
Klien penting tersebut akhirnya datang juga.
"sorry I am late"
(Maaf saya terlambat)
"Oh it's okay" ucap Indra
(Tidak apa-apa)
"Please, sit" ucap Satya
(Silahkan duduk)
"Hi Sir, satya nice to meet you"
(Hai Pak Satya senang bertemu dengan anda)
"Nice to meet you too. this is my wife" ucap. Satya
(Senang bertemu dengan anda juga. Ini istri saya)
"Seyla" mengulurkan tangannya
"Albern. So beautiful" ucap Mr Albern mengulurkan tangannya pula
"Thank you" ucap Seyla
"Oh Sorry my wife is late" Ucap Mr Albern
(Oh maaf, istri saya terlambat)
"It's okay" ucap Satya
(Tidak apa-apa)
...............
Mereka sudah selesai membahas tentang pekerjaan, tidak lama kemudian istri Mr Albern datang...
__ADS_1
"excuse me. Sorry, I am late" ucap Istri Mr
Albern
(Permisi. Maaf, saya terlambat)
*Perempuan itu??? Gumam Seyla
Oh untung saja aku mengajak Seyla. Kalau tidak akan terjadi perang dunia ke tiga. Gumam Satya*
"Oh It's Okay. Please sit" ucap Indra
(Oh tidak apa-apa. Silahkan duduk)
"This is my wife" ucap Mr Albern
(Ini istri saya)
"Intan" ucap istri Mr Albern. Mereka saling berjabat tangan terlebih dahulu. Setelah itu Intan duduk di samping Mr Albern
Intan bersikap biasa saja, seperti mereka tidak pernah bertemu.
Iyaa benar dia Intan perempuan itu waktu di restoran dan di kantor Kak Satria. Gumam Seyla
(Ayo kita makan)
Mereka menyantap makan siang sesekali membahas tentang pekerjan dan kerja sama sama mereka.
Setelah selesai makan, Intan pamit ke toilet begitu juga Seyla.
Mereka sedang memperbaiki rambut di depan cermin.
"Mmm kenapa kamu bisa di sini??" tanya Seyla memulai percakapan
"Seperti yang kamu lihat. Saya menemani suami saya" jawab Intan
Hmmm benar juga kata Kak Satria kalau Intan sudah punya Suami. gumam Seyla
"Kenapa? Kamu kaget?? Santai saja. Aku tidak akan mengambil suamimu" ucap Intan dengan tersenyum dan keluar dari toilet terlebih dahulu
__ADS_1
"Ha??? Apa dia bisa membaca pikiranku?? Astgaaaa. Tapi baguslah, setidaknya dia sadar" ucap Seyla
"Aku telepon Kak Satria saja."
Tut....tut....tut....
"Halo..." ucap Satria
"Kak Satria aku ingin menanyakan sesuatu" ucap Seyla
"Hmm katakan. Jangan bilang kamu ingin menanyakan tentang Intan lagi" ucap Satria yang bisa menebak Seyla
"Heheh iya kak. Kok kak Satria tau sih." ucap Seyla malu
"Iyalah tau. Apa bertemu dengan Intan di Indonesia sekarang?" tanya Satria
"Iya kak. Makanya aku telepon Kak Satria" jawab Seyla
"Intan ijin kantor untuk 5 hari karena akan menemani suaminya ke Indonesia" jelas Satria
"Oh. Dia dan suaminya sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan Satya" ucap Seyla
"Iya, suaminya punya perusahaan besar juga. Makanya dia ingin bekerja sama dengan perusahaan Satya. Kamu nggak usah khawatir tentang Intan, Satya sangat mencintaimu dia tidak mungkin mengkhianatimu" jelas Satria lagi
"Iya Kak. Aku percaya sama Satya. Kalau begitu aku tutup teleponanya. Maaf sudah mengganggu Kak Satria" ucap Seyla
"Iya...." Ucap Satria
Seyla menutup teleponnya lalu kembali ke ruang VVIP.
"Sayang kamu dari mana?? Kok lama bangat?" bisik Satya setelah Seyla kembali dari toilet
"Mmm nggak apa-apa kok" jawab Seyla
Akhirnya mereka keluar dari Restoran untuk pulang. Setelah di depan mobil....
"Thank you for your time. we go first" ucap Mr Albern
(Terima kasih atas waktu anda. Kami pergi dulu)
__ADS_1
"Yes. See you next time" ucap Satya
(Ya. Sampai jumpa lagi)