Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Menemui Seyla


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Seyla


"Aku ingin bertemu denganmu" jawab Satya dan mendekat ke arah Seyla


"Stop....jangan mendekat." Ucap Seyla yang semakin menangis


Satya tidak memperdulikan kata Seyla dan terus mendekat ke arah Seyla dan memeluknya


"Maafkan aku" ucap Satya


"Aku benci padamu" ucap Seyla yang semakin menangis saat dipeluk Satya.


Hiksss...hikss...hikss....


"Maafkan aku" Ucap Satya dan mempererat pelukannya.


"Aku membencimu" Ucap Seyla yang memukul dada bidang Satya


Hikss...hiks...hiks...


"Lepaskan aku" Ucap Seyla dan berusaha melepaskan pelukannya


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi." Ucap Satya


"Lepaskan." Ucap Seyla yang masih berusaha melepaskan pelukannya pada Satya


"Aku akan bertanggung jawab". Ucap Satya yang melepaskan pelukannya dan memegang bahu Seyla


"Tidak perlu. Aku akan menggugurkan anak ini." Ucap Seyla tegas


"Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu ingin menggugurkan anak kita? Apa kamu segitunya membenciku sehingga kamu tidak mau melahirkan darah dagingku?"Tanya Satya yang mulai emosi

__ADS_1


Seyla tidak menjawab pertanyaan Satya. Ia hanya menunduk dan menangis


"aku tidak mau tau. Minggu depan kita menikah. Kamu jangan berani menggugurkan anak itu atau kamu akan tau akibatnya" Ancam Saty dan segera pergi meninggalkan Seyla


"Aku titip Seyla, jangan biarakan dia melakukan hal buruk. Ucap Satya


"I..i..iya, aku akan menjaga Seyla." Ucap Susan


"Berikan ponselmu!" perintah Satya


Susan segera mengambil ponselnya dan diberikan pada Satya


"Ini nomorku. Segera hubungi aku jika terjadi apa-apa." Ucap Satya


"Baiklah." ucap Susan dan mengambil ponselnya dari Satya


"Aku pergi dulu." Ucap Satya


"Iya." Jawab Susan


"Seyla, sudahlah. Ini yang terbaik untukmu dan juga Satya. Semakin lama perutmu akan membesar. Turuti saja keputusan Satya. semua akan baik-baik saja." Ucap Susan yang kini memeluk Seyla yang masih menangis


"iya San. Makasih selalu mendukungku" Ucap Seyla


"iya. kamu tidak perlu monta maaf. Aku akan mengambilkan makanan untukmu. Makanlah terlebih dahulu baru kamu istirahat dan jangan memikirkan hal-hal yang akan mempengaruhi kandunganmu." Ucap Susan


Susan pergi mengambil makanan untuk Seyla. Setelah Seyla menghabiskan makanannya yang dipaksa Susan segera istirahat di temani Susan


.............


Satya sudah sampai di Kantor. Ia menelpon Indra untuk segera ke ruangannya sekarang. Tak menunggu lama Indra sudah berada di ruangan Satya

__ADS_1


"Kamu urus pernikahanku dengan Seyla secepatnya aku dan dia akan menikah minggu depan." perintah Satya


"Baiklah. Aku akan urus semuanya." Jawab Indra


"Buat semewah mungkin dan undang media juga" Ucap Satya


"Apakah kamu sudah memberitahukan pada orang tuamu tentang pernikahan ini?" Tanya Indra


"Belum. Tapi aku akan segera memberi tahukan hal ini pada mereka" ucap Satya


"Baiklah. Aku permisi dulu." Ucap Indra


Setelah Indra keluar dari ruangan Satya, ia segera mengambil ponselnya dan menelpon mamanya


Tut..tut...tut....


"Halo. Kenapa kamu baru menelponku sekarang? Apa kamu begitu sibuk?" Tanya Ibu Irma mama Satya


Orang tua Satya berada di luar negeri. Ibu Irma adalah mama Satya dan Pak Sakti adalah Ayahnya. Mereka tinggal di sana untuk mengurus perusahaan mereka yang berada di luar negeri sedangkan Satya mengurus perusahaan mereka yang ada di Indonesia


"Maafkan aku mah. Ada yang ingin aku bicarakan pada mama." Ucap Satya


"Apa sayang? Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya mama


"Minggu depan aku akan menikah" jawab Satya


"Menikah? Kenapa kamu baru kasih tau hal sangat penting ini sekarang? Siapa nama calon menantu mama itu? Tanya Mama


"Seyla". Jawab Satya


Satya tidak memberitahukan pada mamanya kalau sekarang Seyla hamil

__ADS_1


"Hmmm nama yang cantik. Baiklah mama dan papa akan segera ke Indonesia secepatnya." Ucap mama


"Iya mah, aku tunggu. Ucap Satya dan memutuskan sambungan telepon


__ADS_2