
"Pukul berapa mereka akan keluar dari Dome itu! Pino!"Desak Sam tak sabar.
Dia sadar! Harus sedikit bersabar menghadapi Alex!
Pria itu keluar dengan pengawalan berlapis lapis. Bertindak gegabah?
Atau dia dan Barra akan mati konyol.
"Mungkin besok! Alex belum membuat agenda! Dia masih mengajari gadis itu berenang dipagi ini!" Jawab Pinochito melalui ponselnya.
"Berenang? Sialan! Aku akan membunuh Bangsat itu dan mengkebirinya dengan tanganku sendiri! Dan mengapa Cherly malah terlihat nyaman bersama Alex Sam?" Tanya Barra dengan penuh rasa heran.
Sam menatap jauh kedepan dengan nafas memberat.
Otaknya yang cerdas bekerja dalam diam.
"Alex! Memiliki sebuah misi rahasia dikondomium yang merangkap pusat penelitian rahasia! Dengan dosis yang ringan, Dicampur dalam air mineral yang diminum oleh korban. Para ahli itu merancang dan membuatsebysh eksperimen essensial berbahaya yang dapat melemahkan sistem kekuatan berfikir manusia dengan menghapus sebagian ingatan tentang waktu yang telah berlalu! Selain dari yang terjadi diwaktu berikutnya.
Tidak bersifat permanen! Namun dapat menjadi permanen jika diberikan secara berkesinambungan! Itu yang kita takutkan! Pria itu akan memberikan essentials berbahaya itu kepada Cherly setiap hari, Dan ini dapat menyebabkan Cherly kehilangan ingatannya tentang masa lalunya.
Termasuk Kamu dan Banta Malik!" Tandasnya pelan membuat Barra menjadi geram dengan rahang yang mengatup keras.Barra ******* ***** puntung rokoknya hingga hancur tanpa bentuk.
"Dan aku akan kehilangannya selama lamanya Sam," Bisiknya dengan suara yang bergetar.
"Alex Bukan Gay sejati! Dia pernah memiliki Affair dengan beberapa orang wanita.
Tiffany! Adalah wanita yang pernah tinggal bersamanya namun akhirnya wanita itu berselingkuh dengan Fabian! Seorang Aktor dan Model media dewasa!
Alex Geram! Dan merebut Fabian dari Tiffany! Mereka akhirnya menjadi pasangan, Dan Fabian memiliki akses hebat diperbankan milik Alex! Sebelum Akhirnya mati Ditanganku!"Kata Sam pelan dan lama.
"Dan Aku tahu Alex ! Pasti sedang berencana Merebut Istrimu dengan cara yang sangat licik!" Imbuh Sam dengan matanya yang mengelam.
Barra tak menjawab, Selain meremas rambutnya yang terasa akan tercabut dari kulit kepalanya.
Benaknya terasa penuh, Tapi dia harus tetap kuat dan optimis.Barra tak ingin penyesalan itu kembali datang karena kegagalannya dalam misi menyelamatkan Istrinya dari jeratan licik Alex.
"Aku ingin memakan "Pancake pisang berkelahi" Katanya lesu sambil memandang kearah jendela hotel yang berada diatas ketinggian 60 Meter itu.
...****************...
Tak ada yang aneh pada diri Cherly sa'at terbangun dari tidurnya. Waktu masih menunjukkan pukul Dua belas tengah malam.
Badannya terasa sangat ringan walau sisa kantuknya masih terasa.
Dan pikirannya terasa normal saat dia melangkah keluar kamar.
Cherly mencari Alex kesana kemari disekitar ruangan yang luas itu.
Cherly mulai merasa kehilangan dan bergantung kepada lelaki itu, Tak ada ingatan lain selain ingatannya tentang Alex, Dia bahkan hampir tak mengingat namanya sendiri.
Setiap hari pria itu memutar Video dan gambar tentang dirinya. Sehingga tak ada Visual dan Audio selain Alex.
Dinding dinding yang putih itu terpampang pigura photo berukuran besar yang memuat gambar Alex hampir disetiap sisi dinding.
__ADS_1
"Alex! Alex!"Teriaknya dengan panik.
Dia keluar dari pembatas ruangan yang diberi peringatan sebagai batas yang bisa dilalui oleh Cherly.
Cherly tak peduli! Dia hanya memperdulikan Alex yang tak terlihat oleh matanya.
"Alex! Dimana kamu! Jangan tinggalkan aku sendirian disini!"Teriakannya yang menggema di Dome raksasa itu menggema dari pantulan dinding yang sunyi.
Beberapa pengawal yang sedang berada Hampir disetiap sudut itu menatap wanita itu dengan waspada!
Mereka akan mati jika wanita itu sampai hilang atau sesuatu yang tak diinginkan menimpanya.
Cherly berlari dengan dress pendek berbunga kecil kesukaannya yang dibelikan oleh Alex dua hari yang lalu.
Cherly menghambur kesebuah ruangan yang tertutup oleh pintu yang lebar.
Cherly mendorong pintu tersebut dengan keras .
Dan dengan mata terbelalak lebar melihat Alex tengah berciuman Dengan seorang pria tampan dengan atasan tanpa baju. Cherly menerobos masuk kedalam tanpa ampun menarik Alex dengan sekuat tenaganya.
Menangis dan menggigit dada pria itu Dengan membabi buta. Mencakar wajah dan tubuh lelaki itu dengan kalap.
Empat orang pengawal langsung menghadangnya dan memegang tangannya.
"Lepaskan dia,"Perintah Alex dengan tegas. Sambil mengibaskan tangannya kearah pengawal itu.
Membuat pengawal itu mundur kembali kebalik pintu.
Cherly merangsek kembali mengambil jambangan bunga yang besar berisi beberapa tangkai bunga tulip segar.
Dengan tubuh hanya mengenakan bawahan boxer biru. berstrip putih. Pria tersebut nampak heran dengan tingkah wanita didepannya yang tampak bagai orang gila yang tengah mengamuk dipinggiran jalan.
Pria itu mengelak dengan cepat sehingga Vas itu menghantam dinding dan jatuh berderai berhamburan kelantai yang berwarna granit Hitam.
Alex menarik tangan Cherly menuju menuju keruangannya namun Cherly menceracau dengan kata katanya yang kotor.
Tanpa pikir panjang Alex membopong tubuh kecil Cherly yang menggeliat bagai kambing yang sedang menuju penjagalan.
Alex tak bergeming pada sa'at tangan Cherly Merenggutbdan mencakar wajahnya. Pria itu terus berjalan hingga memasuki ruangan pribadinya.
Dan membawa Cherly masuk kedalam kamarnya dan meletakkan tubuh Cherly dengan pelan.
Menguncinya dengan tombol otomatis yang berada disisi pintu.
Cherly belum puas dan kembali hendak mengajar pria itu.
Alex memeluk Cherly dengan cepat.
Dengan sangat erat!
Sehingga Cherly tak dapat berkutik.
Kini dia menangis dengan wajah dan ingus penuh Airmata.
__ADS_1
"Kandunganmu bisa berbahaya jika kamu seperti ini!
Aku minta Ma'af! ," Bisiknya dengan pelan sambil membelai wajah Cherly dengan hidung dan bibirnya yang penuh cairan asin itu.
Mencium dan menjilat wajah Cherly hingga bersih.Dengan lidahnya yang merah dan terasa kesat diwajah Cherly.
Cherly memejamkan matanya dengan pelan saat pria itu mulai membelai Tubuhnya.
Dan merebahkannya perlahan kekasur tebal dan empuk itu.
"Jangan tinggalkan aku Alex! Aku takut! " Bisiknya dengan suara yang serak.
Alex menganggukan kepala pelan.
Menyelusuri tubuh Cherly dengan tangannya.
Bangkit Dengan separuh badannya menatap Cherly yang berada dibawahnya.
Menopang satu tangan kepalanya.
Menatap Cherly Dengan dalam. Mengelus wajah Cherly dengan tangan kanannya.
"Chers! Aku hanya ingin mencoba bermain main seperti biasa dengan pria baru itu! Namun aku tak bisa menyentuhnya lagi seperti dulu! Seperti Saat sebelum kau hadir disini! Terasa hambar tanpa rasa! Tidak sama rasanya seperti sa'at aku menyentuh tubuhmu!
Begitu hangat dan lembut! Aku tak akan meninggalkan dirimu sampai kapanpun," Bisiknya sambil kembali menunduk.
Menyentuh Bibir Cherly yang lembut.
Dan angin dalam ruangan itu terasa memanas sa'at ******* pria itu mulai terasa semakin panas diruangan yang sejuk.
Cherly merasa aneh sa'at pakaiannya gelas terlepas satu persatu.
Dia merasa janggal dan merasa hal ini sangat tidak pantas untuk dilakukan bersama pria ini.
Cherly mendorong dada Alex dengan pelan.
"Alex! Bukankah kita harus menikah dulu?" Bisiknya dengan nafas terengah engah.
Alex melepaskan pelukannya dan menatap Cherly dengan penuh hasrat yang terpendam.
"Kita Akan menikah setelah anak dalam kandunganmu lahir Cherly!" Bisiknya dengan mesra sambil menyentuh kembali bibir Cherly dengan panas.
Cherly memasrahkan dirinya sa'at Pria itu mengeksploitasi tubuh indahnya.
Namun ketika penyatuan kedua asa yang berlainan itu terjadi! Lagi lagi Cherly mendorong tubuh Alex dengan lembut dan penuh penolakan.
Alex bangkit dan duduk disisi Cherly.
Merebahkan tubuh wanita yang polos itu Dengan selimutnya yang berwarna hitam putih yang lembut.Alex mengecup kening Cherly dengan penuh perasaan.
"Tidurlah Aku akan bekerja didalam ruangan ini,"Bisiknya sebelum bangkit menuju ruangannya membawa alat dan media kerjanya kedalam ruangan Cherly.
Cherly mengangguk pelan.
__ADS_1
Dan perlahan memejamkan matanya.
Alex mungkin akan bekerja hingga dini hari.