
Cherly Harus mengejar waktu. Mengikatkan rambut hitam dikepalanya dengan sedikit rapi.
Bajunya yang sederhana itu terlihat agak sempit dibagian dadanya. Dan model tiga tahun yang lalu.
Cherly jadi heran! Dia punya suami yang kaya raya namun tak pernah mengajaknya untuk berbelanja pakaian dibutik resmi yang bergengsi.
Barra selalu menyuruhnya memakai pakaian daster dan baju baju standart wanita penikmat style jadul.
Huh! Barra bahkan bisa membeli lima atau sepuluh butik sekaligus. Namun anehnya Barra selalu mengatakan kalau Cherly tetap cantik walau tanpa baju!
Huh kampret! Desah Cherly sambil menunggu Antrian panjang di Aula besar tersebut.
Para wanita yang berjumlah ratusan itu nantinya akan disaring kembali dalam review singkat untuk bertarung kebabak akhir penyisihan pegawai kantor besar yang merekrut para lulusan terbaik dari perguruan tinggi bergengsi.
Dan kebanyakan para pelamar itu berpenampilan style maximal dan besutan dari perguruan Tinggi luar negeri.
Oh! Aku tak ada apa apanya jika berkompetisi dengan mereka kata Cherly sedikit rendah diri.
"Phantom Experience"Adalah perusahaan multinasional yang bergerak dalam usaha perbankan, Ekonomi dan Bursa saham asing. Dengan CEO yang masih muda bernama Adolf. Namun menurut teman disisinya yang sedang mengobrol pelan dengan salah seorang temannya itu.
Pemilik perusahaan raksasa ini adalah seorang pria yang bekerja dibalik layar.
Dia sama sekali tak suka terjun langsung ke perkantoran ini.
Melainkan bekerja dari kamarnya.
"CEO nya adalah Tuan Leonard Alexis. Keturunan Singapura-Siberia. Kini beliau memasuki masa pensiun. Dan dikendalikan oleh putranya. No name! Dia tak suka namanya diketahui oleh banyak orang.
Dan beliau lebih suka bekerja dibalik layar.
Dan jarang tampil diperusahaan ini. Karena beliau.
mempunyai perusahaan yang lebih bonafid di Singapura!" Bisiknya dengan pelan.
Cherly mengernyitkan kening! Mengapa namanya sama dengan Alex? Lalu apanya yang aneh? Didunia ini banyak nama yang sama disuatu negara yang juga sama!
Lagi pula Alex adalah penguasa dari Perusahaan kegelapan. Alias Mafia!
Bagaimana bisa lulus Lisensi pengembangan Investasi di Negara yang yang Demokratis ini.Pikirnya singkat.
"Nona Cherly Kemala Ulfa! Silakan!" Kata gadis yang duduk dikursi depan. Salah satu karyawan Perusahaan ini.
Cherly masuk dengan langkah mantap! Tak perduli beberapa mata menatap kearah dres sederhana berpotongan lama itu.
__ADS_1
Tampil ditengah tengah para peserta fashionable yang berkelas tak membuatnya lantas undur diri.
Semuanya dilakukannya adalah demi keluarga kecilnya yang tak lengkap.
Barra mempunyai banyak uang direkening dalam dan luar negeri! Namun Cherly ingin menunjukkan kepada suaminya Bahwa kelemahannya sebagai perempuan tidak harus menjadikannya benalu yang selalu ingin disingkirkan oleh Zheba dan Maya! Dia punya hak atas hidupnya dan dia memiliki anak yang harus diberikan sesuatu yang dapat dikenang oleh anaknya sebagai Ibu dan Ayah dalam waktu yang bersamaan.
Cherly memasuki ruangan besar itu. Dan duduk dengan melipat kedua tangannya dipahanya dengan sikap hormat.
Sang CEO yang masih berusia awal 30 An itu menatapnya dengan pandangan tajam.
Wajahnya bujur sirih dengan rambut terpotong pendek.
Tubuhnya tinggi dan agak kurus itu yertup pakaian resmi yang rapi. Dan memakai stelan serba hitam!
Hitam! Mengingatkan Cherly pada sesuatu hal yang buruk sekaligus indah.
Cherly salah tingkah.
Cherly merasa jengah dan menunduk dalam dengan dagunya yang lancip dan indah itu.
"Saya sudah mereview lamaran anda sekaligus berkas berkas administrasi perkantoran yang anda serahkan dua Minggu yang lalu.
Anda bisa langsung bekerja besok! Nona Cherly!" Katanya tanpa basa basi.
Tak ada pertanyaan yang berarti tentang seputar pekerjaan dan pengalaman sebelumnya.
"Hmm.Tanya tanya kek! Tinggal dimana! Umur berapa atau anak berapa! Ini langsung saja main suruh datang besok! Bikin bahagia sekaligus gelisah juga, Ni Pak CEO" Pikirnya lagi. Bukankah peserta lainnya ditanyai sampai sedetail mungkin. Hingga sampai keterlibatan pelamar dengan organisasi yang bermasalah. Sedangkan Cherly memang tidak pernah terlibat dengan suatu organisasi terlarang.
Sedangkan organisasi Trio Popular tak pernah bermasalah dalam kemasyarakatan sekitar.
Dan waktu didalam ruangan interogasi itu memakan waktu hampir 40 Menit.
Aneh! Cherly bukannya berbahagia disuruh datang di jam kerja esok hari.
Cherly gelisah ada sesuatu yang tak beres dalam wawancara ini.
Dia takutada seseorang yang tengah mengincarnya untuk alasan yang Pribadi dan masih berhubungan dengan Barra atau Sam!
Bukankah Barra juga adalah seorang yang pernah hadir didalam organisasi bisnis gelap?
Kalau hal ini berhubungan dengan Barra Cherly akan memaki lewat telpon! Suatu hari nanti.
Mengapa Barra harus hadir membawa masalah dalam kehidupan kariernya yang baru saja akan dimulai.
__ADS_1
Cherly keluar undur diri dari depan sang CEO yang berwibawa tersebut.
Beberapa pelamar lagi lagi Menatap dengan wajah aneh.
Mengapa Cherly keluar begitu cepat? Wanita dengan pakaian yang sederhana itu terlihat menunduk lesu.
Dia pasti ditolak! Wajah pelamar itu terlihat puas! Pesaing berkurang!
Dan Cherly terlihat tidak profesional bekerja dikantor Besar seperti ini. Dia terlihat tidak stylish dan agak terlihat seperti Ibu ibu komplek yang suka menggosip sa'at menunggu tukang sayur lewat.
Cherly berjalan menuruni tangga lantai dua yang panjang dan lebar.
Pikirannya berkecamuk cepat! Namun dia akan bertekad akan terus datang kekantor ini untuk bekerja keesokan harinya.
Dan pintu ruang wawancara lebar berwarna hitam itu tertutup kembali rehat beberapa menit.
"Boss! Wanita itu telah selesai dalam sesi wawancara! Besok dia langsung bekerja dikantor kita," Katanya melakukan komunikasi dengan seseorang lewat telpon.
"Pantau terus keadaannya Adolf! Jangan sampai gagal! Berikan dia tempat diruangan kamu! Agar kita lebih mudah untuk memberi informasi tempat tinggalnya." Sahut suara ditelpon itu.
"Baiklah Boss,Kapan anda akan berencana untuk datang kemari?"Tanyanya pada orang itu.
"Mungkin secepatnya Adolf! Setelah urusanku selesai,"Sahutnya sambil menutup percakapan.
...****************...
Barra menatap pepohonan yang bergoyang dihembus oleh angin.
Melihat mentari yang akan tenggelam dibalik bukit dibelakang rumah dinasnya dan Maya.
"Makanlah Barra! Kau tak bisa sakit jika terus terusan memikirkan hal yang penting dalam hidupmu!Cherly tak akan pernah kembali kalaupun kau berdo'a sepanjang senja!" Kata Maya yang datang memeluknya lehernya dari arah belakang.
Barra melepaskan Pelukan wanita itu dengan pelan.
"Mereka sangat penting untukku Maya! Dan aku akan berdo'a disepanjang hidupku untuk pintu hati Cherly yang kini telah tertutup untukku!"Kata Barra dengan tegas.
sambil menatap Maya dengan tajam.
"Maya! Apakah kau tak bisa membiarkan aku untuk kembali kepada Cherly dan anak anakku? Aku sangat tersiksa disini! Lihatlah aku yang sekarang! Tak mempunyai kekuatan sama sekali! Bahkan Sam telah pergi dariku! Aku menjadi sosok yang sangat lemah tanpa Cherly!"Kata Barra dengan terluka.
Maya menarik nafas Panjang.
"Cherly tak akan pernah bisa menerima dirimu kembali! Tinggallah disini bersamaku selama lamanya Barra! Aku lah yang paling mencintaimu dan membutuhkan dirimu! Bukan Cherly! Mungkin Cherly akan kembali Pada Penculiknya! Alex! Kau harus membuka matamu Barra! Cherly tak membutuhkan dirimu lagi! Sama seperti dia tak membutuhkan uang yang kau transferkan kerekeningnya.
__ADS_1
Dia mengembalikan uang itu tanpa merasa bersalah!"Kata Maya berusaha untuk terus meyakinkan Barra yang kini tertunduk lesu.