
Mereka masuk di mobil masing-masing, Seyla naik mobil bersama Satya sedangkan Indra naik mobil sendiri. Tapi sebelum Indra masuk dalam mobilnya, Ia dihentikan oleh Intan.
"Pak Indra, boleh kita bicara sebentar??" tanya Intan
Satya dan Seyla belum pergi karena akan berangkat sama-sama dengan Indra. Sementara Mr Albern sudah pergi terlebih dahulu tanpa istrinya.
"Oh Anda bisa bahasa Indonesia??" tanya balik Indra
"Iya. Jadi, apa boleh kita bicara sebentar? Kamu tenang saja saya sudah ijin sama suami saya" ucap Intan meyakinkan
"Baiklah saya ijin dulu sama Atasan saya" ucap Indra
"Baiklah." ucap Intan
Indra menghampiri mobil Satya....
"Aku boleh......."
"Iya boleh. Kamu jangan macam-macam, jangan sampai dia membatalkan kerja sama dengan kita" potong Satya
Kenapa dia ingin berbicara dengan Indra?? Apa karena dia belum tahu kalau Indra sudah menikah?? Hmmm mencurigakan. Gumam Seyla
"Ehhemmmm" Seyla menatap Indra
"Kamu jangan berpikir yang aneh dulu, kami hanya akan berbicara tentang bisnis" ucap Indra, ia takut Seyla akan mengadu pada Susan
__ADS_1
"Oke. Aku percaya. Tapi jangan berani macam-macam atau kau akan tahu akibatnya" ucap Seyla serius
Hmm suami sama istri sama sajar. Sama-sama menakutkan. Gumam Indra
"Iya Nona Seyla" ucap Indra
Mobil Satya pergi meninggalkan Indra menuju kantor.....
"Sayang, emang mereka mau bahas apa lagi?" tanya Seyla dalam mobil
"Mungkin tentang pekerjaan. Apalagi yang dibahas kalau bukan tentang pekerjaan sayang" jawab Satya
"kenapa tidak dibicarakan saja tadi? Kenapa harus sekarang? Hanya berdua dengan Indra lagi" Ucap Seyla
"Mungkin lupa sayang. Lagian Indra kan sekretaris aku, jadi tidak masalah kalau dia ingin bicara sama Indra. Kamu jangan curiga terus sayang." ucap Satya
Sementara Indra langsung menghampiri Intan.
"Kita akan bicara di ruang yang tadi saja" ucap Intan
Indra dan Intan segera kembali ke dalam Restoran dan masuk di ruangan VVIP.
"Indra ada yang ingin saya bicarakan denganmu. Penting" ucap Intan
mereka masih dalam posisi berdiri.
__ADS_1
"Mmm apa ya Bu?" tanya Indra
"Apa saya bisa memeluk mu??" tanya Intan to the point
"Ha?? Me...me..memeluk saya?" tanya Indra kaget menunjuk dirinya sendiri
"Iya" jawab Intan dengan mata yang berkaca-kaca
"Mmmmmm saya....." Indra tidak tahu apa dia mau atau tidak
"Kamu hanya mengingatkan pada putra saya" ucap Intan
"Hmmm kenapa tidak di telepon saja putra anda?" tanya Indra
"Dia pasti sedang sibuk sekarang. Saya ingin segera pulang agar bisa bertemu dengannya tapi saya masih menemani suami saya" Ucap Intan meyakinkan
"Mmmmm......" Indra tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Intan langsung memeluknya.
Indra kaget dan hanya mematung tanpa membalas pelukan Intan
Tidak sadar air mata jatuh di pipi Intan, dia semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan Indra masih tidak membalas pelukan Intan
Apa yang aku rasakan ini??? Kenapa rasanya nyaman saat dia memelukku?? Biasanya aku akan bergairah jika dipeluk erat sama Susan. Tapi, ini beda. Rasanya sangat nyaman ada dalam pelukannya. Gumam Indra
Intan mengahapus air matanya lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Maaf saya permisi dulu" ucap Intan langsung keluar dari ruangan VVIP meninggalkan Indra yang mematung.
"Ada apa dengannya?? Apa dia menangis??" ucap Indra bingung dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal