
Setelah selesai membaca Satria ingin tidur karena perjalanan masih lama, ia menatap Raisa yang sedang tidur.
Mudah-mudahan kamu tidak membuat kesalahan di depan keluargaku nanti. Gumam Satria
Raisa menggeliat, perlahan membuka matanya sadar Raisa akan bangun Satria segera memalingkan wajahnya dan pura-pura kembali membaca.
Satria dan Raisa duduk tidak berdekatan.
Raisa melihat Satria yang masih membaca, lalu ia mencari Pramugari karena perutnya sudah meronta-ronta ingin di segera diisi.
"Kenapa sudah bangun?? Perjalanan masih lama" ucap Satria tanpa melihat ke arah Raisa
"Saya.....saya lapar pak" ucap Raisa
"Pak???" ucap Satria kesal lalu duduk di samping Raisa dengan menatap tajam Raisa
"E eee eeh maksud saya, Satria. Maaf, saya belum terbiasa" ucap Raisa menunduk karena takut dengan tatapan Satria
"Aku tahu. Tapi, gimana kalau kamu keceplosan memanggilku "pak" di depan keluargaku?? Dan mulai sekarang kamu harus bicara informal denganku. "Aku, kamu" bukan "saya, anda". Paham??" Ucap Satria
"Iya, sa...aku paham" ucap Raisa
Aduuuuhh kenapa jadi gini sih. Gumam Raisa
Satria memanggil pramugari agar menyajikan makanan yang lezat, setelah makanan telah sampai Satria masih duduk di samping Raisa.
Kenapa dia tidak kembali di tempat duduknya?? Tanya Raisa dalam hatinya
"Makanlah." ucap Satria
__ADS_1
Satria mulai menyantap makanannya, sedangkan Raisa belum menyentuh makanannya sedikitpun.
"Bukankah kamu lapar?? Kenapa belum makan?? Apa kamu pikir akan kenyang jika hanya dipandang seperti itu??" tanya Satria
Apa aku tanya saja ya. Tapi, jika aku tanya pasti harus bicara informal dengannya. Ah biar saja, lagian dia yang menyuruhku berbicara seperti itu, dari pada aku tidak bisa makan. Gumam Raisa
"Mmm apa kamu tidak kembali di tempat dudukmu??" tanya Raisa
Hmm aneh juga jika mendengar dia berbicara informal seperti itu. Gumam Satria
"Apa aku tidak bisa duduk di sini??" tanya balik Satria
Ditanya malah balik tanya. Batin Raisa
"Bisa kok. Hehe" jawab Raisa
Raisa segera menyantap makanannya dengan lahap. Sedangkan Satria tersenyum melihat Raisa yang lahap memakan makanannya.
"Kalau sudah selesai tidurlah kembali, aku akan membangunkanmu jika sudah sampai" ucap Satria yang selesai makan, lalu kembali ke tempat duduknya.
💦💦💦💦💦💦
Akhirnya, Satria dan Raisa sampai juga di Indonesia mereka langsung di jemput oleh supir yang disuruh mama.
Pip...pip...
Mobil yang mereka naiki berhenti di depan rumah yang sangat mewah.
Waaaawwwwww amazing. Ini rumah keluarganya?? Sangat mewah rumah keluarga Setiawan. Batin Raisa
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul 17.00 Mama dan papa sudah menunggu kedatangan Satria di ruang tamu. Sementara Seyla berada di kamar menjaga Raka dan Satya masih berada di kantor sehingga dia tidak bisa menjemput kakaknya.
Satria dan Raisa masih berada di dalam mobil.
"Bapak bawa masuk barang ke dalam" titah Satria pada Supir
"Baik pak" ucap Supir lalu keluar dari mobil
"Raisa, ingat berbicara informal denganku dan jangan memanggilku "Pak". Mengerti??" ucap Satria
"I-iya" jawab Raisa terbata-bata
"Bagus. Ayo turun"
Satria dan Raisa turun dari mobil, sebelum berjalan masuk ke rumah Satria menggenggam tangan Raisa agar tidak mencurigakan.
Deg.......
Rasanya jantung Raisa mau copot karena tangannya digenggam oleh Satria, orang yang sangat dia hormati bahkan tidak berani menatap matanya. Dan sekarang?? Mereka sedang berpegangan tangan??
Oh shit....untung aku nggak punya penyakit jantung, kalau iya? Aku yakin dan percaya sekarang aku sudah mati karena kena serangan jantung. Batin Raisa
"Bersikaplah biasa. Seperti sedang bersama pacar atau calon suamimu" ucap Satria yang membuat Raisa jadi merinding.
Kalau pria lain, mungkin iya aku bisa menganggapnya seperti yang anda bicarakan. Tapi, ini beda. Gumam Raisa
💦💦💦💦💦💦
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN BERI RATE YA🙏😊
__ADS_1