
Truddie benar benar ketakutan kepada objek yang menakutkannya itu. Seraut wajah pucat dengan cerukan mata yang cekung tajam bagai hendak menghacurkan orang yang sedang melihatnya lewat mata cekung seram itu.
Walau Truddie adalah seorang gadis periang dengan didikan realistis dari Ayah dan Ibunya yang demokratis.
Ayah Truddie yang memiliki jabatan penting di Kantor kedutaan besar Rusia, Yang berlokasi di Indonesia itu memiliki Pandangan bebas dan saling menghargai Manusia sebagai makhluk sosial Tinggi didalam kebudayaan yang hebat. Truddie si Gadis moderat yang cenderung ceroboh dan anak manja berasal dari keluarga Senator yang berpengaruh kuat dan putri satu satunya dari Tuan Poulynsky dan Nyonya Ratnaning Adisty.
Ayahnya yang berasal dari Negeri jauh sedangkan sang ibu asli Indonesia dan berasal dari keluarga darah biru yang kental. Truddie yang ceria telah terbiasa dengan gaya bebasnya sebagai remaja metropolis yang membaur dengan teman temannya tanpa canggung dan selalu berpenampilan layaknya gadis populer biasa tanpa pengawalan dan bodyguard.
Kini terkurung disebuah apartemen yang tak dikenalnya.
Hei kaki panjang! Apa kau berniat minta tebusan? Sia sia aja deh! Uang ayahku tak akan bisa menebusnya! Ayahku cuma seorang Tukang es loteng yang beroperasi saat malam Minggu,Dihari lainnya cuma beraktifitas sebagai tukang penatu dilaundry kecil dekat simpang kuburan, Kau salah memilih sandera! " Katanya dengan memberanikan diri walau dengan suara bergetar.
Pria aneh itu sedang memainkan ponselnya dengan serius tak menggubris kicauan Truddie yang bagai lalat ditelinganya. Sejak tadi sore gadis itu mengoceh tak hentinya.
"Oh Aku lapar sekali! Apa dirumah ini tak menyediakan makan! Dasar pelit!"Katanya pelan sambil melipat kedua kakinya sehingga memperlihatkan kakinya yang indah. Diranjang yang besar itu.
Dia terbiasa tak memakai selimut.
Kaki mulusnya lebih sering terbuka. Dia suka melihat mata-mata yang kagum melihat style kerenya.
Sekarang dia membuka Blazernya meninggalkan Tanktop coklat susu sebagai dalaman Blazer hitamnya yang keren berstrip putih bagai Blazer anak sekolahan itu.
Dia duduk santai dengan gaya yang sangat seksi!
Dan tak kuatir Denan lelaki mata cekung itu akan memperkosanya. "Dia kan Robot!" Kata Truddie dalam hati.
Pria itu bangkit.
Mengambil menuju keluar. Truddie melihat sekeliling ruangan bercat putih bergaris hitam itu.
"Hmm Cherly dimana! Tapi perasaanku mengatakan kalau dia baik baik saja. Dan pasti Ayah si BarChek yang melakukan ini semua! Sebab kuyang itu kan teman senasib dan sepenanggungan dengan dia,"Pikir Truddie sedikit berpikir positif.
Truddie bangkit dari ranjang menuju lemari besar disudut ruangan dan mengetuk ngetutuk nya, Seolah olah sedang mendeteksi isi didalamnya.
"Apakah lemari ini berisi kepala kepala para korban penculikan?" Pikirnya ngeri. Terbayang korban pembunuhan berantai yang sering dilihat di media massa.
Pria itu masuk dan melihat Truddie dengan rok span pendek dan Tanktop coklat yang senada dengan kulitnya yang cantik.
Putih susu dan sangat mulus.
Kakinya yang indah menapak lantai dengan ringan.
Rambut keriting yang panjang eksotis Truddie kini mengurai dengan lemas dan berwarna kecoklatan.
Gadis ini sangat cantik dengan bintik coklat diwajahnya yang unik, Perpaduan dua negara yang besar.
Pria itu meletakkan nampan yang berisi mie goreng dan telur disertai sedikit Navin daging kacang merah kering.
Diatas mangkuk kecil dilengkapi air putih digelas panjang.
"Makanlah," Katanya singkat.
Lalu pergi kesudut ruangan dan membuka Ponselnya kembali.
Truddie berbinar seketika dan meloncat mengambil sendok yang terletak di nampan.
Lalu kemudian tertegun sejenak.
" Apa Kau tak meracuninya atau memberi sedikit obat perangsang? " Katanya dengan terus terang.
Membuat lelaki berwajah menyeramkan dan bertubuh tinggi itu melihatnya sekilas lalu menunduk lagi memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Ok! Aku makan! Krena aku sangat lapar! Kalau sesuatu terjadi dengan diriku, Katakan pada Si bodoh Cherly itu untuk mengabari Ibuku! Kalau anaknya yang cantik ini lenyap karena lapar,"Katanya menyuap makanan didepannya dengan lahap
Berdecak decip tanpa jeda.
Membuat pria itu terusik dan menatapnya dengan heran!
Mengapa gadis Bodoh ini sedemikian santai? Begitu Pikirnya.
Truddie merasakan denyut nadinya! Diantara jedanya makannya yang sedari tadi berlanjut.
Hmm Normal! Bathinnya.
Dan menaikkan lidahnya melangit langit mulutnya.
Hiii! Dia terkikik geli! Merasa geli dilangit langit mulutnya.
Kata Ibunya! Kalau langit langitnya disentuh dengan ujung lidahnya dan masih terasa geli berarti umurnya masih panjang.
Dan masih terasa geli! Berarti makanan ini bebas racun.
Dan kalau obat perangsang kayaknya tidak mungkin.
Sebab pria kurus tinggi itu terlihat bukan seperti maniak ****.
Huff krep! Gruuhgp....Truddie bersendawa Denan keras dua kali. Membuat lelaki itu menoleh kearahnya.
Truddie menutup mulutnya sambil tersenyum takut takut kearah pria seram itu.
Mengapa wajahnya sepucatt mayat? Dan sebenarnya wajahnya lumayan tampan juga! Pikir Truddie mulai nyeleneh.
Rambutnya lurus. Tinggi sekitar 190 cm . posturnya jangkung dan terlihat agak kurus dengan berat yang tak seimbang dengan tingginya badannya.
Sedikit lagi badannya dibalut oleh daging pasti dia terlihat keren. Bagai ikon pemuda Korea yang lagi ngetop itu.
"Hai Pria kurus! Namamu siapa? Bagaimana aku harus berterima kasih padamu,"Kata Truddie dengan wajahnya yang kian berseri karena kenyang!
Pria itu mendekat kearah Truddie yang tengah tersenyum.
"Hentikan Ocehanmu kelinci kecil! Atau aku akan melenyapkanmu! Aku bosan mendengar suaramu yang sangat mengganggu itu," Katanya pelan dan penuh misteri.
Wajahnya yang mengerikan benar benar membuat Truddie mimpi buruk!
Truddie mengkerut ketakutan.
Dan lelaki itu mengangkat ponselnya yang berdering pelan.
"Bawa semua kayu kayu itu memakai kapal Batubara itu. Dan Keberangkatan kami ditunda sampai besok! Aku akan pergi ke kasino Cranbers sekarang!" Katanya pelan.
Truddie ketakutan mendengar lelaki itu akan pergi.
Dia akan tinggal bersama siapa? Apa akan menunggu Cherly yang tak jelas rimbanya.
Dan sesaat kemudian pria itu menyodorkan Ponselnya yang ditahan oleh pria itu kearah Truddie. Saat menculiknya.
"Oh terima kasih! "Jawabnya.
Dengan cepat Truddie menelpon Ibunya yang mungkin sedang menangis cemas.Benar saja!
Teleponnya diangkat Denan cepat oleh Ibunya!
"Mama! Iya Truddie baik baik saja! Ah gak perlu deh! Truddie akan menginap bersama Cherly dirumah kebun Ayah si BarChek!"Jawabnya berbohong! Namun Truddie tak ingin membuat Ibunya cemas.
__ADS_1
"Iya Ma! Besok Truddie akan pulang! Mama tidur aja deh! Mobil Truddie.. Eh Robot! Mobilku ada dimana?"Bisiknya pada Pria dingin itu.
"Dibengkel Tata Mobil," Jawabnya singkat.
"Oh di Bengkel Tata Mobil! Tadi Bola lampu Belakangnya putus Ma," Katanya lagi.
"Bye. Mmuuahh," Ciumnya kepada sang Ibu.
"Anak yang biasa berbohong!" Cela pemuda itu.
Truddie mengangkat Wajahnya menatap kearah postur yang tinggi itu dengan sebal.
"Ya! Aku memang biasa berbohong! Mana mungkin aku akan mengatakan aku diculik dan berduaan dikamar dengan pria yang yang tak pantas disebut manusia, Wajah seram dan malas membuka mulut! Mengerikan, Ayahku akan mendatangkan Agen KGB untuk menangkapmu, Kau cari mati!" Kata Truddie geram.
"Tak ada siapapun yang biasa menangkapku! Gadis kecil"Katanya dengan pelan sambil berjalan keluar. Meninggalkan Truddie sendirian. Truddie ketakutan.
"Hei. Jangan tinggalkan aku sendiri, Aku takut sendirian!" Teriaknya berlari mengikuti pria itu kearah tangga bawah.
Dan menabrak tubuh kurus yang keras itu.
Dan memeluknya dengan spontan.
Pria itu berbalik dan menatap kedalam mata coklat Truddie yang berwarna terang. Mata yang polos! Dan terlihat ceria itu, Kini tampak ketakutan! Bagai mata anak kelinci yang sedang terdesak oleh dua sisi yang menakutkan.
Rambut keriting coklat sewarna matanya yang terasa sangat halus menyentuh lengannya yang kekar oleh otot dengan sedikit daging.
"Jangan Takut! Aku hanya mengambil rokok kebawah,"Katanya dengan lembut. Sam! Tertegun mendengar suaranya sendiri! Apa itu dirinya?
Membuat Truddie mengangguk! Namun terus memegang lengannya.Dengan jemari Truddie yang sangat lembut.
"Kau boleh ikut,"Katanya tanpa melepaskan cengkraman gadis itu dilengannya.
Tidak seperti biasanya! Sam akan menepiskan tangan seorang wanita yang mencoba menyentuhnya.
Dan akan mencekiknya sampai lemas jika sampai memeluk tubuhnya.
Sam Benci disentuh oleh seorang wanita dengan sengaja.
Sam bahkan senang kalau harus disuruh menghabisi seorang wanita.
Membidik mereka dari kejauhan Dengan pistol yang selalu terselip dibalik sweaternya. Dan menyiksa para wanita dengan tangannya.
Tanpa nafsu dan keinginan terhadap tubuh wanita. Sejak terlahir kedunianya yang penuh catatan hitam.
Sam!
Seorang pemuda yang hadir dari balik malam.
Seorang yang penuh dengan darah didalam profesi yang tak ramah.
Jenius, Lihay , Pemberani! Dan sangat cerdas mengatur strategi. Memiliki banyak uang yang tersimpan rapi di Bank bank luar negeri. Melanglang buana dengan dunianya sendiri. Tanpa tujuan.
Kekayaannya adalah hidupnya.
Sebatang kara tanpa dapat dinikmati dengan sewajarnya.
Hatinya kosong! Hampa.
Membunuh dan menyiksa adalah kesukaannya!
Tanpa ekspresi dan tanpa perasaan.
__ADS_1
Namun sesuatu yang hangat mengalir ditubuhnya sa'at tangan hangat Truddie seolah menyalurkan keakraban lewat tangannya.
Truddie riang melewati ruangan itu sambil berlari dengan ceria! Seolah ruangan ini adalah taman bermain buatnya.