Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Merasa Gila


__ADS_3

Satya sudah sampai di rumah, ia langsung menuju kamarnya.


Ceklek


"Raka, papa pulang" ucap Satya lalu menghampiri Raka yang digendong Seyla


"Ssssttttt Raka sudah tidur. Kecilkan suaramu" ucap Seyla lalu merebahkan Raka ke tempat tidurnya


"Maaf-maaf" ucap Satya


"Sayang, kak Satria sudah sampai" ucap Seyla


"Oh ya, trus?? Wanita yang jadi calon istrinya siapa?? Cantik??" tanya Satya


"Nanti aku ceritain saja, gih mandi dulu" ucap Seyla


"Iya-iya"


CUP...


Satya mencuri ciuman Seyla.


"Sayang....." ucap Seyla dengan suara yang besar.


"Ssssstttt Raka sedang tidur. Hahah" Satya tertawa bisa membalas Seyla


"Kamu yaaa...." ucap Seyla ingin memukul Satya tapi dengan cepat Satya menangkis tangannya dan menjatuhkan Seyla di atas ranjang.


Cup...cup


Satya mengecup bib*r Seyla lama-kelamaan menjadi ******n yang sangat berhasrat


Seyla membalas ciuman Satya lalu melepaskannya karena sudah kehabisan nafas.


"Kenapa dilepasin??" tanya Satya


"Apa kamu ingin membunuhku?? Aku tidak bisa bernafas" jawab Seyla


Satya melanjutkan kembali ciumannya dan mulai membuka pakaian Seyla, tapi tiba-tiba.


Oekkkkk....oekkkk


Tangisan Raka mengehentikan aksi Satya, Seyla langsung mendorongnya dan menghampiri tempat tidur Raka.

__ADS_1


"Uuuuu cupcup cayang mama ada di sini" Ucap Seyla membujuk Raka lalu menggendongnya dan segera Seyla memberikan asi pada Raka


Hmmmmmm Satya membuang nafasnya dengan kasar.


"Kamu kenapa sayang?? Mandi gih sebentar lagi makan makan malam" ucap Seyla


Kenapa??? Pertanyaan apa itu??? Apa dia tidak tahu kalau aku belum menyelesaikan yang tadi??? Bahkan baru memulainya. Hmmm. Gumam Satya


"Sayang, kenapa kamu tidak suruh babysitter saja yang jaga Raka? Supaya kamu bisa istirahat" ucap Satya


"Nggak sayang, aku ingin menjaga Raka. Kan waktunya babysitter jika aku ada pekerjaan. Nanti kalau makan malam juga kan Babysitter yang jaga." ucap Seyla


"Hmm baiklah aku mandi dulu" ucap Satya


"Hahahahahah aku tahu sayang kenapa kamu tanya kaya gitu. Rasain aku kerjain" Ucap Seyla saat Satya sudah berada dalam kamar mandi


Ceklek.....


Satya sudah selesai mandi ia segera memakai pakaiannya dan menghampiri Seyla yang masih di tempat tidur Raka.


"Sayang, siapa calon istrinya Kak Satria?? Eh maksudnya calon istri pura-pura?" tanya Satya


"Kamu tahu sekretaris yang pernah dimarahin Kak Satria waktu di kantor kan??" tanya balik Seyla


"Dia wanitanya sayang. Raisa yang sudah menikah kata Kak Satria" ucap Seyla


"Ha??? Kamu ngga salah kan?? Mungkin hanya mirip" ucap Satya


"Tidak sayang. Bahkan dia tadi memperkenalkan namanya sama mama dengan nama Raisa. Sedangkan kamu tahu kan, aku pernah menceritakan tentang Raisa sama Mama" ucap Seyla


"Trus?? Apa mama curiga??" tanya Satya


"Aku bilang itu wanita yang berbeda" jawab Seyla


"Ya sudah, aku turun duluan untuk nemuin Kak Satria dulu" ucap Satya


"Iya-iya" ucap Seyla


Tok...tok....


Ceklek


Satya membuka pintu kamar Satria, ia melihat Satria yang sudah berdiri di depan cermin menyisir rambutnya

__ADS_1


"Eh Satya. Aku juga baru mau keluar" ucap Satria


"Kak, kenapa wani......"


"Aku tahu Satya, apa yang akan kamu tanyakan." potong Satria lalu duduk di dekat Satya dan menceritakan tentang kebenaran status Raisa lalu sampai Raisa mau pura-pura jadi calon istrinya.


"Oh syukurlah. Aku pikir kamu sudah gila karena merampas istri orang. Hahah" ledek Satya


"Enak aja. Ya sudah aku mau ke kamarnya dulu. Eh ingat jangan sampai kamu keceplosan" ucap Satria lalu keluar dari kamar


"Iya-iya" Satya juga keluar dari kamar


Tok....tok....tok...


Ceklek...


Raisa membuka pintunya, Satria melihat matanya yang sembab akibat menangis. Satria langsung masuk dan menutup pintu..


"A-a-ada apa?? Kenapa masuk??" tanya Raisa heran


"Apa kamu ingin keluar dengan mata sembab seperti itu??" tanya balik Satria


"Maaf" ucap Raisa


"Raisa dengar!"ucap Satria memegang bahu Raisa dan menatap mata indahnya dengan tajam


"Kalau kamu tidak ingin membuatku marah, jangan pernah membuat kesalahan sedikitpun. Anggap aku sebagai calon suami kamu yang benar. Kamu tahu kan memperlakukan calon suami kamu?? Dan bagaimana sikap kamu jika bersama keluarga calon suamimu?? Kamu tahu itu kan??" ucap Satria dengan lembut agar Raisa bisa mendengarnya dengan baik.


"Iya aku tahu" ucap Raisa


Deg.....


Satria membawa Raisa ke dalam pelukannya tanpa Raisa membalas pelukan itu


"Aku harap kamu tidak membuat kesalahan lagi. Ini hanya beberapa hari saja, setelah itu kamu bebas dari tugas ini" ucap Satria


Apakah ini sifat lain yang dimilikinya?? Batin Raisa


"Kamu istirahat sebentar dulu sampai mata kamu tidak sembab, setelah itu baru keluar" ucap Satria melepaskan pelukannya lalu keluar dari kamar Raisa dan langsung menuju kamarnya.


Aaaaaa shit. Gila gila gila gila kenapa aku memeluknya??? Bukankah ada cara lain untuk menghiburnya selain itu??? Ah sial sial sial. Satria mengutuki dirinya sendiri.


💦💦💦💦💦💦

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN BERI RATE YA🙏😊


__ADS_2