
30 Menit kemudian pertemuan Satya dan Pak Adi selesai.
"Indra kamu pulang saja aku akan mengantar Gadis itu terlebih dahulu." ucap Satya
"Baiklah." Ucap Indra.
"Ingat Satya dia dalam keadaan mabuk, kamu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan." Bisik Indra
"Dasar, apa kamu pikir aku pria seperti itu?" tanya Satya
"Siapa yang tau apa yang akan terjadi sama kalian berdua? Kecuali kamu laki-laki tidak normal sehingga tidak punya nafsu untuk menyentuhnya." Ucap Indra
"Dia bukan level aku. Sudahlah kamu pergi saja." Ucap Satya dan mendorong Indra
"Baiklah Tuan Satya." Ucap Indra dan pergi meninggalkan Satya
Bisa-bisanya dia mengatakan seperti itu padaku. Aku ini laki-laki normal, hanya saja aku tidak tertarik dengan perempuan yang menawarkan tubuhnya untukku. Gerutu Satya dan berjalan menuju kamar Seyla
Sesampainya di kamar, Satya membuka pintu tersebut dan menutup pintu.
Satya berjalan ke arah ranjang tempat Seyla tidur. Dia menatap Seyla dengan jarak dekat.
"Iya aku akui dia memang cantik." ucap Satya sambil tersenyum.
__ADS_1
tiba-tiba pandangannya di bibir Seyla. Bibir Seyla berwarna pink dan itu sangat menggoda Satya
"Ah apa yang aku pikirkan? apa aku tertarik dengan bibirnya? tidak-tidak sambil menggelengkan kepala." ucap Satya
Seyla yang masih tidur itu tiba-tiba menarik tubuh Satya dan memeluknya.
Dia pikir bahwa itu adalah Susan, karena biasanya dia memeluk Susan kalau sedang tidur.
Satya yang sudah berada dekat sekali dengan wajah Seyla, jantungnya berdetak cepat.
"kenapa jantungku berdetak cepat? apa aku jatuh cinta padanya? ah tidak mungkin. Mungkin ini karena aku minum juga tadi." Ucap Satya.
Tapi dia merasakan nafas Seyla yang begitu menggodanya, tanpa sadar pun dia langsung mencium bibir Seyla dengan lembut. Supaya Seyla tidak bangun. setelah beberapa detik dia mencium Seyla dia melepaskan ciumannya.
"Astaga?? apa yang aku lakukan? ah lagian aku hanya menciumnya dan dia tidak mengetahuinya. Kenapa dia tidak sadar saat aku menciumnya? apa dia kalau tidur sama seperti orang mati?"
Satya tidak tau bahwa minuman milik Seyla tadi di Bar sudah di masukan obat perangsang oleh pria rekan bisnisnya. Dia sengaja memberikan obat itu, karena dia mengira bahwa Seyla adalah wanita malam. Toh mereka pasti akan melakukannya. pikir pria itu. obat itupun diberikan kepada wanita yang akan diajak tidur dengannya.
Obat itu akan bereaksi jika Seyla sadar ada yang menyentuhnya, karena itu pertama kali Seyla minum alkohol sehingga satu gelas saja sudah buat dia mabuk
"sudahlah aku lebih baik istrahat saja di sini lagian aku sudah capek. Aku akan mengantar dia besok pagi saja." ucap Satya
Satya berbaring di Sofa, dia tidak bisa tidur karena memikirkan bibir Seyla.
__ADS_1
"Ah sial kenapa aku terus memikirkan bibirnya?" Ucap Satya
"Lebih baik aku minum saja supaya bisa tidur dan melupakan bibir gadis ini."
Satya memesan minuman, dan 5 menit kemudian minuman datang.
dia langsung meminumnya. Dia menghabiskan semua minumannya agar bisa tertidur pulas, tapi pandangannya mengarah ke tempat tidur Seyla.
Satya mendekat dan melihat tubuh Seyla dari atas sampai bawah. Seyla sudah tidak menggunakan selimut. Selimutnya sudah ada di bawah kakinya.
Seyla yang menggunakan rok, kini roknya sudah diatas pahanya. itu membuat Satya menelan saliv**** dan tidak bisa melawan nafsunya.
Satya yang sudah dalam keadaan mabuk segera melepaskan pakaiannya tanpa ada sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya
Satya mendekati Seyla dan menindihnya. Dia men***** dengan penuh gairah. Tangannya melepasakan pakaian Seyla.
Seyla yang merasakan ada yang menyentuhnya kini langsung membalas yang dilakukan Satya padanya.
Obat itu kini mulai reaksinya.
Satya yang merasakan ada respon dari Seyla segera melanjutkan aksinya
Selama 1 jam mereka bertempur dan akhirnya Satya tumbang di samping Seyla, dan mereka tertidur sambil berpelukan.
__ADS_1