
Seyla dan Susan yang sudah selesai bekerja segera siap-siap untuk pulang. Mereka memilih untuk naik taksi supaya cepat sampai dan beristirahat.
Sesampainya di Kontarakan mereka membersihkan diri dan tidur
............
Keesokan harinya
"Susan aku hari ini belum ingin masuk kerja." Ucap Seyla
"Kenapa? Apa tangan kamu masih sakit? Kita ke rumah sakit saja." Ucap Susan
"Tidak -tidak. Tanganku baik-baik saja. Aku hanya butuh refreshing untuk menyegarkan pikiranku. Aku ingin ke Pantai. Nanti aku akan meminta ijin." Ucap Seyla
"Oh baiklah. Semoga pulang dari refreshing kamu akan kembali semangat lagi. Dan kamu tidak perlu minta ijin. Aku akan mewakilimu untuk minta ijin. Kamu siap-siap saja." Ucap Susan
"Baiklah. Makasih San." Ucap Seyla
"Iya-iya." Ucap Susan
............
"Satya kamu mau ke mana? Apa kamu akan ke luar negeri?" Tanya Indra yang berada di rumah Satya
"Aku hanya akan ke Pantai. Nanti kamu kabari aku jika ada urusan penting." Jawab Satya
"Baiklah. Semoga kamu di sana mendapat pengganti Seyla." Ucap Indra
"Hmm semoga saja. Udah sana kamu ke Kantor." Perintah Satya
"Iya-iya. Aku pergi dulu." Ucap Indra dan meniggalkan rumah Satya
__ADS_1
..........
"Wahhhh kebetulan nih Pantai sepi. Mungkin karena bukan hari libur. Baguslah." Ucap Seyla yang sudah berada di Pantai.
Seyla berjalan menyusuri tepi Pantai.
"Awww" teriak Seyla. Dia menginjak batu karang dan kakinya berdarah.
"Aduh." Seyla memegang kakinya yang berdarah
Satya yang sudah sampai di Pantai setelah beberapa menit setelah Seyla berada di Pantai.
Seyla tidak menyadari ada orang yang datang dan terus berjalan menyusuri pantai
Satya mendengar orang berteriak dan segera mendekat ke arah suara itu.
"Apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu tidak melihat ada batu karang di sini.* Tanya Satya yang segera melihat Kaki Seyla
Seyla yang kaget ada seseorang yang menyentuh kakinya langsung melihat wajahnya.
Satya melihat wanita itu.
"Kau?" Ucap Satya
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Seyla
Awww Seyla merasakan sakit ketika dia ingin pergi meniggalkan Satya
Satya langsung menggendong Seyla dan membawanya ke tempat duduk yang ada di Pantai tersebut.
"Heii kenapa kamu menggendongku? Turunkan aku." Ucap Seyla sambil memukul dada bidang Satya
__ADS_1
Satya tidak menghiraukan Seyla.
"Diam." Ucap Satya dan mengambil kotak obat dari mobilnya.
Satya segera mengobati kaki Seyla.
"Dasar gadis ceroboh. Kenapa kamu selalu terluka? Apa kamu tidak menggunakan matamu dengan baik?" Tanya Satya dengan terus mengobati luka Seyla
"Aduh teriak" Seyla
"Sudah jangan cengeng." Ucap Satya
"Apa aku menyuruhmu untuk mengobati lukaku?' Tanya Seyla balik
Satya hanya menatap sebentar Seyla kemudian melanjutkan mengobati lukanya tanpa menjawab pertanyaan darinya
"Ini sudah selesai. Lain kali mata itu dipakai." Ucap Satya setelah membalut kaki Seyla dengan perban.
"Hmmm." Ucap Seyla
"Kamu ngapain di sini? Apa Kamu tidak masuk kerja?" Tanya Satya
Aduhhh kenapa dia ada di sini? jika sekarang harus bertemu dengannya lagi. Bagaimana aku bisa melupakannya? Gerutu Satya
"Tidak. Aku ingin refreshing untuk menyegarkan pikiranku. Aku ingin melupakan semua hal buruk yang terjadi padaku. Tapi sepertinya tidak berhasil karena seseorang itu ada di sini juga." Ucap Seyla
"Maafkan aku." Ucap Satya
"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu." Ucap Seyla dan pergi meniggalkan Satya
"Kamu mau ke mana?" Tanya Satya
__ADS_1
"Aku tidak ingin melihatmu lagi." Ucap Seyla dan terus berjalan
Satya tidak bisa melarang Seyla apalagi mengejarnya karena dia juga ingin melupakan Seyla