
Satya masih di kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Seyla duduk di tepi ranjang menunggu gilirannya
Susan pasti sendirian di Kontrakan. Apa aku telepon Susan saja ya. gumam Seyla
Satya keluar dari kamar mandi, dia melihat Seyla yang melamun
"Apa yang kamu pikirkan sayang?" tanya Satya dan duduk didekat Seyla
"Sayang?"tanya Seyla yang kaget mendengar Satya memanggilnya sayang
Seyla yang melihat Satya hanya memakai handuk langsung menutup matanya
"iya sayang. emang kenapa?" tanya Satya dan melepaskan tangan Seyla yang menutupi matanya
"mm nggak apa-apa kok. Aku hanya tidak terbiasa saja kau memanggilku sayang dan kamu kenapa hanya memakai handuk?" Ucap Seyla
"mulai sekarang kamu harus panggil aku juga sayang. oke? kalau tidak kamu akan kuhukum. Kamu harus terbiasa melihatku seperti ini sayang" ucap Satya dan lebih mendekat pada Seyla
"kamu akan menghukum aku apa? aku kan hanya belum terbiasa saja memanggilmu sayang dan melihatmu seperti itu" Ucap Seyla dan menjauhkan dari Satya
CUP...
Satya mencium bibir Seyla
"itu hukuman jika kamu tidak memanggilku sayang" jawab Satya
"Satya..." ucap Seyla dan mencubit perut Satya
__ADS_1
"aduh aduh.." Satya merintis kesakitan sambil memegang perut yang dicubit Seyla
CUP...
Satya mencium Seyla kembali...
"itu hukuman jika kamu mencubitku" ucap Seyla
"Satya.." Ucap Seyla dan mendorong Satya sebelum dia akan dicium lagi
Seyla segara masuk ke dalam kamar mandi...
"Sayang. Aku akan menghukum mu dua kali lipat setelah mandi. Oke? karena tidak memanggilku sayang dan mendorongku, bersihkan semua tubuhmu itu." Ucap Satya dengan suara keras agar Seyla mendengarnya
"Dasar mesum" ucap Seyla
nggak mungkin aku keluar hanya memakai handuk. Ah sial. Seyla mengumpat dalam kamar mandi.
"Sayang? Kenapa kamu begitu lama di kamar mandi? Apa segitunya kamu harus membersihkan tubuhmu sehingga membutuhkan waktu yang lama?" tanya Satya
"A..aku tidak membawa pakaian ku" ucap Seyla
"Terus? kamu harus menunggu pakianmu di dalam? ayo keluar aku sudah membelikanmu pakaian." ucap Satya
"beneran?" tanya Seyla ragu
"Kamu tidak percaya pada suamimu ini?" tanya Satya bali
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan keluar. Tapi kamu harus keluar kamar dulu agar aku bisa mengganti baju" ucap Seyla
"Apa kamu mau aku keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja?" tanya Satya
"Ha? kamu kenapa tidak memakai baju saja dari tadi?" tanya Seyla
"aku menunggumu untuk memberikan mu hukuman sayang. Ayo cepat keluar sebelum aku mendobrak pintu dan memberi hukuman padamu di dalam kamar mandi." Ucap Satya
Dasar mesum..gumam Seyla
Seyla membuka pintu kamar mandi secara perlahan, tetapi Seyla dikagetkan dengan Satya yang sudah berada di depan pintu...
"Satya?" Ucap Seyla
Satya segera menarik Seyla sehingga mereka begitu sangat dekat.
Satya memperhatikan tubuh Seyla dan mulai aksinya mencium leher Seyla
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Seyla
Satya tidak mendengarkan pertanyaan Seyla malah menggendong Seyla menuju ranjang. Satya terus mencium Seyla dan melu*** bibirnya. Seyla yang terbawa suasana membalas ciuman Satya dan membuat Satya semakin bergairah.
"Sayang aku lagi hamil" ucap Seyla dan melepaskan ciumannya
"aku akan melakukannya dengan lembut sayang" ucap Satya dan melanjutkan aksinya.
Satya dan Seyla melakukan malam yang indah itu penuh cinta itu hingga mereka tertidur sambil berpelukan.
__ADS_1