Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Wanita Dari Masa Lalu


__ADS_3

"Paulie! Paulie, Bangun sayang! Apa kau berniat tidur hingga pukul 12 Siang?"Kata sang Ayah. Mengetuk pintu kamarnya. Truddie membuka matanya dengan berat dengan mata menatap ke jam wekker kecilnya yang berbentuk panda itu.Saat mendengar langkah kaki sang Ayah menjauhi pintu kamarnya.


" Oh My God! Pukul 10?" Pekiknya kaget dan terlonjak bangun bagai orang yang terkena patokan kala jengking dikakinya.


Dan teringat Sam tidur disampingnya.


Dengan panik Truddie melihat kesamping.


Kosong!


Namun wangi Raspberry dan menthol itu masih terasa dibantalnya.


Dengan setengah melompat Truddie melihat kearah jendela yang telah tertutup rapi. "Apa aku bermimpi?" Tanyanya pada diri sendiri! Tidak wangi dibantalnya begitu nyata.


Tidak! Jendela itu tidak terkunci! Mungkin saja dia melompat keluar tanpa setahu siapapun.


Cctv yang tak berguna itu pasti dapat melacak Sam! Dia akan ketahuan.


Truddie berharap semua baik baik saja.


Dan Sam tidak menemui masalah. Hatinya menghangat saat mengingat bagaimana Sam menyentuhnya. Sam sangat panas dan mampu membuai dirinya sehingga hampir saja melakukan tindakan yang diluar batas. Namun Truddie bahagia sa'at Sam menyentuhnya.


Dan bermain ditubuhnya yang polos.


Truddie merasa ada sesuatu yang hangat dihatinya. Sa'at Sam menggigit bibirnya dengan gemas hingga terluka.


Dan meremas bagian penting tubuhnya hingga meninggalkan rasa sakit sampai pagi menjelang. Dan menggigit bahunya hingga membiru.


Namun Truddie menyambutnya dengan penuh kerelaan.


Truddie merasa heran! Mengapa dia diam menerima sa'at Sam membuainya dengan mahir. Dan Truddie malu sa'at membayangkan betapa dia mengerang dan merintih dengan nikmat saat pria itu melukainya dengan gemas.


Dengan gaun malam tipis yang jatuh kelantai.


"Oh Sam telah melihat semua bagian tubuhku," Katanya pelan sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Dia pergi kekamar mandinya dan membersihkan dirinya. Tak ada yang aneh ditubuhnya.


Dengan sedikit luka kecil dibibirnya bekas gigitan Sam dan bahunya yang bercak biru.


Truddie membasuh wajahnya dengan foam wajah yang lembut. Keluar dari kamar mandinya dan berganti baju. Kaos pendek putih dan celana pendek berwarna coklat.


Lalu pergi keruang makan. Mungkin dia harus menyiapkan sedikit nutrisi untuk otaknya yang tak berhenti berpikir keras.


Truddie mengelap wajahnya dengan handuk dan pergi menuju keluar.

__ADS_1


...****************...


Rumah dilereng yang damai.


Barra sangat terkejut melihat Zheba duduk membaca buku bukunya yang tersusun disisi diranjang besarnya. Barra baru saja keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan celana Cardigan coklatnya yang menutup sepertiga bagian bawah tubuhnya dengan bagian atas tubuh yang Shirtless! Bentuk tubuhnya yang sempurna itu tampak secerah pagi yang sangat indah ini.


Barra menggosok gosok kepalanya dengan handuk.


Rambutnya yang dipotong pendek itu tampak mengkilat didalam keadaan basah.


Pria itu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang dingin.


"Apa yang kau lakukan kamarku Zhe! " Katanya berusaha bersikap wajar. Wanita itu tampak tersenyum dengan memiringkan kepalanya menatap ke arah Barra.


Pagi ini Zheba mengenakan pakaian kuning cerah berpotongan pendek, Dengan rambutnya yang tergerai panjang membingkai wajahnya yang terlihat anggun diterpa tempias cahaya matahari yang berwarna kuning keemasan membuat Zheba tampil bersinar.


Namun Barra bersikap biasa dalam suasana yang berbeda.


"Barra! Ada apa dengan ekspresi wajah yang tak suka itu? Mengapa harus bersikap Secanggung itu terhadapku! Dulu kau akan senang dan memelukku disaat duduk diranjang kita yang sempit dirumah petak yang kecil itu," Kata Zheba dengan wajah yang penuh dengan kesedihan. Barra tahu Zheba Mencoba untuk bersandiwara seperti yang sering dilakukan olehnya.


"Aku mengizinkannya kamu menginap sejenak dirumahku,Bukan berarti kau bebas masuk keruang pribadiku Zhe! Dulu! Kau jangan terus-terusan mengingatkan sesuatu yang tak ingin untuk kuingat! Kauharus mengerti! Sekarang keadaannya sudah berbeda! Aku memiliki seorang istri dan anak! Dan dirumah ini banyak pekerja yang akan melihat kelakuanmu yang sangat tak pantas!"Kata Barra dengan datar.


Zhe menatap Barra dengan menghamba bangkit berlari kearah Barra dan memeluknya dengan sangat erat, Menangis dan menenggelamkan dirinya kedalam tubuh pria itu.


Merasakan tetesan air dari bulu dada Barra yang terasa dingin dan segar. Mencium dada pria yang sangat dicintainya itu.


"Cobalah Mengerti Zhe! Dengan menjalani kehidupan kita yang sekarang! Kita sudah memiliki kehidupan masing-masing,Kau cantik, Sukses dan hebat! Semua mimpi yang telah lama kau impikan telah kau miliki! Pergilah Zhe! Mulai hidup dengan wajar,Kevin Sangat mengharapkan dorongan darimu,Dia telah banyak berkorban untukmu! Ayo,! Aku akan mengantarmu sampai dipenginapan!"Ajak Barra melembut.


Barra dapat mengendalikan suara dan sikapnya, Karena Barra tahu sifat Zheba yang sangat keras dan tak akan menurut jika dipaksa dengan kekerasan.


"Tidak! Aku tak akan pergi kemana mana! Dan impian terbesarku adalah menikah dan memiliki anak denganmu! Kau pun tahu Aku mencintaimu! Bukan Kevin! Aku akan tetap disini bersama dengan dirimu! Jangan coba coba mengusirku Barra!" Teriaknya dengan keras sehingga beberapa orang pekerja yang berada diluar tertegun mendengar keributan yang terjadi dikamar Barra.


"Zheba! Jangan keras kepala!"Kata Barra penuh penekanan.


Dia merasa gila menghadapi wanita yang pernah sangat dicintainya itu.


Wanita itu menangis dengan wajahnya yang sangat memilukan.


Wajah dan rambutnya penuh air mata, Kusut Masai bagai tertiup angin barat yang kencang.


"Kau yang pertama mengenalkan aku akan sebuah cinta, Dan aku telah menyerahkan diri dan kesucianku untukmu! Dan aku pernah hamil anakmu! Dan kau berjanji tak akan pernah meninggalkan aku! Setelah semua itu terjadi,Kau menjauh dan pergi meninggalkan aku! Dengan alasan Kakak lelakimu Ali tak merestui kita! Karena Aku si gadis miskin! Yang tak memiliki Nasab yang jelas! Karena aku anak haram! Dan Aku berjanji akan datang kembali setelah aku berhasil dan sukses sebagai wanita hebat seperti harapan Rosita! Walau aku harus kehilangan anakku yang belum sempat terlahir kedunia. Tapi ! Apa yang kudapat! Apa? Aku bertemu Kevin yang Kaya raya dan memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan dirimu kembali! Dan kau berdalih aku berselingkuh!! Dan menikah dengan gadis sialan itu! Kau kejam Barra! Kau jahat! Dan aku akan tetap memegang janjimu! Kau harus tetap jadi milikku selamanya! Aku berusaha masuk kekampus Dimana Cherly berada dan ingin membunuhnya sekalian! Tapi saat itu dia dalam keadaan hamil! Aku masih punya sedikit nurani untuk tidak membunuhnya! Dan Aku melihat Neo sangat memuja Cherly.


Aku berusaha menyatukan mereka! Dan menyuruh Cherly untuk bekerja dikantor anak konglomerat itu! Tapi Gadis sialan itu tetap memaafkan dirimu! Dan kau menculiknya!Dan Tidur dengannya! Sekarang dia hamil! Brengsek kau Barra! Kau brengsek! Gadis itu! Aku akan menghancurkannya seperti dia yang telah menghancurkan hidupku!" Teriak Zheba dengan keras sampai terkadang terbatuk dengan tenggorokan yang terasa sangat kering.

__ADS_1


Barra merenung dan terpaku ditempatnya. Semua yang dikatakan oleh Zheba benar adanya.


Zheba adalah seorang gadis yang sangat licik.


Dia dapat menyusun sebuah skenario yang panjang untuk meraih ambisi jahatnya.


Barra sedikit khawatir tentang keadaan Cherly.


Barra Telah mengetahui tentang kehamilan istrinya dari kakaknya Rosita.


Barra harus secepatnya mohon izin dan memohon maf kepada pak Hermawan atas semua kekhilafan atas kesalahannya kepada Cherly.


Barra duduk dikursinya dan menatap landainya perkebunan miliknya yang sangat luas itu.


Mengapa wanita yangbhadir dari masa lalunya itu membuat hari harinya menjadi buruk?


Hari hari bersama Cherly selalu tampak indah walau mereka sering bertengkar karena mulut Chers yang cerewet.


Barra menyimpan hari indah bersama Cherly.


Dan Ada apa dengan cinta Zheba yang tak terasa lagi dihatinya.


Selain kemarahan dan penyesalan.


Kak Rosita benar! Bathin Barra dalam hatinya.


Zheba terlahir dari sebuah penolakan orang tuanya, Dari seorang Ibu yang telah menghancurkan keluarga yang sangat bahagia! Yaitu keluarga Herman yang hancur menjadi puing!


Herman adalah Adik dari Ayah Rosita.


Yang kini mendekam dirumah sakit jiwa.


Zheba! Gadis kecil yang malang! Tanpa seorang pun yang tahu siapa Ayahnya. Ibunya meninggalkannya disuatu panti.


Dan mencari pria terbaik yang bisa dijadikan mangsa!


Alina! Ibu Zheba! Menggoda dari satu lelaki kelelaki lainnya.


Berwajah secantik purnama namun menyimpan kengerian yang mendalam.


Dan kini Dimata Barra, Zheba sama persis seperti wanita yang telah melahirkannya itu.


Sejak awal Rosita tidak menyetuju hubungan mereka .

__ADS_1


Dikarenakan Rosita tahu asal usul Zheba.


Dan Mengenal Ibu Zheba secara detail. Anak yang terlantar dengan nasab yang terputus dari keluarganya.


__ADS_2