
Frankie bersama Raisa di meja kerja Raisa.
"Ra, beneran aku nggak apa-apa jika dipecat. Please dong jangan menangis lagi" bujuk Frankie membelai rambut Raisa
"Kamu sudah lama bekerja di perusahaan ini Kie, aku nggak mau kamu dipecat" ucap Raisa
"Sekarang kamu aku antar pulang ya. Tenangin dulu diri kamu" ucap Frankie
Frankie mengantar Raisa pulang, lalu dia kembali ke kantor. Setelah jam pulang kantor, Frankie menunggu Satria dekat mobilnya
"Pak, aku......." Frankie tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Satria tidak menghiraukannya dan langsung masuk ke dalam mobil.
Ah shit, harusnya aku tahu dari awal jadi seperti ini. Tapi, aku juga tidak mau melihat Raisa bersedih jika aku harus dipecat. Raisa pasti merasa bersalah. Guman Frankie
💦💦💦💦💦💦
Di rumah Satria
Kring....kring....kring...
"*Hallo..." ucap Satria
"Kamu sedang ngapain nak?? Sibuk??" tanya Mama
"Sedikit mah. Hehe. Gimana keadaan orang-orang di sana?? Satya?? Mama dan papa sehat?"
"Sehat. Kami sehat di sini. Oh iya ada yang ingin mama sampaikan" ucap Mama
"Syukurlah. Apa mah??"
__ADS_1
"Apa kamu sudah punya calon istri??" tanya mama
"Mah, mulai deh. Please jangan bahas ini lagi"
"Umur kamu sudah tidak muda lagi nak. Adik kamu sudah punya anak, Indra juga sudah punya anak. Kamu?? Kapan??" ucap Mama
"Jodoh sudah ada yang atur mah"
"Iya mama tahu, tapi kamu juga berusaha dong" ucap Mama*
Tok....tok....tok....
"Masuk" ucap Satria dari balik ruang kerjanya
Ceklek pelayan membuka pintu ruang kerja Satria.
"Maaf mengganggu, ada tamu ingin bertemu dengan bapak" ucap pelayan
"Baik, pak" pelayan segera keluar
"*Mah aku tutup teleponnya, aku ada tamu" ucap Satria
"Pokoknya mama tunggu secepatnya, jika tidak kamu mama jodohkan dengan teman mama dan tidak ada penolakan" ucap Mama lalu memutuskan sambungan telepon*
"Urusan Frankie belum selesia ditambah dengan urusan jodoh. Hmmm."Satria membuang nafas dengan kasar
Tok..tok.. Tamu itu mengetuk pintu.
"Hmm masuk" titah Satria
__ADS_1
Ceklek, Satria menoleh ke arah pintu.
"Raisa???" ucap Satria
"Pak, aku mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya pada bapak" ucap Raisa
tok...tok...pelayan mengantar minuman untuk Raisa. Setelah itu segera keluar dari ruang kerja.
"Hmm silahkan duduk" ucap Satria
"Minum dulu dan ingat jangan menangis" ucap Satria
"Ba-ba-baik pak." ucap Raisa terbata-bata lalu meminum minumannya
Glek...glek...
Raisa sudah meminum minumannya.
"Apa lagi yang harus kamu jelaskan pada saya?? Bukankah semuanya sudah jelas??" ucap Satria
"Pak, saya mohon jangan pecat Frankie. Saya saja yang bapak pecat. Frankie sudah bekerja dengan bapak sudah lama." ucap Raisa
"Kenapa saya harus menuruti kemauan kamu?? Kalian yang sudah membohongi saya, jelas kalian juga tahu akibatnya. Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan kebohongan yang telah Frankie lakukan, toh dia juga melakukan itu karena niat membantu. Tapi, saya kecewa dengannya setelah lama bekerja di perusahaan ini, bukankah dia harus lebih terbuka?? Jika dia percaya dengan saya, dia tidak mungkin membohongi saya. Tapi, setelah dia berbohong, jelas kalau dia tidak percaya dengan saya dan perusahaan" ucap Satria
"Pak saya salah, Frankie juga salah. Tapi, dia melakukan itu karena saya yang menyuruhnya. Saya akan melakukan apapun yang bapak mau, tapi Frankie jangan dipecat pak. Saya siap menerima hukuman dari bapak, apapun akan saya lakukan jika saya mampu melakukannya" ucap Raisa
Aku tahu pak Satria dari keluarga terpandang. Tidak mungkin dia memintaku untuk melayani hawa nafsunya. Setidaknya selain itu, aku bisa melakukan apapun yang dia minta agar Frankie tidak dipecat. Semua ini salahku dan aku harus bertanggung jawab. Gumam Raisa
💦💦💦💦💦💦
__ADS_1
APAKAH SATRIA AKAN MENERIMA TAWARAN RAISA???
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN BERI RATE YA🙏🙏😊😊