
Makan siang telah tiba Satya dan Indra memilih makan di restoran tidak jauh dari kantor.
Mereka berada dalam ruangan VVIP.
"Ndra benar kamu tidak tahu nomor itu??" tanya Satya sambil menunggu pesanan mereka datang
"Kamu nggak percaya sama aku??" tanya balik Indra
"Percaya nggak percaya sih" jawab Satya datar
"Dasar..." umpat Indra
"Kamu cari tahu saja nomor itu atau di black list dari pada akan membuat kamu dan Susan bertengkar. Kamu tahu kan gimana kalau wanita marah apalagi sedang hamil" ucap Satya
Karyawan restoran datang mengantar pesanan mereka.
"Silahkan dinikmati" ucap pelayan dengan suara lembut yang dibuat-buat. Lalu pergi setelah mendapat isyarat tangan Satya yang menyuruhnya pergi
Dasar laki-laki nggak peka. Gerutu karyawan itu setelah pergi meninggalkan Satya dan Indra
"Iya nanti aku...." ucapan Indra berhenti saat ponselnya berdering
"Nomor ini lagi..." ucap Indra saat melihat layar ponselnya
"Angkat saja. Di speaker." ucap Satya
Indra mengangkat telepon teesebut dan di speaker
"Halo. Kamu ini siapa?? Ha?? Kamu itu sangat menggangguku. Gara-gara ka...." Indra tidak melanjutkan ucapannya
"Halo...." potong orang itu yang ada dibalik telepon
Satya dan Indra saling memandang saat mendengar suara yang ada dibalik telepon itu
"Maaf aku mengganggu mu. Tapi, apa boleh kita bertemu??" tanya orang itu
"Kamu siapa??" tanya Indra
"Kamu akan tahu setelah kita bertemu nanti. Aku akan mengirim tempat kita bertemu"
Tit...tit....
Sambungan telepon diputuskan.....
__ADS_1
"Aku seperti mengenal suara itu" ucap Indra
"Hmm aku juga. Tapi, sudahlah kamu bertemu saja dengannya. Siapa tahu itu mantan kamu. Hhhh" ucap Satya
"Aku nggak punya mantan" ucap Indra
Ting....
Notifikasi sms masuk di ponsel Indra.
"Itu pasti dia. Kamu bisa bertemu dengannya sekarang." ucap Satya
"Benar?? Apa ka....."
"Cepat pergilah sebelum aku berubah pikiran dan mengatakan ini pada istrimu" ancam Satya
"Satya aku mohon. Rahasiakan ini pada Susan. Kalau aku sudah tahu siapa dia, aku akan mengatakan langsung padanya" ucap Indra
"Iya. Sana pergilah." usir Satya
Hmm padahal aku masih ingin makan. Tapi sudahlah dari pada Satya berubah pikiran. Guman Indra
Setelah Indra keluar dari ruangan itu, karyawan yang mencoba menggoda Satya langsung tersenyum. Kemudian dengan berjalan lenggak lenggok dia masuk dalam ruangan VVIP itu. Tidak lupa dia membuka sedikit kancing kemejanya bagian dada dengan memperlihatkan belahan dadanya
"Maaf. Saya salah masuk. Aww....." ucap pelayan itu lalu menjatuhkan dirinya
"Kamu tidak apa-apa??" tanya Satya mendekati pelayan itu mencoba untuk membantu
Pelayan itu justru memperlihatkan paha mulusnya dan belahan dadanya saat Satya mendekatinya
Cih...dia pikir aku akan tergoda dengannya. Dasar wanita murahan. Gumam Satya
Satya kembali di tempat duduknya dan menelpon seseorang tanpa membantu karyawan itu.
Tok...tok...
"Masuk" ucap Satya
Pelayan itu langsung berdiri saat melihat seseorang yang masuk adalah pemilik restoran
"Mohon maaf Tuan Satya. Ada apa ya??" tanya pemilik restoran
"Aku mau kamu memecat karyawan yang murahan ini" ucap Satya melihat ke arah karyawan itu
__ADS_1
karyawan itu langsung gemetaran setelah mendengar perkataan Satya...
"Maaf pak. Maafkan saya."
"Tidak ada kata maaf bagi wanita muraham sepertimu. Kamu pikir aku akan tergoda dengan tubuhmu itu??? Sayang sekali tidak. Melihatnya saja membuatku ingin muntah" ucap Satya
"Baik pak. Saya akan memecatnya" ucap Pemilik restoran lalu menarik karyawannya
"Berani sekali kamu menggodanya. Mulai sekarang kamu aku pecat" ucap pemilik restoran. Dia tidak mau berurusan dengan Satya yang bisa saja membuatnya jadi gelandangan dalam sekejap
Satya tidak menghabiskan makannya dan langsung pergi menuju kantornya.
Hampir saja ya Satya tergoda dengan karyawan itu. Hehehe
***********
Sementara Indra sudah berada di tempat pertemuan nya dengan seseorang itu.
"kenapa dia ingin bertemu di hotel??"
"Apa ini jebakan??"
"Ah semoga saja tidak. Aku seperti mengenal suara itu"
Ucap Indra lalu mengirim sms....
"Aku sudah di depan kamar nomor 2020" bunyi sms Indra
Ceklek....pintu terbuka. Indra melihat orang yang membukakan pintu tapi orang itu langsung berbalik dan berjalan ke arah ranjang. Perlahan Indra melangkahkan kakinya mengikuti orang itu.
Orang itu sedang duduk di tapi ranjang dengan membelakangi Indra
"Permisi. Apa kamu yang menelponku tadi?" tanya Indra yang masih dibelakang orang itu
"Maafkan aku." orang itu berdiri dan berbalik melihat Indra
Dia???? Apa dia wanita penggoda?? tidak mungkin. Gumam Indra
*********
**MENURUT KALIAN WANITA ITU SIAPA YA??🤔
SILAHKAN DIJAWAB DI KOLOM KOMENTAR😊😊
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE🙏😊**