Guru SD? Oh My Hot!

Guru SD? Oh My Hot!
Apabila Cherly Marah!


__ADS_3

Truddie menggeliat pelan.


Membuka matanya dan menemukan mata yang teduh itu tengah memandangnya dalam diam.


"Sam! Aku kira kau telah menghilang seperti biasanya! Saat pagi mulai datang, "Bisik Truddie dengan suara bangun tidurnya yang serak. Sam menggeleng dengan senyuman yang sangat manis!


Truddie menatap Sam dengan takjub! Sam tersenyum? Truddie mengelus wajah Sam dengan jemari mungilnya yang terlihat memutih.


"Sam! Aku mencintaimu, "Bisiknya ditengah cahaya matahari yang menembus lewat Gordyn tipis yang lebar.


Sam mengangguk dan membungkukkan wajahnya dan membuang jarak diantara mereka. Bibir Truddie yang memerah tampak basah itu berwarna merah bagai delima yang masak sempurna.


Deru nafas itu kini mulai terdengar kembali seakan tak ingin berhenti dan waktu seakan mengalah untuk tidak berhenti. bisikan dan sebutan dengan sejuta kemesraan dalam hening pagi membuat gairah yang terhenti sejenak itu. Kembali membara dalam hembusan nafas yang menyapu pagi yang cerah. Menyatu dalam pusaran dalam tujuan yang sama. Membawa kedua insan itu memadu kehangatan yang seakan tak terpisahkan.


Hentakan demi hentakan itu seakan berlomba dengan waktu yang kian singkat untuk mereka berdua . Sam bergerak cepat tanpa jeda membuat Truddie merintih dan terus merintih ditelan dengung Pendingin ruangan yang kini menyala mengusir hawa panas penuh keringat malam. Sam! Pria kuat yang penuh pesonanya dalam sisi sunyi yang berjiwa hampa mencair bagai terkena panas yang belum juga mereda.


Dan berpuluh menit menit itu berlalu tanpa terasa. Lahar panas yang menerjang mengalir deras membasahi tanah subur yang belum tersentuh oleh lava yang membeku!


Jerit panjang mereka menyatu serentak membuat Sam terengah engah menahan hasrat yang kembali menggebu! Tanpa selang waktu.


Truddie mendorong Dada Sam dengan pelan.


"Sam! Aku tak sanggup lagi. Tubuh bagian bawahku sangat perih," Bisiknya dengan suara lemah. Sam hanya mengangguk pelan.


Dan bangkit memungut Pakaiannya yang berserak tak teratur bagai habis diterbangkan angin Tornado yang menyerang hebat.


Dan kembali mengenakan Pakaian serba putihnya. Dan menatap Truddie sekilas terbaring dengan lemah.


Pria itu mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Truddie.


"Selamat Tinggal Truddie! Aku pasti kembali! Dan kita akan bersama selamanya,"Katanya pasti. Truddie mengangguk penuh rasa haru. Namun hatinya terasa hampa saat melihat Kelebat tubuh Sam yang melompat dari jendela. Truddie berfirasat lain.


Mungkinkah Sam akan kembali menepati Janjinya?


...****************...


Suasana dalam Bus yang penuh sesak sarat penumpang itu penuh pedut yang membuat Cherly menahan nafasnya dengan berat. Sambil berpegangan pada besi ditengah Bus besar itu, Tubuh Cherly kadang terayun keberbagai sisi.

__ADS_1


Keringat mulai mengeluarkan bintik kecil dikening Cherly yang tampak kegerahan dipagi yang mulai menampakkan sinarnya yang menghangat.


Cherly melihat kearah angka arloji kecil dipergelangannya yang mungil.


Pk 7.48 WIB.


Oh! Dia terlambat lagi. Dan wajah Lora akan masam melihatnya dengan sinis. Cherly berharap segera sampai kekantor besar itu.


Dan akhirnya! Dua menit lagi dia akan tiba.


Cherly menarik nafasnya dengan lega! Dengan cepat memberikan selembar lima ribuan kepada kepada kondektur yang berteriak teriak dengan suara yang penuh energi pagi.


Bus itu berhenti didepan kantor"Phantom Exprience" Yang terlihat menjulang dengan dinding bagian atas yang sebagian besar terbuat dari kaca hitam yang tebal.


Dengan Desain Grafis yang berbentuk bias garis yang simetris.


Cherly memperbaiki pakaiannya yang terlihat kusut dengan aroma kacang asin dari penumpang disampingnya. Cherly tiba tiba merasa lapar dengan aroma bawang gorengnya. Cherly belum sempat makan saat berangkat barusan. Banta Malik mulai bertingkah dan minta digendong oleh Cherly yang hendak berangkat dengan terburu buru.


Cherly merapikan gelungan rambutnya dengan asal. kemeja putih dan rok berpotongan A itu terlihat lecek. Memasuki kantor dengan kaki mungilnya seakan akan dia adalah pekerja yang sangat penting!


Ini membuatnya sedikit malu. Karena sesampainya dimejanya hanya sebagai kacung pengantar teh! Oh benar benar memalukan! Bisiknya nelangsa dalam hati.


Mata Lora membelalak sempurna saat melihat kedatangan Cherly yang terlambat hampir dua puluh menit.


"Karmini malah datang lebih cepat darimu! Bukankah tugas kalian sama?" Cemooh wanita Cantik berstyle tinggi tersebut! Pagi ini Sekretaris itu tampil dengan rambut Blonde model Singa! Dengan surai samping yang lebih mirip jerami kering untuk makanan sapi. Mungkin wanita itu meniru Style Lady Gaga! Malah terlihat lucu dengan baju potongan rendah yang membuat kedua gunung tenis itu terlihat aneh! Terjepit dalam Outfit dan Skirt berbahan karet yang sempit!


Ouwh! Cherly menutup mulutnya hampir tertawa. Bodi yang aduhai itu jadi rusak karena Fashion yang salah letak. Mungkin terlalu modern atau apalah! Alumni luar negeri yang bergengsi selalu jadi acuan trendsetter yang kadang tidak tepat!


Karmini! Adalah Kepala Cleaning Servis dilantik ini. Seorang gadis tamatan SMA yang berwajah ramah. Cherly tak masalah disamakan dengan Karmini! Cherly cuma tak suka cara Lora memandangnya! Dan menyuruh nyuruhnya bagai jongos yang sama sekali tak dihargai.


"Buatkan Kopi hitam dengan Creamer lembut buat Pak Adolf! Gulanya jangan terlalu banyak!"Perintah Lora sambil menundukkan wajahnya seolah fokus membaca buku agenda. Lora terlihat malas melihat wajah Cherly. Dengan cepat Cherly bergegas kebelakang dan memasukkan biji kopi yang siap pakai itu kemesin penghancur hingga menjadi serbuk halus.


Cherly memasukkan dua sendok gula dan memasukkannya ke Mix Blend dan mengaduknya hingga dua menit sampai berbuih. Menuang susu dan krim Vanilla dengan sedikit pengemulsi memasukkannya ke Mix yang lainnya. Kembali mengaduk dengan kecepatan rata rata hingga mengental. dan berbusa lembut. Cherly memandang hasil kerjanya yang bagus!


Menaruh gelas berisi kopi krim itu dinampan kaca tebal. Dan membawanya menuju ruangan sang CEO Adolf.


Adolf menatap Cherly dengan dingin tanpa mengucapkan terima kasih. Cherly tak masalah dengan sikap Adolf! Disini dia hanya seorang jongos. Pikirnya berlapang dada.

__ADS_1


Cherly melangkah dan kembali duduk dikursinya yang terasa tak lagi nyaman.


"Tunggu! Pak Adolf Saya akan menguji rasa kopi buatan wanita itu! "Kata Lora sambil menuju kearah sang CEO. Cherly yang tak tahu apa apa hanya duduk ditempatnya menunggu suruhan berikutnya.


Brakk!


Pintu itu dibuka dengan lebar! Tanpa berkata apa apa langsung menuang kopi yang telah dibuat oleh Cherly dengan susah payah itu keatas mejanya. Cherly kaget dan heran dengan rasa panas yang kini membasahi lengannya yang terletak diatas meja!


Kesalahan apa yang telah dilakukannya?


Dia melaksanakan perintah Lora dengan baik.


"Lora! Bisa kau jelaskan alasan menumpahkan kopi buatanku keatas mejaku?"Kata Cherly memohon penjelasan Lora dengan sikap bersabar.


"Aku tak perlu menjelaskan apa apa! Aku hanya muak melihat wajahmu berkeliaran disekitarku seperti ulat bulu! Yang membuat rasa gatal ditubuhku! "Jawab wanita itu dengan pandangan merendahkan Cherly. Membuat Cherly gusar.


Kesabarannya telah habis!


Baru tiga hari bekerja dikantor sialan ini aku sudah mendapat kesialan hampir sepanjang hari, Kata hatinya dengan geram.


Merebak bangkit berdiri memasuki ruangan sang CEO!


"Hei! Manusia busuk bau bangkai! Apa yang terjadi pada mulutmu kotormu yang sok keren itu! Kau pikir membuat kopi itu tidak susah! Jelaskanlah padaku Midas! Kejam penghuni jahanam! Kenapa Mak Lampir itu menuang kopi yang kubuat sepenuh perasaan itu dengan semena mena! Kau pikir kau siapa Hah! Kau pikir kau pemilik kebebasanku! Aku tidak takut padamu! Pria setan! Dan Singa betina itu! Tolong katakan Padanya agar bisa menghargai jerih payah orang!" Kata Cherly sambil membanting gelas kristal mahal itu kelantai.


Membuat Karmini dan beberapa Cleaning servis wanita melirik sambil mencuri ciri dengar.


Cherly marah marah seperti pedagang kaki lima yang digusur petugas penertiban pasar.


Lora hanya menatap Cherly sambil menutup mulutnya dengan ketakutan. Berani sekali gadis dengan Style lusuh itu memaki maki sang CEO yang hebat itu.


Adolf hanya diam sambil mengusap usap bibirnya dengan wajah memerah.


Cherly belum puas. Pergi kemeja pribadinya yang tak membuatnya bangga itu.


Mengambil kertas dan pulpen! Setengah berlari menuju kemeja Lora. "Hai perempuan berambut Jerami! Sekarang tulis somasi ku ini keatasan kalian di luar negeri sana! Biar dia tahu dia. memiliki CEO dan Sekretarisnya yang suka menindas orang lemah seperti aku! "Kata Cherly sambil menyumpah sudah serapah yang sudah sekian lama tak diucapkannya.


Dia. merasa puas sekarang!

__ADS_1


Menyambar tas sandang kecilnya diatas meja dan meludah dimeja kebanggaan Lora.


__ADS_2