Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Jendela Yang Terbuka


__ADS_3

Ali Ramadhan menatap Cherly tanpa kata,Terdiam sejenak! Sedangkan Rosita menggenggam jemari Cherly yang gemetar!


Dia takut! Ayahnya Pak Hermawan akan marah dan menganggap Barra telah menghinanya dengan menghamili Cherly.Yang notabenya adalah istri sah dari Barra. Namun Barra dianggap telah menelantarkan Cherly dalam waktu yang cukup lama. Dan menemui Cherly dengan sangat tidak hormat yaitu penculikan yang berujung malapetaka yang sangat mengerikan sehingga temannya Truddie nyaris kehilangan nyawanya.


Dan perbuatan Barra akan menjalar keranah hukum yang mungkin saja akan ditindak lanjuti oleh Tuan Paul. Ayah Truddie.


"Tenanglah Cherly! Kami akan minta maaf kepada orangtuamu secara kekeluargaan. Atas kelakuan Barra yang liar. Dan tindakannya yang diluar akal sehat itu.


Kami juga tahu keberadaan Barra selama ini. Sehingga Kak Rosita tak menangisinya lagi, Dan berharap suatu saat nanti Barra akan pulang kembali kerumah ini.


Barra membuat kelakuan yang tidak pantas terhadapmu sebagai istrinya! Ini membuatku semakin malu dan terluka.


Barra menjalankan bisnis Illegal waktu itu kami juga sudah tahu ! Namun kami tak menyangka Barra akan melakukan tindakan bodoh ini. Tak ada yang memarahinya jika Barra meminta maaf kepada Pak Hermawan, Dan membawamu ikut bersamanya juga Banta.


Kalian adalah tanggung jawabnya.


Aku mengenal Barra seperti mengenal diriku sendiri.


Pasti ada suatu alasan yang membuat Barra hingga bertindak seperti ini," Kata Pak Ali Ramadhan dengan bijaksana.


Cherly hanya menunduk memainkan ujung bajunya sambil menangis.


Sa'at Rosita memeluknya dan memberi ketenangan pada dirinya. Cherly merasa sangat lemah dan tak berdaya.


Apakah Barra bertindak karena Zheba? Bukankah Barra sering menemui Zheba dan mempunyai apartemen bersama wanita jahat itu?


Sehingga Barra menemuinya dengan cara tidak terpuji?


Berbagai pertanyaan timbul dibenaknya.


Yang membuatnya kian lemah.


"Sekarang tenangkan dulu pikiranmu dan jaga kandunganmu baik baik! Kau perlu istirahat, Tanpa memikirkan hal yang tidak berguna. Dan ada masakan yang spesial Kakak buat untukmu, Agar kamu dan janin yang dikandunganmu semakin kuat dan sehat, Ok? "Bujuk Rosita dengan lembut.


Cherly menganggukkan kepalanya tak berdaya. Saat Rosita menuntunnya masuk keruang makan dan memasakkan makanan yang enak buat Cherly yang sedang menangisi nasibnya. Barra! Aku akan menghajarmu disaat bertemu,Bisik Rosita dalam hati.


Gemas dengan kelakuan sang adik ipar yang telah dianggapnya bagai adiknya sendiri itu.


...****************...


PK 23.07 WIB.


Truddie Mengenakan baju tidurnya yang terbuat dari bahan Chiffon halus yang tipis berwarna putih. Tanpa lengan dan terasa longgar ditubuhnya yang ramping. Dada indahnya tercetak dengan jelas diruangan yang samar itu. Truddie sangat bangga dengan semua bagian tubuhnya. Semua indah dan anugerah Tuhan yang tak dapat dihitungnya.


Truddie tersenyum damai menuju ranjangnya.


Mematikan lampu kamarnya yang terang dan menghidupkan Lampu tidur dengan Kap berwarna kebiruan.


Mulai membaringkan dirinya diranjang yang Empuk. Denan seprei berwarna pink.


Mengurai rambut keriting sosisnya yang cantik dan lembut.


Terasa wangi vanilla yang membuatnya merasa nyaman. Truddie meraih Guling yang berbentuk wajah Barbie yang cantik. Truddie malas merawat wajahnya ketika akan tidur.


Dia merasa wajahnya cukup cantik dan bersih hanya dengan mencuci wajah dengan Foam moisturizer lembut hingga merasa wajahnya tampak bersinar.


Diakhir pekan besok Nyonya Ning akan mengajaknya kesalon langganan mereka.

__ADS_1


Truddie akan menjalani prosesi perawatan rutin seluruh tubuhnya hingga tampak semakin cantik. Truddie memang cantik.Bentuk tubuh indahnya yang seksi menawan mata setiap orang yang melihatnya.


Kata Ayahnya, Truddie mewarisi wajah Bangsawan Eropa dengan ciri khas bintik coklat samar diwajahnya itu.


Dan Ayahnya tak mengizinkan sang anak untuk Face lighting mendalam dan debrasi pengangkatan pigmen diwajahnya. Truddie tetap cantik dengan ciri khasnya sendiri. Dia memukau dengan sifat riang dan kecantikan yang unik dan langka itu. Truddie tersenyum diatas bantalnya mengingat perkataan sang Ayah.


"Paulie adalah peri kecil yang paling cantik telah dikirim Tuhan Untukku," Begitu kata sang Ayah.


Gadis itu merenung sejenak.


Sambil mengusap usap selimutnya yang terasa sangat lembut dan harum.


Banyak hal yang telah terjadi didalam hidupnya. Namun dia bersyukur kepada Tuhan yang telah banyak memberi perlindungan buat dirinya dan keluarganya.


Truddie memejamkan matanya dengan mulai menghitung domba domba yang putih di tengah ladang yang Savana luas.


Dan dia adalah gembala yang berdiri diantara perlindungan dan kasih Tuhan.


Truddie mulai terlayang menuju tidur saat tirai jendela kamarnya yang lebar itu terbuka.


Truddie hampir menjerit saat sesosok tubuh tinggi melompat dengan lincah masuk kedalam kamar dalam hitungan detik. Dan sosok itu menutup jendela dengan cepat. Truddie meremas gulingnya dengan kuat! Ketakutan yang teramat sangat!


Truddie tak habis pikir Bagaimana mungkin security digardu depan gerbang rumahnya sedemikian lengah.


Dan jendela yang terkunci rapi itu dapat terbuka?


Pak Subur dan anak buahnya kemana? Sehingga seorang penyusup bisa masuk Kekamarnya.


Dan sang penyusup mengangkat wajahnya kearah Truddie!.


Sam! Bisik Truddie dengan gemetar.


Sam Akan membunuhnya!


Ini adalah akhir dari hidupnya.


Wajah Tampan itu menyeringai dingin kearahnya.


Truddie memeluk gulingnya bagai bocah SD saat menonton film Anabelle! Menciut dan merasa mengecil.


Sam terus mendekati Truddie dalam langkah yang sangat pelan. Bagai pelakon pantomim dalam reply yang lambat.


Berdiri disisi ranjang Truddie yang menyembunyikan wajahnya dibalik guling pink itu.


Sambil memejamkan matanya dengan kuat.


Sam menyentuh bahu gadis itu dengan sangat pelan.


Mengelus rambut coklat halus yang jatuh tak beraturan itu.


"Hai Chesire! " Katanya pelan dengan suara berat.


Perlahan Truddie mengangkat wajahnya dan menatap keatas! Tepat kearah bola mata kelam Sam.


Wajah Truddie yang polos dan ketakutan itu tampak menggemaskan, Bagai putri dalam legenda kuno.


Sam menarik gadis itu pelan untuk turun dari ranjangnya.

__ADS_1


Bagai terhipnotis Truddie turun dengan tangan yang masih digenggam pria itu.


Truddie berdiri didepan Sam dan menunduk takut.


Tangan hangat pria itu menyentuh dagunya hingga mendongak menatap kearah Sam.


Dan Truddie merasa melayang saat pria itu menunduk menyentuh bibirnya yang tergetar dingin tersentuh oleh bibir pria yang terasa panas itu. sangat lembut membuat Truddie memejamkan Matanya dengan pelan.


Apakah tangan Sam menjalar pelan kelehernya dan mencekiknya? Pikirnya . Ketakutannya datang kembali.


Mungkin Sam ingin bersenang senang lebih dulu dengannya sebelum membunuh dan mencekik lehernya? Truddie melepaskan bibirnya dari Bibir pria yang tengah ********** dengan lembut dan mulai panas itu.


"Sam! Apa kau akan membunuhku?"Bisik Truddie pelan menatap kearah mata Sam yang memerah.


Sam tak menjawab melainkan menarik Truddie agar merapat ketubuhnya dan memeluknya dengan erat. Dan berbisik diatas kepala Truddie.Yang menempel didada keras pria tinggi itu.


Truddie mendengar degup jantung pria itu berdetak kencang.


"Chesire! Aku tak bisa memejamkan mataku dimanapun aku berada! Bolehkah Aku tertidur diranjangmu?" Katanya dengan pelan.


Truddie melonggarkan pelukan Sam! Dan menatap kearah Mata Sam yang terlihat bersinar penuh harap.


Truddie mengangguk pelan, Dan kembali melayang sa'at bibir panas itu kembali menyesap kelembutan bibirnya yang indah dan tipis berisi penuh dan kenyal. Namun kini telah menghangat akibat sentuhan Sam.Mereka berdua terlelap dalam kehangatan malam yang kian dingin.


Suara dengusan bercampur erangan Truddie itu menggema diruangan yang sejuk tanpa pendingin itu.


Ketika Truddie tersadar dan melepaskan diri. Dan melihat kearah pakaiannya yang telah terjatuh didekat kakinya Truddie menatap kearah Sam yang kini masih berpakaian lengkap. Kaos pendek belang hitam dan merah maron dengan jeans biru yang cerah.


Truddie tertunduk malu berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya yang kecil.


Sam melepaskannya dan tak melihat kearah Truddie yang salah tingkah hampir menangis! Malu dan takut.


Sam membaringkan tubuhnya dengan sepatu kets putih yang belum sempat dibuka olehnya. Tubuh tinggi itu terlihat melintang terlentang diranjang Truddie yang temaram. Tangannya terletak didadanya dan saat Truddie mengenakan pakaiannya kembali Pria itu menatapnya.


Kemudian menarik tubuh dan merebahkannya pelan disampingnya dengann posisi yang melintang.


Truddie merasa aneh dengan cara tidur yang aneh serta bersama orang yang aneh.


Pria itu tak memeluknya atau menyentuh tubuhnya.


Dan mata pria itu terpejam dengan perlahan. vWajah tampan dengan sebaris alis tebal berbaris rapi. Bibirnya yang terlihat memerah dengan nafas harum aroma mint.


Rambut yang hitam terlihat panjang itu benar benar memukau, lekukan hidungnya yang mancung itu yang sedang posisi berbaring meletakkan tangannya sebagai bantal.


Aneh Truddie mencubit pipinya berkali kali.


Dengan keras!


"Aduh," Rintihnya pelan.


Ini nyata!


Truddie meraba bibir dan tubuhnya yang terasa panas. Akibat sentuhan pria yang tengah tertidur itu.


Truddie berbaring menghadap kearah Sam yang terlihat damai dengan nafas yang teratur.


Truddie mendeteksi nafas Sam dihidung pria itu dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Secara Naluriah mencium pipi Sam dengan lembut.


"Selamat Tidur Sam!" Bisiknya.


__ADS_2