Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Keputusan Seyla


__ADS_3

"Bisa jadi dia melakukan itu hanya mengincar hartamu saja. Kamu sudah dibutakan cinta Satya" Ucap Mama yang masih belum percaya


"Sekarang katakan mah. Apa yang harus Satya lakukan supaya mama percaya sama Satya?" tanya Satya


"Tinggalkan dia" ucap Mama tegas


"Apa??? Mah itu tidak mungkin. Seyla sedang hamil anak Satya, cucu mama. Mana mungkin Satya bisa meninggalkan Seyla. Mah tolonglah, jangan seperti ini" ucap Satya


"Kamu bisa membiayai dia tanpa harus menikah dengan dia" ucap mama


"Mah.... semua orang tau kalau Satya sudah menikah dengan Seyla. Bagaimana mungkin Sat......" ucapan Satya terpotong


"Suruh tinggal dia di tempat yang tidak mengenal keluarga Setiawan. Kalau perlu cari tempat yang tidak ada koneksi Internet." potong mama


"Baiklah........"Jawab Seyla yang mendengar pembicaraan Satya dan mama


"Sayang.....kamu kenapa turun? kalau kenapa-napa gimana?" tanya Satya yang melihat Seyla dan langsung menghampiri istri tercintanya itu


"kamu lama bangat kembali ke kamar. Makanya aku turun untuk mengecek kamu. Pantas saja kamu tidak mau aku keluar dari kamar. Karena mama kamu sudah tahu semuanya" jawab Seyla yang mulai berkaca-kaca


"Sini sayang duduk dulu" ajak Satya

__ADS_1


Kini mereka duduk di ruang tamu. Satya dan Seyla duduk berdampingan sedangkan mama di depan mereka


"Apa maksud kata 'baiklah" yang kamu ucapkan tadi?" tanya mama penasaran


"Mah.....Seyla sedang hamil mah. tolonglah...." rengek Satya agar mamanya berhenti menyudutkan Seyla


Inilah kekurangan Satya, dia tidak berani marah ataupun membentak mamanya. Karena Satya sangat menyayangi keluarganya terutama orang tuanya.


"Kenapa mama tidak menyukaiku? bukankah Satya sudah menjelaskan semuanya pada mama?" tanya Seyla yang masih bisa menahan air matanya agar tidak jatuh


"Aku tidak suka anakku menikah dengan wanita yang hamil di luar nikah. Aku sangat membenci hal itu." jawab mama tegas


"Tapi aku hamil anak Satya. Aku tidak pernah melakukannya dengan orang lain" jelas Seyla


"Siapa yang tahu niat seseorang?" sindir Mama pada Seyla


"Aku memang miskin, tapi aku tidak serendah itu seperti anda pikirkan" balas Seyla yang sudah tidak menyebut Mama lagi


"Kalau kamu tidak mengakuinya. Tinggalkan Satya" Ucap mama


"Mah......tolonglah. Satya tidak bisa hidup tanpa Seyla. Mama bisa me......." ucapa Satya terpotong

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan meninggalkan Satya" potong Seyla tegas


"Sayang......apa yang kamu lakukan? apa kamu akan meninggalkan ku? tidak-tidak....kamu tidak boleh me......" lagi-lagi ucapan Satya terpotong


"Aku hanya akan membuktikan pada mamamu, kalau aku bukan wanita seperti yang dipikirkan. Aku tidak pernah mengemis padamu agar kamu menikahiku." potong Seyla lagi


"Baguslah. Sekarang kamu boleh pergi. Dan jangan lupa ajak teman mu, Susan agar meninggalkan Indra juga" ucap Mama


Seyla segera pergi dari situ dan langsung pergi keluar rumah. Satya mengejar Seyla...


"Sayang....kamu sedang hamil......" ucap Satya saat berhasil mencegah Seyla di depan pintu


"Kamu tidak usah khawatir. Aku bisa menjaga anak kita" Ucap Seyla dan berjalan keluar untuk memanggil taksi


"Seyla.....aku mohon. Kamu tidak bisa mengambil keputusan seperti ini. Kamu ingat kan keputusan kamu waktu dulu yang tidak memikirkan konsekuensi yang akan terjadi. Jadikan itu pengalaman agar kau tidak cepat mengambil keputusan. Pikirkan terlebih dahulu. Aku akan meyakinkan mama atau kita akan berjuang bersama untuk mengambil hati mama. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Satya memeluk Seyla


Seyla tidak menolak saat Satya memeluknya. Ini akan menjadi pelukan terakhir untuk mereka berdua.


"Satya dengar aku. Aku sudah memikirkan hal ini, jadi tolonglah hargai keputusan aku" ucap Seyla yang melepaskan pelukannya


"Tidak......Aku tidak bisa....Seyla aku mohon....." ucap Satya yang kembali memeluk Seyla

__ADS_1


__ADS_2