Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Apa yang telah Aku Lakukan


__ADS_3

Keesokan harinya, Satya bangun terlebih dahulu. Dia mengucek matanya. Dia melihat ada Seyla tepat di sampingnya bahkan Seyla sedang memeluknya.


"Apa yang telah aku lakukan? apa aku?....."


Satya mengangkat selimut, dia kaget dengan keadaan mereka sekarang dengan tidak ada sehelai kain pun di tubuh mereka.


"Oh tidakkkkkkk. Apa karena mabuk aku melakukan "hal itu" ? Astagaaaa dia mengacak rambutnya."


Satya melihat ada bercak darah di selimut dan kasur.


"Astaga bahkan dia masih suci dan aku sudah merenggut nya." ucap Satya


"Apa yang sudah aku lakukan? dengan mengusap-usap wajahnya. Apa aku harus segera pergi saja? Masih mumpung dia belum bangun. Lagian aku ada rapat pagi ini. Aku akan menemui dan menjelaskan padanya setelah urusanku selesai."


Satya segera beranjak dari ranjang memakai kembali pakaiannya dan pergi meninggalkan Seyla yang masih tertidur.


Setelah 10 menit kemudian........


Seyla membuka matanya.


"Aduh kepalaku sakit sambil memegang kepalanya. Setelah beberapa menit dia memperhatikan ruangan tempat tidurnya sekarang. Aku di mana? Sepertinya ini kamar Hotel. Apa aku di Hotel? Hhhhh mana mungkin bahkan untuk membeli pakaian saja aku harus menunggu gajiku."

__ADS_1


Seyla segera bangkit dari tempat tidurnya dan "aaaaaaaaa kenapa aku tidak memakai sehelai kain pun? Dan kenapa bagian bawahku sakit sekali? Apa aku? Tidaaaakkkkkkkkk." Teriak Seyla.


Seyla mencoba mengingat kejadian semalam. Sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Yang aku ingat, aku diajak ke Bar oleh Satya untuk menemui rekan bisnisnya dan setelah itu aku minum alkohol untuk menerima tantangannya dan......."


"Aaaaa kenapa setelah itu aku tidak ingat apapun?" Sambil mengacak rambutnya


"Apa yang telah aku lakukan? Apa aku melakukan "hal itu" dengan Satya? Atau aku dijual sama pria hidung belang? Tapi tidak mungkin dia menjualku. Aku sudah sepakat dengan menerima tantangannya. Tapi.....ah sial aku tidak mengingat apapun setelah itu."


Seyla segera turun dari ranjang dengan pelan-pelan karena bagian bawahnya sakit begitu juga seluruh badannya.


ah Sial dia melihat ada bercak darah di kasur dan selimut.


Seyla menangis, dia tidak menyangka bahwa hal yang selalu dijaga akhirnya direnggut oleh pria yang dia tidak ketahui.


Seyla ingin menelpon Satya tapi dia tidak punya nomor ponselnya.


"Ah ponselku??? aduh aku nggak bawa ponsel lagi"


"Apa aku ke kantornya? atau ke rumahnya?

__ADS_1


Ah bagaimana ini, bahkan aku tidak tau kantornya apalagi rumah."


"ah sial. dasar pria brengsek." Ucap Seyla


aku harus cari tau siapa yang melakukan hal itu padaku pasti Satya tau, karena aku terakhir pergi dengannya. gumam Seyla


sementara di kantor.......


"Tuan Satya apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Indra yang melihat Satya hanya melamun setelah rapat selesai. Biasanya dia akan membaca hasil rapat itu kembali tapi sekarang malah melamun.


apa yang sedang dia pikirkan? apa terjadi sesuatu padanya semalam? gumam Indra


"mm? tidak ada." Ucap Satya.


Satya yang sadar dari lamunannya karena pertanyaan Indra segera membuka Laptop dan fokus di layar Laptop.


"Kalau ada sesuatu jangan sungkanlah beri tahu aku. Kenapa sih kamu masih saja menyimpan sesuatu sendiri?" tanya Indra lagi


"tidak ada. Tidak ada masalah. Dan kenapa kamu kepo sekali? Apa pekerjaan kamu sudah selesai sehingga kamu hanya kepo dengan urusanku?" tanya Satya datar


"Aku hanya memastikan saja kamu tidak apa-apa. Lalu aku hanya heran apa yang membuatmu melamun tadi. Lagian pekerjaanku kan mengurus jadwalmu. dan sekarang aku lagi Free. jadi nggak ada salahnya dong kepo." Ucap Indra dengan tertawa.

__ADS_1


"sudah-sudah kamu segera pergi dari sini. Kembali ke ruanganmu. Aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan konyolmu itu." Ucap Satya dan menyuruh Indra keluar dari ruangannya.


Huu dasar bos yang tidak punya perasaan. gumam Indra dan segera keluar dari ruangan Satya


__ADS_2