
Setelah semua yang diperlukan selesai, Susan dan Indra pergi menuju Hotel tempat pertemuan dengan klien.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai di Hotel dan menuju ruangan khusus tempat pertemuan tersebut.
Indra dan Susan langsung masuk di ruangan itu, sudah ada yang menunggu mereka dia adalah Reza Putra salah satu pemilik perusahaan dibawah SetiaOne.
Reza terkenal playboy dan sudah jelas gonta ganti pasangan. Ketika sudah bosan dengan wanita dia akan mencari wanita lain dan meninggalkan wanita sebelumnya tanpa ada rasa bersalah
"Mohon maaf sudah membuat anda menunggu" Ucap Indra dan duduk di depan Reza
"Oh tidak, Saya baru juga sampai" ucap Reza
"Saya mewakili Pak Satya karena Pak Satya tidak bisa menghadiri pertemuan ini" ucap Indra
Indra dan Reza berjabat tangan.....
"Oh tidak apa-apa saya mengerti tidak mungkin pengantin baru menghadiri pertemuan ini" ucap Reza
"Dan ini Susan" sambung Indra
"Reza" Ucap Reza dan mengulurkan tangannya
"Susan" Ucap Susan mengulurkan tangannya pula
Reza memegang tangan Susan dengan lama sambil menatap dalam Susan. Indra yang melihat pemandangan yang membakar hatinya tidak tinggal diam.
"Ehm. Apa sudah boleh dimulai?" ucap Indra agar Reza melepaskan tangan Susan
"Oh ya ya bisa-bisa." Ucap Reza yang sadar dengan suara Indra
__ADS_1
Berani sekali dia memegang tangan Susan dan menatpnya seperti itu. Gerutu Indra
15 Menit pertemuan itu selesai. Indra pamit untuk kembali ke kantor dengan alasan masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Padahal Indra tidak mau berlama-lama dengan Reza, apalagi Reza sepertinya menyukai Susan
"Kami permisi dulu" Ucap Indra
"Baiklah. Susan....?" panggil Reza
Susan menoleh begitu juga Indra...
"Ada apa Pak?" tanya Susan
"Bisa kita ngobrol sebentar?" ucap Reza
"Mohon maaf Susan tidak bisa. Masih banyak tugas yang harus dia kerjakan" jawab Indra yang menjawab pertanyaan Reza.
"Apa aku bisa meminta nomor Ponselmu?" Ucap Reza belum menyerah
"Kenapa anda selalu menjawab pertanyaan saya yang harusnya dijawab oleh Susan Pak Indra?" tanya Reza yang mulai risih dengan Indra
"Kami permisi dulu" ucap Indra dan segera meninggalkan ruangan diikuti Susan tanpa menjawab pertanyaan Reza
Hhmmm mencurigakan saja Pak Indra. Kenapa dia seperti itu ketika aku ingin mendekati Susan? Apa mereka punya hubungan spesial? Kita tunggu saja tanggal mainnya. Kalau Reza Putra sudah tertarik dengan wanita itu maka dia pasti akan memilikinya. Gumam Reza dengan senyum bangga
Dalam perjalanan ke kantor, Indra dan Susan tidak bicara sedikitpun. Indra fokus menyetir sedangkan Susan memikirkan kejadian tadi.
Kenapa Indra sampai seperti itu sama Pak Reza? Apa dia cemburu? Ha cemburu? Ah nggak mungkin. Tapi aku harap seperti itu Indra. Aku berharap kamu membalas cintaku ini. Gumam Susan
Akhirnya sampai di Kantor. Indra turun dari mobil dan langsung menuju ruangannya tanpa menunggu Susan
__ADS_1
Kenapa dia beda hari ini? Biasanya dia menungguku. Hmmm. Gumam Susan
Sesampainya di ruangan Indra, Susan duduk di meja kerjanya dan menatap Komputer. Sedangkan Indra terus memperhatikan Susan.
Indra mendekati meja Susan.....
Susan yang melihat Indra berjalan ke arahnya langsung berdiri...
"Apa ada tugas yang harus saya kerjakan Pak Indra?" tanya Susan
"Banyak" jawab Indra
"Apa?" Tanya Susan
"Periksa semua berkas yang ada di laci mejaku. Aku mau kamu memeriksa berkas itu dan melaporkan padaku jika ada yang keliru atau ada yang perlu diganti." perintah Indra
"Baiklah" jawab Susan.
Susan menuju meja kerja Indra dan mengambil berkas yang ada di laci. Setelah laci dibuka Susan.....
"Ha???? Apa semua berkas ini yang harus aku periksa? Banyak sekaliiiii." gerutu Susan
"Kenapa ekspresi mu seperti itu? Apa kamu keberatan?" tanya Indra
"Tidak-tidak. Aku akan memeriksa berkas ini" jawab Susan
Sebelum Susan mengambil berkas itu Indra sudah berada didekatnya dan menarik tangan Susan hingga Susan jatuh dipelukan Indra
Dag...dig...dug....
__ADS_1
Jantung Susan berdetak sangat cepat begitu juga Indra...
"A..a..ada apa Pak? Apa aku berbuat kesalahan?" tanya Susan gugup karena wajahnya sangat dekat dengan Indra