
Keesokan paginya Seyla bangun terlebih dahulu. Dia sudah membersihkan diri. Setelah itu dia membangunkan Satya yang masih tidur.
"Sayang....bangun." ucap Seyla memegang wajah Satya dengan tangannya yang dingin karena baru selesai mandi.
"Hmmm iya sayang." ucap Satya bergegas ke kamar mandi dengan memejamkan matanya
"Sayang, kalau nabrak gimana?" ucap Seyla lalu mendorong Satya dari belakang sampai masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Mama juga sudah bangun, dia menunggu Satya dan Seyla di ruang tamu untuk sarapan pagi.
Tak lama kemudian orang yang ditunggu datang juga mereka langsung menuju meja makan dan menyantap sarapan pagi.
Setelah selesai sarapan pagi Satya pamit berangkat kerja sementara Mama dan Seyla menuju taman belakang untuk melakukan jalan pagi.
Pip....pip....pip....
Suara klakson mobil terdengar ditelinga mama dan Seyla
"Apa Satya kembali lagi? Atau Indra yang antar Susan ya mah" ucap Seyla
"Mungkin. Ayo kita ke depan" ucap Mama
Seyla dan Mama berjalan ke depan untuk melihat siapa yang datang. Apakah Satya atau Indra.
Mereka melihat ada dua orang laki-laki turun dari mobil.
"Papa...Kak Satria...." panggil Seyla
Kedua orang tersebut menoleh ke arah suara yang memanggil nama mereka.
"Kalian kok datang nggak bilang-bilang?? Kan nanti biar Satya yang jemput" ucap Seyla
"Suprise........" ucap Satria
__ADS_1
"Iya Nak. Satria yang tidak ingin kami mengabarkan kalian. Katanya mau kasih suprise" ucap Papa
"Kak Satria bisa saja." Ucap Seyla
Sementara Mama hanya mendengarkan percakapan mereka dengan perasaan khawatir jika Satya akan menanyakan tentang Intan pada Papa.
Apakah Papa akan menjawabnya?? Atau memilih untuk merahasiakannya. Gumam Mama
Sejujurnya papa tidak pernah menjawab ya atau tidak jika anak yang dikandung Intan adalah anaknya. Tapi, dengan papa mengambil tanggung jawab pa jida anak tersebut jelas menjawab bahwa dia ayah dari anak yang dikandung Intan.
"Mah..." panggil Seyla menyadarkan mama dari lamunannya
"Mama kenapa?? Apa mama sakit?" tanya Satria
"Mama sakit?" tanya Papa juga
"Eh tidak-tidak. Ayo kita masuk" ucap Mama
"Apa papa dan kak Satria ingin sarapan?" tanya Seyla
"Baiklah Pa. Mama nemenin papa saja. Seyla akan jalan sendiri" ucap Seyla
"Eh tidak-tidak. Kamu tidak boleh jalan sendiri. Kalau kenapa-kenapa gimana??" tanya Mama khawatir
"Biar Satria saja yang nemenin Seyla mah. Setelah itu baru Satria istirahat." ucap Satria
"Oh nggak usah Kak. Aku bisa sendiri. Mama tidak usah khawatir Seyla bisa sendiri kok. Lagian ada penjaga di luar sana yang bisa jaga Seyla" ucap Seyla
"Tidak sayang. Mama tidak mau. Satria cepat ajak Seyla jalan, jangan lama-lama nanti Seyla kecapean. Ayo Pa" ucap Mama lalu pergi meninggalkan Satria dan seyla menuju kamarnya.
Seyla dan Satria jalan di taman belakang lalu kembali lagi masuk rumah. Seyla tidak ingin berlama-lama karena dia tahu bahwa Satria juga pasti kecapean dan butuh istirahat.
"Makasih kak sudah nemenin Seyla. Kak Satria istirahat saja. Maaf ya ngerepotin" ucap Seyla
__ADS_1
"Iya. Kamu tidak perlu berterima kasih dan meminta maaf. Ya sudah aku ke kamar dulu" ucap Satria lalu pergi menuju kamar nya begitu juga dengan Seyla.
************
Malam hari tiba, Satya baru pulang dari kantor. Dia menuju kamar nya.
"Sayang sudah pulang" Seyla memeluk Satya
"Hmm Mama mana??" tanya Satya menguraikan pelukannya
"Di kamar. Kamu mandi gih kita akan makan malam" ucap Seyla
Satya menuju kamar mandi setelah selesai mereka turun di bawah menuju dapur.
"Kamu tunggu di sini yaa. Aku panggil mama dulu" ucap Seyla
"Suprise........" teriak Satria membuat Satya kaget dan menoleh ke arah suara itu
"Kak Satria? Kamu kenapa tidak memberi tahuku kalau kamu datang di Indonesia?" tanya Satya
Satria duduk di depan Satria lalu disusul Mama dan Papa.
"Papa....." ucap Satya lalu memeluk papanya
"Kamu baru pulang kerja??" tanya Papa
"Iya pa." jawab Satya
"Oooo berarti hanya papa yang kamu peluk?? Aku kakak mu tidak? Keterlaluan" ucap Satria
Satya melepaskan pelukannya dari papa lalu memeluk Satria.
"Akhirnya kita bisa berkumpul seperti ini" ucap Mama
__ADS_1
"Iya mah." ucap Papa
Mereka menyantap makan malam lalu berkumpul di ruang keluarga membahas tentang perusahaan dan kehamilan Seyla. Setelah itu mereka beristirahat dengan kembali ke kamar masing-masing.