
Keesokan harinya....
Kring.....kring....
Ponsel Indra berdering...
Susan terbangun mendengar ponsel yang berdering...
"Sayang, itu ponselmu berdering..." ucap Susan
Susan melihat Indra yang masih tidur segera turun dari ranjang dan mengambil ponsel di atas nakas samping Indra
"Nomor tak dikenal...siapa yaa?" tanya Susan pada dirinya sendiri
"Halo...." ucap Susan
"Halo..."
"Siapa sih?? Nelpon tapi nggak ada suaranya. Aneh."
"Haloooo"
Tit....tit....tit....
sambungan telepon terputus.
"Siapa ya?? Apa jangan-jangan....."
"Sayaaang........bangun.." panggil Susan dengan suara keras
"Sayang kamu kenapa??" tanya Indra yang langsung terbangun dengan suara Susan
"Siapa dia???" tanya Susan melotot menatap Indra lalu melempar ponsel dekat Indra
Indra langsung mengambil ponsel tersebut dan memeriksa apa yang di maksud Susan.
"Oh itu. Aku nggak tahu sayang. Kamu lihat sendiri kan nomor itu tidak ada dalam kontak." jelas Indra duduk dan menarik Susan agar duduk dekat dengannya
"Jangan bohong...." ucap Susan menepiskan tangan Indra dan menjauh 1 meter
"Aku berkata yang sesungguhnya. Aku tidak berbohong padamu" jelas Indra lagi meyakinkan
"Apa dia selingkuhan mu?? Ha?? Dia jelas tidak bersuara saat mendengar suaraku." ucap Susan mulai berkaca-kaca
"Sayang, percayalah padaku. Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan. Aku......." Indra tidak melanjutkan ucapannya
"Aku tidak menuduhmu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Siapa dia?? Ha??? Jawab aku....." potong Susan dengan air mata yang sudah jatuh di pipinya
__ADS_1
Indra langsung turun dari ranjang dan mendekati Susan.
"Stop.....jangan mendekat. Kamu jawab saja pertanyaan ku" ucap Susan
hiks...hiks...
"Sayang kamu jangan menangis seperti itu. Kasihan anak kita." ucap Indra
"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan. Cepat jawab aku, siapa dia?" ucap Susan
"Sayang aku berani bersumpah demi anak kita. Aku tidak tahu siapa dia. Kemarin juga dia meneleponku dan sama dia tidak bersuara sama sekali. Aku mohon percayalah padaku. Aku tidak mungkin berselingkuh. Aku mencintai mu, aku menyayangi mu dan anak kita. Itu sudah cukup untuk menyempurnakan hidupku. Aku tidak butuh lagi apapun" jelas Indra panjang lebar meyakinkan Susan
Perlahan Indra mendekati Susan dan langsung memeluknya.
"Percayalah padaku, aku tidak mungkin mengkhianatimu." ucap Indra lalu menghapus air mata Susan dengan Ibu jarinya
CUP.....
"Aku mencintaimu." ucap Indra mengecup kening Susan
"Lalu siapa dia??" tanya Susan
"Sayang aku juga nggak tahu. Kamu bisa tanyakan pada Satya saat aku menerima telepon dari nomor itu aku bersama Satya" ucap Indra
"Benarkah??" tanya Seyla lagi
Indra mengecup kening, pipi dan Bibir Susan.
"Iya benar. Aku tidak pernah berbohong padamu. Apa aku telepon Satya sekarang?" ucap Indra
"Tidak usah. Aku akan menanyakannya saat dia mengantar Seyla nanti" Ucap Susan menolak
"Baiklah. Kamu jangan menangis dong. Masih pagi sudah nangis" ucap Indra kembali mengecup kening Susan
"Ini semua gara-gara kamu." ucap Susan mendorong tubuh Indra dan masuk ke kamar mandi
"Sayang, aku berkata jujur padamu" ucap Indra dengan suara keras agar Susan mendengar nya
"Aku belum memaafkanmu" ucap Susan dibalik kamar mandi
********
Berbeda dengan Indra dan Susan yang mengawali pagi dengan pertengkaran tapi tidak dengan Satya dan Susan mereka sedang menikmati sarapan pagi dengan canda tawa.
Kring.....kring....
"Halo mah" ucap Satya
__ADS_1
"Nak mama sedang dalam perjalanan ke Indonesia. Kamu tidak perlu menjemput Mama." ucap Mama yang ada dibalik telepon
"Kenapa mah? Biar Satya dan Indra yang jemput mama" ucap Satya
"Tidak perlu sayang. Mama naik jet pribadi dan kalau sudah sampai di Bandara mama akan di antar supir. Nanti sampaikan pada Seyla tunggu mama di rumah ya" jawab Mama
"Baiklah. Mah nanti Seyla, Satya antar ke rumah Susan dulu. Kasihan dia sendirian di rumah" ucap Satya
"Oh iya nggak apa-apa. Nanti mama jemput Seyla di rumah Susan sekalian mama ingin melihat istri Indra juga." ucap Mama
"Oh iya mah. Aku tutup teleponnya" ucap Satya lalu memutuskan sambungan telepon
"Mama ya??" tanya Seyla
"Iya sayang.. Nanti mama akan jemput kamu di rumah Susan sekalian mama ingin melihatnya. Ayo kita berangkat" jawab Satya
********
Pip...pip....
Mobil Satya berhenti di depan rumah Indra, Susan dan Indra sudah menunggu Satya dari tadi.
Indra yang melihat kedatangan Satya langsung menghampirinya.
"Satya aku mohon bantuanmu. Tolong jelaskan pada Susan dengan nomor yang tak dikenal menelponku saat bersamamu kemarin " ucap Indra
"Hmm?? Emang kenapa?? Apa kalian bertengkar??" Tanya balik Satya
Ditanya malah balik bertanya. Gerutu Indra
"Apa benar kemarin nomor itu menelpon Indra tapi tidak bersuara??" tanya Susan
"Dia bersuara." jawab Satya
"Satya, kamu jangan bercanda. Ini akan jadi masalah besar." ucap Indra mendengar jawaban Satya yang berbohong
Susan langsung menatap Indra dengan tatapan seperti akan memangsa buruannya
"Hhahhahhhhh aku hanya bercanda Susan. Kemarin memang benar ada nomor yang tak dikenal nelpon Indra tapi tidak ada suara. Mungkin dia salah nomor" jelas Satya
"Dengar kan sayang. Aku tidak berbohong padamu" ucap Indra memeluk Susan
"Benar San, Indra tidak mungkin berbohong lagi pula Satya saksinya. Sudahlah jangan memikirkan hal yang dapat mengganggu kesehatan kamu. Kasihan dede bayinya kalau ibunya sedih" ucap Seyla
"Hmm" Susan mengangguk
"Kalau begitu kami pergi dulu" ucap Satya
__ADS_1
Seyla dan Susan masuk ke dalam rumah setelah mobil suami mereka pergi.