
Seyla dan Susan berada dalam kamar, mereka seperti biasa hanya nonton, ngobrol, dan pesan makanan online.
Sementara di Kantor Satya dan Indra sedang sibuk dengan pekerjaan mereka. Setelah selesai melakukan pekerjaan, Indra istirahat di ruangan Satya.
"Eh Satya, selamat yaa atas kehamilan istri kamu." ucap Indra
"Hmm"
"Kok hmm kamu nggak senang yaa??eh Nanti kalau anak kamu perempuan dan anakku laki-laki kita akan menjodohkan mereka" ucap Indra
"Senanglah. Akhirnya aku akan menjadi ayah dan aku tidak mau anakku dijodohkan dengan anakmu" ucap Satya
"Kan kita belum tahu juga kalau anak kita berjenis kelamin apa. Aaaaah aku sudah tidak sabar" ucap Indra
Hahahhahahahahhaha
"Ada apa denganmu??" tanya Satya tiba-tiba Indra yang tertawa mengagetkannya
"Kamu belum bisa 'gituan' yaa sama istri kamu?? Hahahha secara istri kamu kan hamil. Hahahha" jawab Indra dengan tertawa terbahak-bahak menertawakan Satya
"Dasar.....kamu mau balas dendam mengejekku?" tanya Satya dengan kesal
"Iyalah. Kamu tahu kan pembalasan lebih kejam. Hahaha kasihan bangat sih kamu" Ejek Indra lagi
__ADS_1
"Sana keluar. Kembali ke ruanganmu" ucap Satya
"Nggak mau....." ucap Indra yang masih menertawakan Satya
"Kalau kamu masih tertawa akan aku potong gaji kamu" ancam Satya
"Dasar....tahunya hanya mengancam. Oh iya kamu ke Bar sana atau ke kamar mandi. Hahahah" ucap Indra lalu berlari keluar ruangan Satya sebelum dapat umpatan dan ancaman dari Satya
"Awasss saja kamu. Aaaa" Satya mengacak-acak rambutnya
"Lihat saja. Aku akan membalasmu" ucap Satya dengan menyunggingkan senyumannya
Indra berjalan dengan bahagia bisa membalas mengejek Satya.
Kring.....kring.....
"Hmmm kenapa dia menelponku??" batin Indra dengan mengangkat satu alisnya
"Halo tuan Satya" ucap Indra dengan suara lembut yang dibuat-buat sambil menahan tawanya
"Dasar..... Gantikan aku meeting sebentar. Aku sibuk dan periksa semua file yang ada di laptopku. Jangan ada yang terlewati" ucap Satya lalu langsung memutuskan sambungan telepon
"Aaaaaaaa dia pasti mau membalasku dengan pekerjaan ini. Aaaaaa atasan kurang ajar...." umpat Indra lalu kembali ke ruangan Satya
__ADS_1
Ceklek.....
Indra membuka pintu ruangan Satya tanpa mengetuk seperti biasa...
"Silahkan" ucap Satya bangkit dari kursi kebesarannya dan duduk di sofa. Sedangkan Indra duduk di kursi kebesaran Satya tersebut dengan cemberut
"Periksa dengan baik. Jika ada yang terlewati gaji kamu akan ku potong" ancam Satya lagi menahan senyumannya. Dia merebahkan tubuhnya di sofa dengan membuang nafas kasar
"Kamu menggunakan jabatan kamu untuk membalasku ya? Dasar...." tanya Indra menatap Satya yang berbaring di sofa lalu menatap layar Laptop
"Tidak.." jawab Satya datar
"Aku akan memberi tahu Seyla. Kalau kamu menyiksaku di kantor" ancam Indra
"Bilang saja" balas Satya santai
"Mmm aku akan beri tahu Susan. Nanti Susan pasti akan memarahi Seyla karena kamu menyiksa ku dan pasti Seyla akan marah padamu. Hahah" ucap Indra
"Hoaammmmm. Aku ngantuk. Kamu bicaralah dengan Laptop." ucap Satya lalu memejamkan matanya
"Dasar....dasar.....dasar....atasan kejam, tidak punya perasaan, bla-bla semua umpatan diucapkan Indra untuk Satya sedangkan Satya hanya tersenyum mendengar umpatan dari sekretaris sekaligus sahabatnya itu untuknya
"Kalau aku bangun, berarti kamu sudah memeriksa file itu" ucap Satya yang masih memejamkan matanya
__ADS_1
"Apa??? file ini banyak sekali. Aku lagi harus menggantikanmu meeting 30 menit lagi. Aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya" ucap Indra
ah sial....kalau aku tahu, aku tidak mengejeknya tadi. ah sial..sial...sial...ini mah senjata makan tuan namanya. gerutu Indra