Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Pria Dengan Seribu Kemungkinan


__ADS_3

Cherly menaikkan celana putranya yang sedikit melorot.


" Aku heran deh BarChek! Mengapa Nenekmu selalu membelikan Pakaian yang kebesaran buatmu! "Gumamnya dengan geli.


Mungkin Bu Anita masih belum move on dari masa kecilnya dulu. Masih tinggal bersama kedua orangtuanya yang memiliki banyak anak dengan hidup pas Pasan.


Tiap kali membeli pakaian selalu dengan ukuran yang besar.


Agar bisa dipakai untuk tahun tahun yang akan datang, Karena tak mampu membeli pakaian disetiap tahunnya.


Tapi Sekarang zaman telah berubah.


Dengan wajah yang Ayu itu merebut Cinta Pak Hermawan yang notabenenya adalah pemuda kaya dan berpenghasilan lumayan Seharusnya kebiasaan lama itu telah hilang. Namun Bu Anita Masih juga terbawa kebiasaan yang aneh itu hingga memiliki tiga orang cucu.


Cherly membawa anaknya berjalan jalan ditaman kota disuatu sore yang cerah.


Matahari masih memancarkan sinarnya yang selalu cerah sejak timbulnya dari pagi.


Anak kecil itu sangat senang saat melompat lompat direrumputan yang menghampar luas.


Dengan celana panjang berbahan ringan dengan kaos Kiddy yang lucu. Topi kecilnya berkali kali jatuh saat melempar bola disertai langkah kakinya yang pendek pendek dan menggemaskan.


Bola Putra Barra itu menggelinding disudut semak semak belukar mawar dan bonsai yang agak liar.


Cherly memanggil anaknya yang berlari lari mengikuti arah mainannya tersebut yang terus berputar kebalik perdu yang agak tinggi tersebut. Dengan cepat Cherly mengejar sang anak. "BarChek! BarChek ! Teriaknya dengan cemas saat sang anak tak terlihat lagi dibalik perdu itu.


Cherly ketakutan! Mengapa Anaknya seakan menghilang dalam hitungan detik! "Ya Tuhan ! BarChek!," Bisiknya hendak menghubungi penjaga taman .


"Buuu, I..Buu!" Suara si Barche' memanggilnya dengan cadel dan terpatah patah.


Berada dalam gendongan Sam!


Anak kecil itu menatap Sam dan Ibunya dengan bergantian."Om Camm! Tulun, Ace main Boya,! Katanya dengan mulut kecilnya kepada Sam.


Sam hanya diam Melihat kearah Cherly dengan wajah cerah.Namun tetap tanpa senyum.


" Oh! Sam ! Kapan kamu tiba?," Tanyanya agak kaku.


Dia belum terbiasa berbicara dengan pria aneh itu.


" Kemarin," Jawab Sam singkat dan pelan .


"Plak!" Anak kecil itu memukul pipi Sam dengan tangan gembulnya. Membuat Sam terperangah, Dan menyeringai kearah anak kecil itu.


Membuat Cherly menjadi agak takut.


Bukankah Sam adalah seorang penjahat berdarah dingin dan hampir membunuh sahabatnya Truddie?


"Tulun Om!" Perintah anak kecil itu lagi dengan keras.


Dan lagi lagi mencakar hidung Sam dengan mimik marah .


Membuat Cherly menutup mulutnya dengan jarinya dengan wajah ngeri!


Bagai mana kalau Sam mencekik anaknya juga seperti Truddie.


Namun Sam tiba tiba tersenyum tipis sambil menurunkan Anak kecil itu dan mengambil bolanya yang berada dekat kaki Sam.


"Anak itu seperti Ibunya! Suka mencakar!" Kata Sam perlahan membuat ketegangan diwajah Cherly sirna seketika. Cherly tertunduk malu, Teringat kala Sam menatap wajahnya dengan mimik yang aneh saat pertama kali bertemu disaat bersama dengan Barra.


Cherly Berjalan kearah pria itu sambil tersenyum.


Sam menatap wajah Cherly yang tampak pucat dan lesu.

__ADS_1


Wanita itu tampak lebih kurus dari hari terakhir dilihatnya bersama Barra.


"Kau sakit!" Seru Sam! Bukan bagai sebuah pertanyaan.


Cherly mengangguk pelan.


"Aku suka melihat anak kecil itu," Kata Sam kikuk.


Mengalihkan topik pembicaraan.


Cherly mengangguk.


"Sam! Kau sudah menemui Truddie?" Tanya Cherly. Sama seperti Sam yang mengalihkan topik pembicaraan juga.


Sam mengangguk dengan pelan.


Pembicaraan ini terasa kaku dan tak biasa. Dan terkesan"Nggak Nyambung."


Sam yang aneh dan susah berkomunikasi hanya diam sambil melihat kearah anak Barra yang melompat lompat dengan bolanya.


Perlahan Sam menghampiri anak itu memegang bola dan melempar pelan kearah Banta Malik .


Tangkapan tangannya yang kecil itu lolos dari tangkapan bola yang dilempar dengan pelan.


Membuat Sam menyeringai senang melihat ekspresi Banta yang marah dan pantang menyerah mengejar bola itu dan melemparkannya kembali kearah Sam.


Pria itu menangkapnya sekalian menangkap tangan anak kecil itu dan menggelitik perutnya hingga Banta tertawa kegelian.Sam tidak juga tersenyum namun wajahnya sangat cerah.Dan menggendong tubuh mungilnyang menggeliat bagai ulat daun berwarna hijau dibahunya.


Sam memegang Anak kecil yang berada dibahunya itu sambil menendang dan mendribble bola dengan sebelah tangannya. Banta Malik memegang kepala Sam dengan kuat sambil tertawa tawa senang. Anak itu mungkin rindu akan sosok seorang Ayah yang tak pernah mengajak dia bermain seperti Sam.


Sam Bergerak leluasa saat memainkan bola dengan kaki panjangnya yang Lincah.


Membuat Anak itu tergelak diatas bahunya dan menjambak rambut Sam sambil tertawa-tawa memukuli kepala Sam Cherly menatap mereka dari bangku taman dengan bahagia, Sesekali melambaikan tangan kearah Banta.


Sam memakan Es itu bersama anak kecil itu dengan duduk dipembatas taman terbuat dari bata lebar yang tersusun rapi.


Sam seakan dapat menikmati Es krim manis anak anak itu.


Menjilat bibirnya yang sedikit berlepotan terkena krim coklat milk itu.


Cherly tak percaya dengan penglihatannya sa'at melihat Sam tersenyum mengelus kepala anaknya dengan lembut sambil mendengarkan ocehan bahasa aneh anaknya.


Senyum yang sangat menawan itu tersirat sekejab. Namun wajah ceria itu tak dilewatkan oleh Cherly.


Sam! Sebenarnya adalah pria baik yang hilang ditengah gelap kehidupannya. Cherly berharap Semoga Sam dapat hidup dengan normal seperti pria biasa pada umumny.


Hati Cherly menghangat. Betapa Suaminya sangat hebat.


Dapat menjinakkan Manusia seperti Sam yang hidup bagai hewan liar.


," Barra kau hebat dapat hidup dan tinggal seatap dengan manusia aneh seperti Sam!"Bisiknya dengan wajah terharu.


Dan mereka pulang saat senja mulai membayang.


Dari kejauhan Sam melambaikan tangan kearah Banta Malik.


Cherly masuk kedalam mobilnya dan mulai berjalan dengan pelan.


Cherly menoleh dan melihat kearah belakang. Kearah tempat Sam berdiri didepan Taman.


Hilang!


Cherly menggeleng gelengkan kepalanya! Tak habis pikir.Gerakan Sam begitu cepat! Datang dan pergi bagaikan angin.Pantaslah Truddie menyebut Sam Adalah Jailangkung. Datang tak dijemput dan pergi tak diantar.

__ADS_1


Yah ,! Itulah Sam!


Dia mulai menyukai sifat dan gaya Sam.


Menyanyangi dengan caranya sendiri.


Dan mencintai dengan style yang berbeda dari lelaki lain.


...****************...


Truddie baru keluar dari Pusat perbelanjaan. Dengan membawa paper bag besar berisi beberapa paket baju yang dan perlengkapan wanita.


Dia baru saja akan keluar menuju Basement dimana Sopirnya masih menunggu dengan telpon seluler yang berada ditangannya.


Entah bermain game atau apalah. Truddie hampir memekik kaget satu tangan panjang terulur menariknya kebalik mobil berwarna hitam.


"Sam!" Kata Truddie dengan wajah Bucin.


Membuat pria itu menyeringai seperti kucing garong.


Yang menemukan mangsanya.


"Sam! Aku mencarimu tadi pagi! Bahkan sampai kekolong tempat tidurku! Kenapa sih kau seperti Jailangkung! Apa tadi malam kau tidur nyenyak dikamarku? Oh maafkan aku Ya! Aku lupa memberimu selimut! Aku juga tak sempat menawari makan atau minum teh atau cemilan apa kek! Yang bisa membuatmu sedikit lebih berdaging! Oh maaf! Sebenarnya aku tak bermaksud menghinamu Sam! Tapi aku memang suka berkata benar, Sumpah! Tadi malam aku benar benar takut! a..a.a.ku..!"Katanya terhenti saat melihat Sam makin mendekat dan hampir menyentuh bibirnya yang tengah berkicau." Berhentilah berbicara! Atau aku akan menciummu," Kata Sam dengan wajah hendak menerkam.


Truddie mulai terbiasa dengan ekspresi itu tertawa dengan konyol sambil memukul Paper Bag kertas yang ringan itu kewajah Sam.


"Bruk!"


"Ahhh Sam! Kamu tahu kan? Aku mulai tahu kalau kau sebenarnya baik hati! Tulus dan penuh kasih sayang dan Angun! Oh salah... Gentle maksudku!" Kata Truddie nyengir saat melihat Sam memalingkan wajah dengan rautnya yang bosan.


Dan menarik Truddie kedalam mobil Box berwarna putih.


Dan mendudukkan Truddie dijok depan bersamanya.


Tak ada yang berbicara! Truddie terdiam. Kini dia merasa sangat nyaman berada disamping pria dingin itu.


Truddie mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


"Hallo pak Johan! Dengan Truddie! Iya tak usah ditunggu, Aku akan pulang!Aku kerumah temanku! Untuk makan malam. iya! Cuma 3 jam. Pukul 11 malam aku akan pulang! Janji!"Kata Truddie dengan ceria.


Sam meliriknya dengan pandangan yang aneh.


"Sam! Bersama denganmu serasa berkelana di Tong Setan pasar malam!"Kata Truddie lagi sedikit serius.


"Kenapa?" Sahut Sam singkat.


"Yah! Antara bahagia dan takut!" Kata Truddie pelan.


"Sam ! Apa kau akan membunuhku?"Lanjut Truddie


Sam Mengangguk dengan tegas sambil menyeringai.


"Ternyata kau belum berubah!" Bisik Truddie pelan.


Namun dia pasrah dengan nasib yang akan menimpanya.


Dia yakin sepenuhnya nasib dan hidup mati semua ada ditanganNya.


Truddie hanya ingin menikmati waktu yang ada bersama dengan Sam. Yah untuk saat ini.


Truddie hanya ingin bersama Sam.


Pria dengan seribu kemungkinan.

__ADS_1


__ADS_2