Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Emosi #2


__ADS_3

"Hari ini bapak punya meeting jam 10 di xxx" ucap Frankie


"Hmm. Kamu bisa keluar sekarang" titah Satria


"Pak...." panggil Frankie


"Ada apa?? Apa kau membutuhkan sesuatu?? Atau kau mau izin lagi?" tanya Satria


"E e e tidak pak. Bukan itu maksud saya" jawab Frankie


"Trus???" tanya Satria


"Bolehkah saya menunggu di sini saja?? Jika saya keluar takutnya Raisa akan memukul saya" jawab Frankie dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kenapa dia akan memukul kamu?? Apa dia preman?" tanya Satria


"Mmm bukan begitu pak. Saya melakukan kesalahan padanya" jawab Frankie


"Kamu itu jadi laki-laki jangan hanya berani berbuat tapi harus bertanggung jawab juga. Jika kamu melakukan kesalahan minta maaflah padanya" ucap Satria


"Tapi, kesalahan saya ini berhubungan dengan anda pak" ucap Frankie


"Maksud kamu???" tanya Satria penasaran


"Sebenarnya.....tapi pak harus berjanji jangan katakan pada Raisa kalau saya yang mengatakan hal ini pada bapak. Ya ya ya??" tawar Frankie


"Hmmm. Ayo cepat katakan" ucap Satria tambah penasaran


"Sebenarnya dia marah sama saya karena kemarin saya izin kantor sehingga membuatnya harus menggantikan saya menemani bapak saat meeting" ucap Frankie dengan hati-hati agar ucapannya tidak menyinggung Satria


"Oh berarti dia tidak mau menggantikan kamu?? Begitu?? Kenapa kamu merekomendasikan karyawan yang tidak menuruti perintahmu??" tanya Satria


"Pak bukan seperti itu. Raisa mau menggantikan saya. Hanya saja dia takut dengan bapak" jelas Frankie


"Apa saya begitu menakutkan??" tanya Satria


Iya sangat, apalagi kalau bapak sedang marah. Gumam Frankie


"Mmmm tidak pak. Raisa hanya takut berbuat kesalahan saja dan membuat bapak marah. Dia menceritakan pada saya saat dia menjatuhkan kertas yang ada di meja bapak. Dia sangat ketakutan saat itu pak" jawab Frankie


Aku memarahinya juga karena dia menggunakan pakaian terbuka yang memperlihatkan bagian dadanya. Mungkin kalau wanita yang tidak bersuami aku biasa saja. Bukankah seseorang yang sudah menikah tidak perlu memakai pakaian seperti itu?? Atau karena ini Amerika?? Hmmm mungkin. Gumam Satria


"Kalau begitu saya mau dia yang menemani saya meeting hari ini" ucap Satria


"Apa pak??? A-a-apa saya tidak salah dengar?? Saya bisa....."


"Apa kamu tidak dengar perkataan saya??" potong Satria

__ADS_1


"Ba-ba-baik pak." ucap Frankie lalu keluar dari ruangan Satria


Ceklek....


Raisa melihat Frankie keluar dari ruangan Satria, ia langsung mengambil tasnya untuk memukul Frankie, tapi sebelum Raisa memukulnya Frankie langsung menahannya.


"Stop.....ada berita penting" ucap Frankie


"Apa?? Berita penting apa?? Kamu bohong kan supaya aku tidak memukulmu??" tanya Raisa


"Pak Satria ingin kamu menemaninya meeting hari ini" jawab Frankie


"Apa????? Kamu....."


Raisa tidak melanjutkan ucapannya karena Frankie langsung menutup mulut Raisa dengan tangannya.


"Hei pelankan suaramu. Jika pak Satria dengar bisa gawat. Apa kamu sudah bosan hidup??" ucap Frankie


"Kamu bercanda kan??" tanya Raisa memastikan dan melepaskan tangan Frankie dari mulutnya


"Aku serius Ra. Pak Satria mengatakan itu padaku tadi. Sekarang kamu siap-siap saja dan ingat jangan buat kesalahan" ucap Frankie lalu meninggalkan Raisa


Aaahhhh sial-sial. Gumam Raisa


Raisa segera mengganti pakaiannya agak tertutup. Setelah selesai Pak Satria datang dan melemparkan kunci mobil padanya. Dengan sigap Raisa menangkap kunci tersebut.


1 jam mereka di dalam akhirnya meeting selesai, Satria dan Raisa sudah berada di dalam mobil.


"Kita ke restoran dulu" ucap Satria


"Ba-baik pak" ucap Raisa.


10 menit mereka sampai di restoran. Mereka langsung memesan makanan. Setelah 5 menit makanan datang dan mereka langsung menyantapnya tanpa ada percakapan di antara mereka.


Setelah selesai Raisa bangkit dari tempat duduknya, tiba-tiba Raisa bertabrakan dengan pelayan yang membawa minuman sehingga minuman tersebut tumpah di kemeja Raisa.


"Maaf-maaf, saya tidak sengaja" ucap pelayan itu


"Nggak apa-apa. Aku yang salah. Kamu bisa pergi" ucap Raisa


Satria langsung membuka jasnya dan menutupi bagian dada Raisa yang transparan karena kemeja yang dipakainya berwarna putih.


"Ayo kita pergi." ucap Satria


Pada saat di mobil, Raisa melepaskan jas Satria karena dia akan mengemudi. Satria melihat ke arah Raisa dan matanya tertuju pada bagian dada Raisa yang transparan.


"Aku saja yang menyetir. Kamu bisa menggunakan jas saya. Atau kita ke rumah kamu dulu untuk mengganti pakaian" ucap Satria

__ADS_1


Mereka langsung bertukar tempat duduk.


"Tidak perlu pak." Raisa langsung menolak


"Kenapa?? Apa kamu takut jika suami kamu melihat aku?? Bilang saja aku atasan kamu dan ceritakan padanya kejadian di restoran" ucap Satria


"Mmmm bukan itu pak. Eeee kita langsung ke kantor saja. Saya akan menggantinya di kantor dengan pakaian saya yang tadi" lagi-lagi Raisa menolak


"Apa kamu akan memakai pakaian terbuka itu?? Bukankah bra kamu basah?? Jangan katakan kamu akan menggunakan bra yang basah itu. Kamu akan sakit jika memakai pakaian yang basah. Atau kamu tidak akan memakai bra??" ucap Satria


Aduuuhhh gimana nih. Benar juga sih. Masa aku memakai bra yang basah. Gumam Raisa


"Mm tidak-tidak aku....." Raisa kehabisan alasan


"Atau kita ke Mall saja untuk membeli pakaian" ucap Satria


"Mmm saya tidak biasa memakai pakaian yang belum dicuci" tolak Raisa lagi


"Atau kamu telepon saja suami kamu, suruh dia mengantarkan pakaian untukmu" ucap Satria menahan emosinya


"Mmmmm su-suami saya sedang bekerja. Sa......"


"Terus harus bagaimana??? Ha???? Cepat katakan" ucap Satria dengan nada tinggi kali ini dia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi


"Sa-saya akan turun di sini saja. Saya akan naik taksi ke rumah" jawab Raisa


"Apa kamu akan menunggu taksi dengan pakaian seperti itu?? Dan kenapa harus naik taksi?? Aku akan mengantarmu. Katakan di mana rumahmu" ucap Satria lalu menjalankan mobilnya


"Mmmm pak. Saya bisa minta tolong sama Frankie saja" ucap Raisa yang masih mendapatkan alasan untuk menolak Satria


"Kenapa kamu minta tolong padanya??? Apa dia suamimu?? Apa kamu menyuruhnya membawakan pakaian dalammu?? Baiklah sekarang kamu turun dan tunggu Frankie menjemputmu. Aku sudah buang-buang waktu dengan orang yang keras kepala" ucap Satria lalu menepikan mobilnya


Aduhhh salah lagi. Apa dia akan menurunkan aku di sini?? Apakah aku akan mengembalikan jasnya?? Trus?? Pakaianku?? Aaaahhh sial-sial. Kenapa juga aku harus bertabrakan dengan pelayan itu. Dasar bodoh. Gerutu Raisa


"Kenapa bengong??? Ayo turun" ucap Satria


"Apa bapak tidak keberatan jika mengantar saya di......" sebelum Raisa melanjutkan ucapannya Satria langsung menjalankan mobilnya kembali


"Minta tolong saja repot. Bukankah tadi aku sudah menawarkan??" ucap Satria


"Maaf saya hanya...."


"Stop. Jangan bicara lagi. Cepat katakan di mana rumahmu" potong Satria


Bukankah dia menyuruhku diam?? Gumam Raisa


💦💦💦💦💦💦

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN BERI RATE YAA🙏😊😊


__ADS_2