
Setelah Satya dan Seyla selesai makan dan membayarnya, mereka langsung pergi meninggalkan Mall dan melajukan mobil menuju kantor Satria
"Sayang...apa kita tidak mengganggu Kak Satria?" tanya Seyla dalam mobil
"Nggak sayang. Dia justru senang jika kita datang di kantornya" jawab Satya yang masih fokus mengemudi
20 Menit mobil Satya berhenti di depan kantor Satria yang tidak kalah megahnya dengan kantor miliknya.
"Wawwwww bagus bangat" ucap Seyla
"Lebih bagus punyaku. Ayo turun" ucap Satya tidak mau Seyla memuji kantor Satria
Satya dan Seyla berpegangan tangan berjalan menuju ruangan Satya. Mereka memasuki private lift.
Ting.....
Pintu lift terbuka, mereka berjalan menuju ruangan Satria
Sekretaris Satria yang melihat kedatangan Satya langsung membungkuk hormat dan mempersilahkan Satya untuk masuk ke ruangan Satria
Tok....tok...
Satya membuka pintu.....
Satria sedang duduk di kursinya dan menatap layar Laptop dengan serius..
"Apa tuan Satria ada??" tanya Satya menahan tawa
Satria menoleh....
"Dasar....kirain siapa. Silahkan duduk" ucap Satria bangkit dari kursinya dan bergabung dengan Satya dan Seyla yang duduk di sofa
Tok...tok....
"Masuk" ucap Satria
__ADS_1
Sekretaris Satria datang membawa minuman dan cemilan...
"Thank you. What is your name?" ucap Seyla
"You're welcome. My name is Raisa"
"oh nama yang cantik, seperti orangnya" ucap Seyla sengaja menggunakan bahasa Indonesia
"Hmm makasih...saya permisi dulu" ucap Raisa
"ha? kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya Seyla kaget Raisa paham yang ucapnya tadi
"iya. Anda juga sangat cantik" ucap Raisa
"Makasih" ucap Seyla
"saya permisi dulu" ucap Raisa lalu keluar dari ruangan Satria
"Kamu kenapa senyum-senyum seperti itu?? Jangan katakan kamu tertarik dengannya" ucap Satria
"Iya aku tertarik dengannya jika dia menjadi kakak iparku" ucap Seyla tertawa
"Apa kalian datang ke sini hanya ingin mencari jodoh untukku??" tanya Satria kesal
"Bisa iya, bisa tidak" jawab Satya tertawa juga
"Dasar suami istri sama. Menyebalkan. Silahkan di minum" ucap Satria
"Kak, kapan kenalin pacar kakak sama kami?" tanya Seyla setelah meminum minuman nya
"Yang mau dikenalin itu kalau ada. Kalau tidak ada siapa yang harus dikenalin sama kita?? Patung?" Satria menjawab pertanyaan Seyla dan tertawa
"Sayang.....aku serius" ucap Seyla
"Kalian pulang saja dari pada hanya menanyakan hal itu" ucap Satria kembali ke kursinya
__ADS_1
"Kak jangan marah. Kamu sih" ucap Seyla dan memukul lengan Satya
"Nggak apa-apa kok" ucap Satya
"Apa kakak belum punya pacar?" tanya Seyla
"Aku tidak punya waktu untuk mencari pacar" jawab Satria datar kembali menatap layar Laptop
"Sekretaris Kak Satria saja. Dia cantik, sopan pasti orangnya juga baik" ucap Seyla
"Dia sudah menikah" ucap Satria
"Ha???? Kenapa Kak Satria tidak bilang dari tadi sih" ucap Seyla
"Sekarang aku sudah bilang kan. Jado, stop tanya-tanya lagi" ucap Satria
"Hmm baiklah." ucap Seyla
"Oh iya gimana kabar Indra?" tanya Satria
"Dia sedang nggak baik" jawab Satya
"Kok nggak baik?" tanya Seyla
"Apa kamu kasih kerjaan banyak buat Indra?? Dia pasti yang gantiin kamu kan selama kamu di sini" tanya Satria
"Justru aku kasih pekerjaan yang banyak itu justru membantunya untuk menghilangkan kegalauan nya" jawab Satya
"Masa banyak pekerjaan menghilangkan galau sih" ucap Seyla
"Indra itu sedang galau karena tidak bisa melampiaskan hasratnya, secara istrinya kan sedang hamil muda." ucap Satya tertawa
"Sayang...aku udah serius dengarnya kamu malah bercanda" ucap Seyla mencubit perut Satya
Satria hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah Satya dan Seyla yang mencubit Satya
__ADS_1
Aku senang jika kamu bisa tertawa lepas seperti itu Satya. Seyla memang bisa mencairkan sifat dingin yang ada padamu. Gumam Satria