Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Empat Mata


__ADS_3

Seyla mondar-mandir di kamarnya. Ia khawatir apa yang akan kakak adik bicarakan itu.


Apa karena kejadian tadi??? Lagian kenapa Kak Satria memelukku tadi....hikssss


Seyla menangis karena takut akan terjadi perang ke dua dengan kakak beradik itu.


Kalau kamu punya seribu pertanyaan aku akan jawab Satya....tapi aku mohon kamu jangan berpikir yang tidak-tidak padaku dan Kakak mu.


........


Kini Satya dan Satria duduk di sofa kamar saling berhadapan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan??? Sepertinya penting sekali dilihat dari raut wajah kamu yang serius" ucap Satria


"Apa kamu mengaggap Seyla sebagai adik ipar kamu atau sebagai wanita yang ingin kamu perjuangkan??" tanya Satya to the point


"Apa??? Pertanyaan apa ini Satya???" tanya balik Satria kemudian tertawa mendengar pertanyaan Satya


"Apa kamu menyukai nya???" tanya Satya lagi tanpa menghiraukan Satria yang sedang tertawa


"Hei.....apa kamu sudah gila??? Pertanyaan mu konyol sekali" ucap Satria yang masih tertawa


"Kenapa kamu selalu bertanya di atas pertanyaan ku??? Apa karena kamu tidak bisa menjawab pertanyaan ku?" tanya Satya


"Satya.....aku...."


"Aku apa??? Aku menyukai Seyla?? Iya??? Itu yang akan kamu jawab???" potong Satya


"Satya aku tidak menyukai istri orang. Terlebih dia adalah adik iparku. Aku masih bisa laku dan mendapatkan wanita yang lajang. Tanpa menyukai wanita yang sudah bersuami seperti yang kamu tuduhkan padamu" ucap Satria

__ADS_1


"Tapi perlakuan kamu sama Seyla tidak seperti yang kamu ucapkan" ucap Satya


"Apa karena tadi aku memeluk Seyla kamu berpikiran seperti ini padaku?? Iya??" tanya Satria


"Kalau Seyla bukan istriku dan dia belum menikah, apa kamu tetap tidak menyukainya??" tanya balik Satya


"Satya....tolonglah.....buang pikiran negatif kamu padaku...." ucap Satria


"Jawab saja pertanyaan ku" ucap Satya


"Aku......"


Kring....kring......kring....


Satria tidak bisa melanjutkan ucapaannya karena ponselnya berdering


"Halo...." ucap Satria


"Baiklah aku akan segera ke sana. Kita nanti ketemu di sana" ucap Satria memutuskan sambungan telepon


"Aku pergi dulu." Satria pamit dan meninggalka Satya yang masih mematung


Satya langsung menelpon Indra.....


"Halo... Ada apa Satya??" tanya Indra


"Berikan ponselmu pada Susan. Aku ingin bicara dengannya" ucap Satya


"Kenapa kamu ingin bicara dengan istriku???" tanya Indra penasaran

__ADS_1


"Jangan banyak tanya. Berikan saja ponselmu pada Susan" jawab Satya


"Sayang.......Satya mau bicara denganmu...."ucap Indra dan memberikan ponselnya pada Susan


"Halo....." ucap Susan


"Apa kamu kenal dengan Satria???" tanya Satya to the point


"Satria?? Oh...i....iya" jawab Susan


"Apa hubungan Satria dan Seyla waktu di kampus dulu??? Apa mereka pernah menjalin hubungan???" tanya Satya lagi


"Emmmmm...emmmmm"


"Jawab saja yang kamu tahu." ucap Satya


"Yang aku tahu Seyla dan Kak Satria tidak punya hubungan apapun. Hanya saja......" Susan menggantung ucapannya


"Hanya apa??? Apa Satria menyukai Seyla?? Atau sebaliknya?" tanya Satya


"Sepertinya Kak Satria menyukai Seyla. Dia sering mengantar Seyla pulang dan membawakan makanan untuk Seyla" jawab Susan


"Baiklah...makasih." ucap Satya dan memutuskan sambungan telepon


..............


Glek.....


Pintu kamar terbuka, Seyla langsung menghampiri Satya yang berjalan ke arah ranjang

__ADS_1


"Sayang....apa yang kamu bicarakan dengan kak Satria??" tanya Seyla mengekori Satya di ranjang


"Aku ingin tidur...." ucap Satya menutup mata dan membelakangi Seyla. Dia tidak mau bertengkar dengan Seyla karena dia juga merasa kecapean


__ADS_2