers Semoga kau lebih bahagia dan melestarikan kembali hubungan kamu dengan Neo,"


"Chers! Semoga kau kembali dikampus ini, Dengan kembali membawa keceriaan dan aura kedamaian."


"Chers! Semoga sampai ke pelaminan bersama Neo,"


Dan banyak lagi do'a do'a yang terucap lewat bibir para teman teman populernya.


Dan dorongan teman teman sekampusnya.


Neo? Dan mengapa Neo jadi terlupakan. Saat Malaikat kecil yang bernama Banta itu datang?


Seakan ada cetak biru dari Tuhan agar mereka tetap bersatu. Dan melupakan sebuah masa lalu yang kelam.


"Neo! Maafkan Aku yang selama ini Melupakan dirimu dalam waktu yang sangat lama," ,

__ADS_1


__ADS_2