
Susan bangun terlebih dahulu.
"Mm kebetulan hari ini libur karena Restoran ditutup untuk beberapa hari, pemilik Restoran masih keluar Daerah dan menutup Restoran untuk sementara."
"Apa aku ajak ketemu Indra saja? Mudah-mudahan dia tidak sibuk"
Susan beranjak dari tempat tidur dan segera ke dapur untuk memasak.
Setelah selesai memasak Susan segera mandi dan siap-siap untuk keluar.
Susan melihat Seyla yang masih tertidur, ia mendekati Susan dan mengelus rambut Seyla dengan lembut
"Maafkan aku Seyla, aku tau kamu pasti menderita menanggung ini sendirian. Aku ingin keluar sebentar dulu."
Susan mengambil ponsel dan menelpon Indra.
Tut..tut..tut..
"Halo. Ada apa?"Tanya Indra setelah telepon terhubung.
Indra masih di rumahnya kerena kebetulan belum ada tugas yang harus dikerjakan
"Mmm apa kamu sibuk?" Tanya Susan
"Nggak. Kenapa?" jawab Indra
"Aku ingin kita ketemu di XX." Ucap Susan
"Kenapa kamu ingin ketemu? Apa kamu kangen padaku? Oh Susan kamu ternyata sangat menyukaiku." Ucap Indra
Geer bangat sih dia. Gumam Susan
"Aku ingin membicarakan tentang Seyla. Kalau kamu tidak mau ya sudah. Tapi kamu harus tau bahwa ini menyangkut Bosmu yang brengsek itu." Ucap Susan kemudian menutup telepon
"Dia sudah berani ya menutup teleponku. Apa barusan dia bilang? Bosku brengsek. Hmm sudah berani ya dia."
__ADS_1
"Tunggu-tunggu ini tentang Seyla? Apa yang ku curigai tentang yang terjadi di antara mereka benar? Ah sial aku harus segera menemui Susan untuk memastikannya."
Susan sudah berada di tempat pertemuannya dengan Indra. Dia tau pasti Indra akan datang.
Beberapa menit kemudian Indra sampai juga dan menghampiri Susan
Hmm dia datang juga. Gumam Susan dan tersenyum
"Heii." panggil Indra dan duduk di depan Susan
"Hmm." Jawab Susan cuek untuk menyembunyikan senyumnya
"Ayolah aku minta maaf padamu. Karena aku terlalu percaya diri." Ucap Indra dan memasang wajah imut untuk meluluhkan Susan
Ya ampuunnn dia imut bangat sih. Ingin bangat aku mencubit pipinya. Gumam Susan
"Kenapa pipi kamu merah? Apa kamu sakit?" Tanya Indra yang melihat pipi Susan
Ah sial. Kenapa juga pipiku jadi merah? Gumam Susan
"Tapi sebelum aku ceritakan padamu, kamu harus jawab jujur dulu pertanyaanku." Perintah Susan
"Iya. Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?" Tanya Indra
"Apa benar kamu tidak tau apa yang terjadi antara Satya dan Susan?" Tanya Susan
"Mmmm tidak. Aku beneran tidak tau apa yang terjadi antara mereka berdua. Yang aku tau mereka sudah saling melupakan toh sekarang mereka tidak berhubungan lagi." Jawab Indra
"Baiklah kalau kamu memang tidak mengetahuinya." Ucap Susan
"Sekarang dengar aku baik-baik. Oke?" Ucap Susan
"Iya-iya sekarang katakan. Kamu jangan buat aku penasaran." Ucap Indra
"Seyla....Seyla...ha..ha..mil." Ucap Susan dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Apa? Hamil?.....Siapa yang melakukannya?" Indra berdiri dari tempat duduknya dan mendekat pada Susan
"Iya, Seyla hamil." Jawab Susan dan meneteskan air mata
Indra segera memeluk Susan.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya padamu. Tapi kamu harus tau Ndra." Ucap Susan dan terus menangis
"Apa yang ada dalam pikiranku sekarang yang melakukannya?" Tanya Indra yang melepaskan pelukannya dan memegang bahu Susan dengan menatap Susan dalam
"I..i..iya. Makanya aku mengatakannya padamu. Karena dia yang melakukan itu sama Seyla."
"Kenapa kamu membiarkan itu semua terjadi Ndra? Kenapa kamu tidak menemani Satya di kamar Hotel itu untuk mengantarnya pulang? Kalau kamu ada di sana itu semua pasti tidak akan terjadi. Kenapa Ndra?" Tanya Susan dan masih menangis."
Indra memeluk Susan kembali.
"Maafkan aku. Aku tidak tau kalau ini akan terjadi." Ucap jawab Indra
"Seyla tidak pernah minum alkohol. Itu pertama kali dia minum. Makanya walau minum hanya sedikit saja akan membuatnya mabuk." Sambung Susan
"Maafkan aku. Aku akan bicara dengan Satya tentang hal ini." Ucap Indra
"Apa Satya akan bertanggung jawab?" Tanya Susan.
Dia sudah tidak menghormati Satya lagi karena sudah berbuat hal buruk pada sahabatnya itu
"Pasti. Aku tau Satya orang yang bertanggung jawab." Jawab Indra
"Baiklah. Aku tunggu kabar baik darimu." Ucap Susan dan melepaskan pelukannya
Indra menghapus air mata Susan dengan tangannya.
"Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Indra
"Baiklah." Ucap Susan
__ADS_1