
Keesokan harinya.....
Kring....kring...
Ponsel Frankie berdering.
"Pak Satria??" ucap Frankie melihat nama Satria dilayar ponselnya
"Hallo pak??" ucap Frankie
"Ke kantor sekarang" ucap Satria lalu memutuskan sambungan telepon
"Ke kantor?? Apa....." ah lebih baik aku segera ke kantor sekarang.
Frankie tiba di kantor, ia langsung menuju ruangan Satria lalu berhenti sejenak menatap meja kerja Raisa.
Hmmm.. Frankie membuang nafas dengan kasar lalu mengetuk pintu ruangan Satria.
Tok....tok....
Ceklek, Frankie membuka pintu.
"Duduk" titah Satria
Farnkie langsung duduk di kursi depan meja Satria.
"Kamu tidak jadi aku pecat. Silahkan melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas kamu" ucap Satria
"Apa?? Beneran pak?? Lalu Raisa??"
"Nanti aku pikirkan tentang Raisa. Kamu batalkan semua meeting aku hari ini." ucap Satria lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan
"Pak...." panggil Frankie membuat Satria menghentikan jalannya
"Ada apa?? Cepat katakan! Aku harus pergi sekarang ada hal penting yang harus aku kerjakan" ucap Satria
"Saya tidak ingin tahu alasan bapak kenapa tidak jadi memecat saya, tapi saya harap bapak tidak memecat Raisa juga" ucap Frankie
Satria tidak merespon ucapan Frankie.
Ceklek.... Satria keluar dari ruangan meninggalkan Frankie.
π¦π¦π¦π¦π¦π¦
__ADS_1
Mobil Satria berhenti di depan aparetemen tempat tinggal Raisa.
Tut....tut..... Satria menelpon Raisa.
"Hallo pak"
"Keluar sekarang, aku ada di depan apartemenmu" ucap Satria lalu memutuskan sambungan telepon
"Apa??? Oh shit....." ucap Raisa segera mengganti pakaiannya dan segera keluar menemui Satria
Tap....tap...tap....
Raisa berlari menghampiri mobil Satria, ia takut membuat Satria menunggu lama.
"Masuk" titah Satria
Raisa langsung masuk di dalam mobil dan duduk di kursi samping Satria.
"Atur dulu nafasmu. Lagian kenapa berlari" ucap Satria
Aku takut membuatmu menunggu lama pak. Gumam Raisa
"Hmn tidak apa-apa pak. Maaf." ucap Raisa
π¦π¦π¦π¦π¦π¦
"Turun" titah Satria turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah
Kenapa dia membawaku di rumahnya?? Apa dia akan menjadikanku pelayan?? Tapi, mana mungkin kan di rumahnya ada banyak pelayan. Gumam Raisa
Satria berhenti dan berbalik menoleh ke arah Raisa.
"Bukankah aku menyuruhmu turun?? Kenapa masih di situ??" ucap Satria
"E-e-eh iya pak. Maaf" ucap Raisa berlari menghampiri Satria.
"Apa kamu tidak bisa berjalan sehingga selalu berlari??" tanya Satria setelah Raisa sudah menghampirinya
"Mmm maaf pak" ucap Raisa
Apa tidak ada selain kata maaf yang keluar dari mulutnya?? Gumam Satria
"Ayo masuk" ucap Satria
__ADS_1
Raisa mengikuti Satria dari belakang. Satria menuju ruang kerjanya.
"Duduk" titah Satria
Kini mereka duduk berhadapan.
"Aku akan mengatakan apa tugas yang harus kamu lakukan" ucap Satria
"I-i-iya pak" ucap Raisa terbata-bata
"Aku mau kamu harus pura-pura jadi calon istriku" ucap Satria
"Apa?????" Raisa terkejut
"Kenapa apa kamu keberatan??" tanya Satria
"Ti-tidak pak" jawab Raisa
"Kamu tidak perlu khawatir, ini hanya sementara saja. Orang tuaku ingin secepatnya agar aku memperkenalkan calon istriku, jika tidak maka aku akan dijodohkan." jelas Satria
"Apa bapak tidak punya kenalan wanita?? Mungkin rekan kerja bapak." tanya Raisa memberanikan bertanya
"Aku memilih kamu karena aku tidak punya pilihan. Lagian kalau rekan kerja justru itu akan mempersulit karena jelas mereka pasti menyetujuinya dan akan memprovokasi orang tuaku. Aku tidak mau dengan wanita murahan yang menawarkan tubuh mereka." jawab Satria
"Apakah....."
"Aku hanya sekedar memperkenalkan diri kamu saja agar orang tuaku tidak menekanku terus-terusan." potong Satria
"Tapi..... Pak Satya dan istrinya pernah melihat saya pak" ucap Raisa
"Soal mereka kamu tenang saja, aku bisa mengurusnya. Aku hanya memperkenalkan kamu pada orang tuaku setelah itu tugas kamu selesai" ucap Satria
"Baiklah" ucap Raisa
π¦π¦π¦π¦π¦π¦
**MAAF YA UP NYA HANYA SEDIKIT, MASIH SIBUK SOALNYAππ
MOHON PENGERTIANNYA YAππ
TUNGGU SAJA KELANJUTANNYππ**
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN BERI VOTE YAπππππ
__ADS_1