
Satya turun ke bawah menggunakan lift. Sesampainya di bawah Satya melihat mamanya yang sedang berada di ruang tamu.
"Mama..." panggil satya menghampiri mamanya
"Satya......" balas mama menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan langsung memeluk Satya
"Mama sudah makan?" tanya Satya melepaskan pelukannya
"Belum." jawab mama
"Ya sudah kita makan bersama saja." ajak Satya dan menuju ke dapur diikuti mamanya
"Bi Siti.....antarkan makanan untuk Seyla di kamar." perintah Satya setelah sampai di meja makan
"Baik Tuan" jawab Bi Siti langsung bergerak melaksanakan perintah Satya
"Oh iya....panggilkan Susan di kamar tamu. Sepertinya dia belum makan" perintah Satya lagi pada pelayan lain
"Seyla kenapa harus makan di dalam kamar?dan Susan? siapa?" tanya mama
"iya mah. aku nggak mau Seyla kecapean. Dan Susan itu temannya Seyla Mah. Calon istrinya Indra" jawab Satya
"hmmm. Oh ya ya. Mama lupa menanyakannya pada Indra waktu dia jemput mama di Bandara. Tungu-tunggu apa kamu bilang? calon istri? bukannya mereka sudah menikah? kok calon sih" ucap Mama
__ADS_1
"oh iya mah. Sebenarnya pernikahan Indra tertunda mah" jawab Satya
"Tertunda? kenapa? apa ada masalah sama calon istrinya. Secara.....dia kan teman istri kamu" sindir mama
"mah aku bisa jelasin semuanya sama mama. Lagian pernikahannya tertunda bukan karena seperti mama pikirkan. Pernikahannya tertunda karena Susan dan Seyla diculik saat hari pernikahan." jelas Satya tegas agar mamanya bisa mendengar dengan baik penjelasannya
"Diculik? siapa yang menculik mereka? apa musuh mereka atau musuhmu sama Indra?" tanya Mama
"Dia seseorang yang menyukai Susan dan membenci Satya makanya dia berani menculik Seyla dan Susan. Lagian dia sekarang sudah berada di penjara" jelas Satya lagi..
Sementara Susan yang mendengar percakapan Satya dan mamanya langsung keluar diam-diam dari rumah Satya dan pergi ke Kontrakan. Susan tersinggung dengan ucapan mamanya Satya.
"Susan mana? kok belum ada?" tanya Satya baru sadar kalau Susan belum ada juga
"hmmm dasar pemalasssss. Disuruh makan saja nanti dipanggil" Gerutu Mama
"Mah....." ucap Satya yang keberatan dengan ucapan mamanya
Ini yang ditakutkan Satya kalau tau bahwa Seyla hamil di luar nikah. Pasti mamanya akan berpikir yang tidak-tidak seperti sekarang ini dan tidak akan menyukai Seyla seperti baru pertama bertemu
"Tuan....Nona Susan tidak ada di kamar. Sepertinya dia keluar Tuan saya sudah tanyakan sama security." Ucap pelayan
"Pasti Susan mendengar perkataan mama tentangnya dan Seyla" ucap Satya
__ADS_1
"Itu kan benar" ucap mamanya lagi
Satya segera mengambil ponselnya dan mengirim sms pada Indra mengatakan padanya tentang Susan dan perkataan mamanya.
"Mah kita ke ruang tamu saja" ajak Satya yang melihat mamanya sudah selesai makan sedangkan Satya tidak jadi makan karena mendengar perkataan mamanya yang membuatnya tidak punya selera makan
"kamu nggak makan?" tanya Mama
"Nanti saja. Ayo" ajak Satya
Kini Satya dan Mama duduk di ruang tamu, Satya mematikan tv agar tidak mengganggu.
"Mah sebenarnya aku dan Seyla dulu......." jelas Satya panjang lebar pada mamanya tentang yang terjadi antara dia dan Seyla
Yang baca dari awal pasti tahu......😃
"hmmm bisa jadi itu bukan anak kamu." ucap Mama
"Mama,,Satya yang pertama kali menyentuh Seyla. Dia masih suci waktu Satya melakukannya." jelas Satya
"Kamu tau dari mana dia masih suci atau tidak. Bukankah kamu mabuk saat itu?" tanya mama
"Mah, Satya melihat ada bekas darah di ranjang dan selimut. Apa itu belum cukup menentukan kalau Seyla masih suci? Mah....tolonglah percaya pada Satya." jelas Satya lagi yang melihat reaksi mama nya seperti itu
__ADS_1