Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Ketahuan Mama


__ADS_3

Pendarahan??? Apa dia hamil??


Mama menelpon Satya dan Indra bergantian lagi-lagi tidak diangkat Satya begitu juga Indra


Ponsel Satya ada di atas meja kamarnya. Sedangkan Indra, ponselnya dalam mode diam.


.......


Sementara di rumah Sakit.....


"Kalian pulang saja dulu. Aku yang akan menjaga Seyla." Ucap Satya yang duduk dekat bed Seyla sambil memegang tangan Seyla


"Kalian berdua saja yang pulang. Biar aku yang jagain Seyla." Ucap Susan


"Indra antar Susan pulang, biarkan dia istirahat." Ucap Satya


"Tapi......." ucap Susan


"Kamu istirahat saja dulu. Biar nanti kalau kamu sudah istirahat baru gantian jagain Seyla. Yah?" Ucap Indra agar Susan mengerti maksud Satya


"Baiklah. Hubungi aku ya Ndra kalau Seyla sudah sadar." Ucap Seyal


"Iya-iya. Satya, kami pergi dulu" ucap Indra


.............


Dalam perjalan pulang.....


"Ndra, antar aku ke kontrakan ya" ucap Susan


"Tidak. Kamu akan ku antar di rumah Satya saja." Ucap Indra


"Kok di rumah Satya. Aku sudah beberapa hari tinggal di situ. Aku nggak mau merepotkan Seyla lagi." Ucap Susan keberatan


"Kalau kamu ke kontrakan, kamu sama siapa? Ha? Apa kamu mau akan diculik lagi? Pokoknya kamu harus ke rumah Satya" ucap Indra


"Tapi......" ucap Susan


"Nggak ada tapi-tapian. Atau begini saja, kamu akan pulang ke Kontrakan tapi aku akan tinggak bersamamu. gimana?" Ucap Indra


"Ha??? Tidak-tidak. Kita kan belum halal. Masa udah mau tinggal serumah, nanti apa yang akan dikatakan orang-orang." Ucap Susan


"Makanya, kamu ke rumah Satya saja." Ucap Indra


"Baiklah" ucap Susan mengalah


"Bagus. Anak pintar." Ucap Indra dan mengusap rambut Susan

__ADS_1


Mobil berhenti di depan rumah Satya. Susan langsung turun dari mobil diikuti Indra


"Kok ikut turun?" Tanya Susan melihat Indra yang ikut turun dari mobil


"Kenapa? Nggak boleh?" Tanya Satya balik


"Yaa nggak apa-apa." Jawab Susan


"Aku akan mengantarmu sampai di kamar dan melihatmu istirahat" ucap Indra


"Hmmm" jawab Susan


"Kok hmm? Kamu nggak senang yaa?" Tanya Indra


"Mmmmmm senanglah..." jawab Susan


Mereka sudah masuk ke dalam rumah, sebelum masuk ke dalam kamar tamu, Susan dan Indra dihampiri Bi Siti.


"Pak Indra....." Panggil Bi Siti


Indra dan Susan menoleh ke arah yang memanggil mereka...


"Iya..ada apa Bi?" tanya Indra


"Begini..... Tadi Nyonya menelpon, kata Nyonya teleponnya tidak di angkat oleh Tuan Satya sehingga Nyonya menelpon di rumah. Saya mengatakan kalau Tuan Satya ada di rumah sakit karena Nona Seyla mengalami pendarahan." jelas Bi Siti


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Bi Siti pamit


Indra dan Susan masuk ke kamar setelah bi Siti pergi.


"Ndra, apa mamanya Satya tau kalau Seyla sedang hamil?" tanya Susan penasaran


"Aku juga nggak tau. Nanti aku akan tanyakan pada Satya. Sekarang kamu istirahat. Kalau ada apa-apa hubungi aku. Aku pergi dulu" ucap Indra dan mengecup kening Susan


Indra menutup pintu kamar dari luar dan menuju mobilnya yang ada di depan rumah kemudian melaju ke rumah sakit.


.......


Sementara, Satya tidur di samping Seyla karena bed yang sangat luas bisa digunakan oleh dua orang.


Perlahan Seyla membuka matanya, dia melihat Satya ada di sampingnya, kemudian memperhatikan ruangan tempat dia tidur...


"Ini di mana?" tanya Seyla yang membangunkan Satya setelah mendengar suara istrinya.


"Sayaanggg. Kami sudah sadar? Syukurlah" ucap Satya senang melihat istrinya yang susah siuman. Satya mengecup kening Seyla.


"Sayang...kita di mana?" tanya Seyla

__ADS_1


"Kita di ruman sakit. Kamu pingsan di kamar mandi dan kamu mengalami pendarahan" jawab Satya


"Pendarahan?" tanya Seyla lagi penasaran


"Iya sayang. Tapi kamu sekarang baik-baik saja. Begitu juga dengan anak kita. Kamu nggak boleh banyak pikiran dan terlalu cape." jelas Satya


"Oh syukurlah kalau anak kita baik-baik saja" ucap Seyla dengan tersenyum


Tok...tok...tok.


"Masuk" ucap Satya yang mendengar ada yang mengetuk pintu.


Indra membuka pintu dan masuk ke dalam


"Oh Seyla sudah siuman." ucap Indra melihat Seyla yang sudah siuman


"Kamu segera kabarkan pada Susan." ucap Satya


"Oh iya. Nanti aku akan menelpon Susan. Mmm Satya aku boleh bicara dengan mu?" ucap Indra


"Oh iya. Tunggu sebentar ya sayang" jawab Satya dan turun dari bed dan keluar dari ruangan


"Ada Apa?" tanya Satya setelah mereka berada di luar


"Satya, apa mama kamu tau kalau Seyla hamil?" tanya Indra


"Tidak. Aku dan Seyla belum memberi tahu. Emang kenapa?


"Tadi mama kamu menelpon di rumah, karena kamu tidak mengangkat teleponnya. Bi Siti memberi tahukan pada mamamu kalau kamu di rumah sakit karena Seyla mengalami pendarahan." jelas Indra


"Apa? Oh iya kayanya ponsel aku ketinggalan di rumah. Coba aku pinjam ponselmu." ucap Satya


"Oh ini." ucap Indra mengambil ponsel di sakunya dan memberikannya pada Satya


"Oh ternyata mama menelpon kamu juga" ucap Satya ketika dia melihat ada panggilan tidak terjawab dari mamanya


"Oh mungkin karena Ponsel ku dalam mode diam." ucap Indra


Tut....tut.....


"Halo Indra? Kenpa kamu tidak mengangkat telepon Tante?" tanya Ibu Irma


"Ini Satya mah. Maaf tidak mengangkat telepon dari mama. Ponsel Satya ketinggalan di rumah dan Ponsel Indra dalam mode diam" jelas Satya


"Oh....yang penting sekarang kamu menelopon mama. Oh iya apa Seyla hamil?" tanya Mama


"Mmmmm iya mah" jawab Satya ragu karena takut bagiamana reaksi mamanya

__ADS_1


"Apa.....Seyla hamil sebelum menikah denganmu?" tanya Mama to the point


__ADS_2