
Suara sorak dan riuh rendah itu terdengar ramai membahana. Dari lapangan yang berumput hijau. Ditengah lapangan nan luas itu sedang diadakan perlombaan Desa yang mencakup Lomba olahraga dalam berbagai cabang Atletik Dan Juga lomba Pencapaian dan binaan keluarga sehat dengan tema: "Dengan Meningkatkan Cinta Olahraga Dan Sadar Kesehatan, Mari Kita Jadikan Generasi Penerus Bangsa Yang tangguh Dan Berkualitas" Denan Spanduk besar bercat kuning yang berkibar ditengah Lapangan dan di gerbang desa.
Dengan dihadiri oleh Kepala Daerah dan Pak Camat yang hadir Dalam peresmian dan pengukuhan Desa Binaan dengan Penghargaan yang dianugerahkan kedesa yang telah mencanangkan program yang sangat Vital didalam pembangunan DiDaerah berkembang yang terus meraih prestasi yang cemerlang tersebut.
Dan Kepala Daerah juga secar simbolis menyematkan Penghargaan kepada tiga orang tokoh yang paling berperan penting didalam Pembangunan Desa yaitu Yakni: Pak Kepala Desa Zulqarnain, Barra Malik Ramadhan dan Dokter Muda Maya Anggela.
Nama mereka yang harum mewangi melintasi segenap lapisan masyarakat didaerah perkotaan dan pedesaan yang menghiasi Badan jalan, Gerbang kota dan Gapura yang bertuliskan tinta emas bukti pengabdian dan pengorbanan mereka terhadap Bangsa dan Negara dibarengi jerih payahnya yang banyak memberikan manfaat bagi kesehatan dan pendidikan yang lebih baik kedepannya.
Dokter Maya seakanntak pernah lepas disamping barra. Selalu tersenyum manis sumringahnya yang selalu mengembangkan cahaya keindahan dan pengabdian kepada masyarakat luas.
Seperti hari ini.
Pak Kades, Pak Guru Barra dan Bu Dokter Maya, Duduk dibarisan paling depan. Barra yang menjadi pusat Perhatian tak henti-hentinya dipuji bagai malaikat, disertai dukungan Masyarakat atas hubungannya dengan sang dokter agar bisa lebih dekat.
Barra dan dokter Maya tampak antusias menyambut Acara yang semarak itu dengan penuh semangat dan terus memotivasi Masyarakat agar tetap bisa berkarya dan berprestasi lebih baik lagi.
Siang berjalan dengan sangat cepat digantikan oleh sore yang datang menjelang.
Barra dan Maya masih terlihat duduk mengobrol bersama dibawah kanopi sebagai tempat untuk kehormatan bag mereka berdua siang tadi.
" Bar! Apa kamu tidak berniat untuk pulang liburan yang tinggal sesaat lagi?"Tanya Maya ditengah keheningan diantara obrolannya dengan Barra. Mereka terlihat lebih akrab sekarang dengan seringnya bersama disetiap kegiatan penting dari Desa.Seakan Dengan sengaja Pak Zulqarnain meninggalkan mereka berdua disana.
"Tidak May! Mungkin aku akan terus disini, Banyak yang harus kubenahi disini. Aku tak mau tanggung tanggung dalam melakukan tindakan positif yang telah membuahkan hasil yang bagus," Sahut Barra.
Dia berencana akan membuat gebrakan baru denan pengentasan pendidikan bagi remaja putus sekolah dengan program yang baru bersama Dinas Pendidikan setempat.
Maya menatap Barra Denan penuh perhatian dan dipenuhi rasa takjub. Terhadap Pak Guru yang Kharismatik ini.
Maya telah tahu tentang Barra yang telah berkeluarga dan memiliki istri diJakarta.
Namun Maya tetap menjalankan tugasnya dengan profesional dan bekerja sama dengan baik bersama Barra sebagai partnership yang kompak.
Namun terpulang dari semua itu, Maya mulai merasa ketergantungan kepada Barra secara pribadi.
Maya mulai merasa sesuatu yang tidak bisa dicegah dari hatinya yang terdalam.
Maya menyukai Barra dengan cara yang paling memikat hatinya. Yakni Kuat, Ulet dan Tampan Dimata sang dokter.
Dan Barra terlihat Wellcome terhadap sambutan Maya pada dirinya.
Maya tersenyum manis kearah Barra.
Barra tercekat dan seperti melihat bayangan Istrinya Chers disenyum Maya. Perlahan Barra membalas senyum indah didepannya dengan penuh kelembutan.
Membuat Maya tersipu.
Seharusnya Maya tahu.
__ADS_1
Barra adalah petualang!
Sejak awal Barra memang selalu bersifat petualang. Dan tak ingin terikat dengan sebuah jalinan yang baginya rumit.
Dokter Maya memegang jemari Barra yang terletak disisi kursi kayu.
"Barr! Aku tak bisa menyimpan perasaanku lebih lama! Sebenarnya telah dikatakan oleh angin, Aku mengagumimu sejak pertama kali kita berada disini,"Kata Maya tanpa dapat menahan perasaannya lebih lama lagi.
Barra tersentak sejenak dan menggenggam jemari Maya dengan lembut dengan senyum yang menghilang.
"Maya Biarkan berjalan seperti apa adanya. Dan biarkan hubungan ini berkembang dengan sendirinya dan jangan pernah berharap lebih dengan keadaanku yang tidak mudah," Jawab Barra dengan wajah serius.
Maya Mengangguk.
Dan meremas jemari besar Barra dengan lembut.
"Aku mengerti Barra,"Sahutnya pelan.
Dan haripun mulai malam saat mereka berdua dengan tenang menaiki motor Barra layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
...****************...
"Barr belikan aku pensil alis dong! Masa gitu aja gak ada uang! Kamu pelit kan? Simpan aja uangmu dilempari bergembok zaman penjajahan itu. Dasar kedekut Besar!" Suara itu bagai tergiang dengan jelas ditelinga Barra nyangbtengah tertidur dengan nyenyak diranjangnya yang rapi dan berseprei putih itu.
Cherly! Ya Itu suara Cherly.
Dia tampak gelisah!
Entah mengapa Beberapa hari terakhir suara Cherly sering terngiang di telinganya.
Mengapa jadi begini.
Barra merasakan ada hal yang aneh dibalik semua ini.
"Cherly!"Bisiknya.
Mengapa dia harus menyiksa gadis kecil yang tidak bersalah itu hanya karena seorang Zheba!
Cherly Gadis ceria sang gadis populer yang sangat dikagumi oleh orang orang.
Bukan salahnya kalau Cherly terlahir sangat Cantik.
Dan bukan juga salahnya kalau Zheba mengkhianatinya.
Mengapa harus Cherly yang jadi korban?
Barra meneguk air putih diatas meja kecilnya dan kemudian meremas rambutnya Denan kuat.
__ADS_1
Dia juga terkadang sangat merindukan Istrinya.
Terbayang dalam ingatannya saat Cherly menangis dan memeluknya yang dingin dan kaku dengan sangat manja.
Disuatu sisi hatinya mulai terasa mendua.
Dia tidak pernah mencintai seseorang dengan menggila.
Seperti Dia mencintai Zheba saat itu.
Semua berjalan dengan wajar menurut waktu yang terus membawanya.
Namun saat dia memeluk dan mencium Cherly sesuatu itu datang sendiri. Rada asing yang belum pernah ada.
Dia menyayangi dan mencintai Cherly dengan caranya.
Tanpa basa basi dan rayuan gombal. Namun dapat membuat gadis yang masih muda itu jatuh hati sepenuhnya padanya.
Seperti sa'at gadis itu menyerahkan dirinya secara utuh dan malam malam panas yang mereka lalui dengan penuh kenikmatan yang berbeda. Namun dapat dirasakan Barra dilubuk hatinya yang terdalam.
Dia selalu mendambakan Cherly didalam setiap malam malamnya.
Barra seakan sengaja ingin membuat Cherly hamil. Walau Barra tahu Cherly yang masih menimba ilmu dan Dia yang pergi ketempat tugasnya.
Dengan tidak menggunakan pengaman atau kontrasepsi lainnya.
Dan Barra Dengan sengaja menumpahkan benih sebanyak banyaknya dilahan yang subur itu.
Dan menunggu Benih baru yang tumbuh dirahim Cherly.
Dan dengan Pikirannya yang sedikit jahat karena kecemburuannya yang membabi buta kepada Cherly yang kerap jadi pusat perhatian orang-orang yang memuja istri kecilnya.
Dengan adanya kehamilan itu maka akan membatasi ruang gerak Istrinya.
Dan Tak dapat menjalin hubungan dengan putra Konglomerat itu.
Neo.
Ya Dengan kehamilan Istrinya Maka akan terus Jadi miliknya seorang! Jauh didasar hati Barra.
Dia tak ingin kehilangan Cherly.
Istrinya.
Yang paling cantik.
Yang paling cerewet.
__ADS_1
dan yang paling menggairahkan.