Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Bertengkar #2


__ADS_3

Seyla ikut merebahkan tubuhnya di samping Satya untuk tidur.


Nanti aku tanya besok saja. Dia mungkin memang kecapean. Gumam Seyla kemudian dia memejamkan matanya.


...............


Keesokan harinya Seyla bangun terlebih dahulu dan langsung membersihkan dirinya. Tak lama Seyla keluar dari kamar mandi. Satya sudah bangun dan masuk ke kamar mandi tanpa melihat Seyla.


Apa dia marah padaku?? Gumam Seyla


Seyla langsung berganti pakaian dan menyiapkan pakaian kantor yang akan dipakai Satya.


Seyla menunggu Satya di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


Satya keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang sudah disiapkan Seyla.


"Yuk kita sarapan" ajak Seyla setelah Satya sudah siap


"Aku akan makan di kantor" ucap Satya segara mengambil tas kantor dan berjalan keluar dari kamar


"Kalau kamu marah sama aku setidaknya kamu katakan apa kesalahan ku...bukan hanya diam seperti pengecut" ucap Seyla berjalan mengikuti Satya keluar dari kamar.


Satya berbalik saat sudah membuka pintu kamar dan menatap tajam Seyla.


"Pengecut????" tanya Satya yang tidak percaya kata itu akan keluar dari mulut Seyla


"Iya pengecut. Kamu setidaknya katakan padaku apa kesalahan ku padamu sehingga kamu cuek dan dingin padaku." jawab Seyla


"Kamu tanya kesalahan mu??" tanya Satya dengan suara meninggi


"Iya apa kesalahan ku??? Jangan bilang hanya karena pikiran negatif kamu terhadap aku dan Kak Satria." jawab Seyla yang tidak kalah tinggi suaranya dari Satya


"Kamu bilang 'hanya' ??? Dan pikiran negatif ku itu benar kalau kamu punya perasaan sama dia" ucap Satya dengan mata yang sudah merah menahan emosi


"Aku tidak menyangka kamu punya pikiran yang sempit seperti ini. kamu sangat berlebihan cemburu dengan kakak mu sendiri." ucap Seyla yang sudah meneteskan air mata

__ADS_1


Pertengkaran mereka didengar oleh pelayan-pelayan begitu juga Satria yang sedang duduk di ruang tamu menunggu Satya dan Seyla turun.


Mereka bertengkar dengan suara keras dengan pintu kamar yang terbuka sehingga orang lain dapat mendengar pertengkaran suami istri itu.


Satria ingin menghampiri Seyla dan Satya untuk menyudahi pertengkaran mereka. Di sisi lain Satria tidak punya hak untuk ikut campur.


Satria memilih segera beranjak dari tempat duduknya untuk segera meninggalkan rumah Satya.


........


Kring...kring...


Ponsel Satya berdering....


"Halo...." ucap Satya


"Satya klien sudah dalam perjalanan. Kamu kenapa belum sampai juga?" ucap Indra dibalik telepon


"Iya aku segera ke sana" ucap Satya dan memutuskan sambungan telepon


Satya pergi meninggalkan Seyla tanpa mengatakan satu katapun.


Hiksss.....hiks......hiks....


"Kamu keterlaluan Satya....kamu sangat berlebihan.....hiks....hiks...hiks.." ucap Seyla


Terdengar suara mobil berhenti.....


Apa dia kembali karena merasa bersalah padaku? Gumam Seyla


Seyla langsung turun ke bawah menggunakan tangga...


Satria turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah berjalan ke kamarnya, dia melupakan berkas yang akan dia gunakan.


"Kak Satria?..." ucap Seyla yang melihat Satria masuk

__ADS_1


Hmmm ternyata bukan dia. Dia memang benar marah padaku. Gumam Seyla dengan air mata yang jatuh di pipinya


"Seyla....maafkan aku..." ucap Satria menghampiri Seyla yang sedang menangis


"Ini bukan salah Kak Satria kok" ucap Seyla yang masih sesegukan


"Satya seperti itu karena dia sangat mencintaimu" ucap Satria yang menghapus air mata Seyla dengan ibu jarinya


Sementara Satya yang masih dalam perjalanan menelpon Indra.


"Ndra, gantikan aku dalam pertemuan itu. Aku masih ada urusan penting" ucap Satya dan langsung berbalik arah kembali ke rumahnya


"Ka....." Sambungan telepon terputus sebelum Indra menyelesaikan ucapannya


"Dasar....."umpat Indra


Akhirnya Satya sampai juga di rumah dan langsung masuk. Betapa kagetnya dia melihat dua orang yang sedang duduk di ruang tamu


"Oh ternyata dugaanku benar" ucap Satya


Satria dan Seyla menoleh ke arah suara itu..


"Satya ini....."


Satya segera berbalik menuju pintu rumah meninggalkan Satria dan Seyla


"Satya....." panggil Satria dan menahan tangan Satya


Satya langsung menepisnya....


"Satya ini bukan seperti yang kamu pikirkan" ucap Satria


"Apa kamu punya perasaan sama Seyla?? " tanya Satya melihat ke arah Seyla kemudian pada Satria


"Satya, kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Seyla

__ADS_1


"Iya aku menyukai Seyla" jawab Satria


"Kak........" ucap Seyla yang tidak percaya Satria akan menjawab pertanyaan Satya


__ADS_2