
Indra menemani Susan sampai tidur. Setelah Susan tertidur Indra keluar dari kamar menutup pintu dari luar menuju ruang tamu menunggu Satya.
Sementara Satya masih menunggu Seyla dari dari kamar mandi.
"Kenapa dia lama sekali? Katanya cepat mandinya kok lama sekali" Ucap Satya
"Sayang....kamu kok lama bangat" tanya Satya di depan kamar mandi
"Kok tidak ada suara....Sayaang..." panggil Satya lagi
Satya mulai khawatir karena Seyla tidak menjawab panggilannya. Akhirnya setelah mengumpulkan tenaganya, Satya mendobrak pintu kamar mandi dan betapa kagetnya Satya melihat Seyla terbaring di lantai dengan ada darah disekitar kakinya.....
"Seyla......" teriak Satya dan langsung menggendong Seyla keluar kamar mandi menuju ranjang.
"Indraaaa....." Panggil Satya dengan suara yang keras agar Indra dapat mendengarnya di bawah...
Satya memakaikan baju untuk Seyla, karena Seyla hanya menggunakan handuk saat terbaring di kamar mandi.
Indra mendengar suara Satya di atas, langsung menuju ke kamar Satya...
"Satya kamu kenapa?" Tanya Indra yang sudah berdiri di depan kamar Satya
"Ayo masuk" ucap Satya dari dalam kamar.
Indra membuka pintu dan langsung menghampiri Satya..
"Cepat siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang." Perintah Satya dan menggendong Seyla
Indra segera turun lewat tangga sedangkan Satya turun lewat lift.
Sesampainya di depan rumah Satya langsung masuk di dalam mobil dan memeluk Seyla. Sementara Indra langsung menyalakan mobil dan melaju ke rumah sakit
.........
__ADS_1
Sementara Susan mulai bangun dari tidurnya karena mendengar ponselnya berbunyi karena ada pesan masuk.
Susan mengambil ponselnya di samping bantal dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
"Indra? Ada apa yaaaa" ucap Susan penasaran dengan isi pesan Indra
"Apa? Seyla....Seyla...." Reaksi Susan saat membaca isi pesan dari Indra
Susan langsung beranjak dari tempat tidur dan keluar dari rumah menuju rumah sakit.
.......
Sesampainya di rumah sakit, Susan melihat Satya dan Indra sedang duduk di ruang tunggu dengan sedih
Susan menghampiri Indra....
"Susan..." ucap Indra saat melihat Susan datang. Sedangkan Satya hanya menunduk dengan wajah yang sedih
"Belum tau San. Dokter masih memeriksanya. Kamu nggak perlu khawatir, aku yakin Seyla akan baik-baik saja" jawab Indra menenangkan Susan
Dokter keluar dari ruangan tempat Seyla langsung menghampiri Satya.....
"Bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Satya langsung berdiri menatap Dokter diikuti Susan dan Indra
"Nona Seyla mengalami pendarahan. Itu disebabkan karena Istri bapak syok dan apakah istri bapak jatuh atau berpergian jauh sehingga membuatnya lelah. Istri bapak kandungannya lemah karena usia kandungannya baru 1 bulan pak." Jelas Dokter
"Sial.... semua ini gara-gara pria brengsek itu."umpat Satya
"Apakah Seyla baik-baik saja Dok?" Tanya Susan
"Iya, syukurlah nona Seyla segera di bawah ke rumah sakit. Dia baik-baik saja begitu juga dengan kandungannya. Jadi, untuk sementara Nona Seyla belum bisa pulang. Biarkan dia istirahat dulu. Dan jangan membuatnya syok karena itu akan membahayakan kandungannya." jelas Dokter
"Baiklah Dokter. Terima kasih" ucap Seyla
__ADS_1
"Saya pergi dulu" Dokter pamit
Satya langsung masuk ke ruangan Seyla berada diikuti Indra dan susan
.........
Sementara Ibu Irma mama Satya selalu menelpon Satya tapi tidak pernah dijawab. Begitu juga Seyla dan Indra.
Ibu Irma memutuskan untuk menghubungi telepon rumah. Akhirnya ada yang mengangkat telepon tersebut.
"Halo, dengan Siapa?" tanya salah seorang pelayan Bi Siti yang mengangkat teleponnya
"Halo, ini saya mama Satya. Apa Satya ada di rumah?" tanya mama
"mmmmmm Tuan....."jawab Bi Siti terbata-bata
"Di mana Satya? saya menelepon nya dari tadi tapi tidak diangkat. Apa Satya dan istrinya baik-baik saja?" tanya mama mulai khawatir
"Tuan ada di rumah sakit nyonya." jawab Bi Siti
"Apa???? rumah sakit??? siapa yang sakit? apa Satya? atau Seyla?" tanya Mama panik
"Nona Seyla tadi dibawah kerumah sakit oleh tuan Satya Nyonya. Sepertinya nona mengalami pendarahan. Saya melihat Nona Seyla di gendong tuan Satya menuju rumah sakit dengan kaki nona Seyla ada darahnya" Jelas Bi Siti.
Bi Siti seorang pelayan yang sudah tua. Jadi, Bi Siti bisa membedakan antara darah karena pendarahan atau tidak
"Apa Seyla pendarahan?" tanya Mama kaget
"iya nyonya" jawab Bi Siti
"Baiklah saya akan menelpon Satya kembali" ucap mama dan menutup telepon
Seyla pendarahan??? apa dia hamil???
__ADS_1