
Sesampainya Seyla di Kontrakan dia segera masuk ke kamar dan menangis tiada henti.
Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku harus hamil di luar nikah? Andai saja aku tidak minum alkohol itu semua ini tidak terjadi padaku. Dasar pria brengsek. Hiks..hiks..hiks..hiks
Aku harus bagaimana? Apa aku minta pertanggungjawaban Pria brengsek itu saja?tidak-tidak. Aku dan dia sudah tidak ada hubungan lagi. Tapi perutku semakin lama akan membesar.
Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan?
Hiks..hiks..hiks...
Seyla menangis tanpa henti sehingga dia tertidur karena capek menangis
Setela Susan sampai di Kontrakan dia melihat Seyla yang masih tidur.
Haa? Seyla masih tidur? Apa dia sudah makan? Kenapa matanya sembab sekali? Apa dia menangis?
Astagaaa dia pasti kesakitan. Kenapa aku tidak paksa saja dia ke rumah sakit tadi. Kenapa juga dia tidak menelponku. Dasar keras kepala.
Susan segera membuat makanan untuk Seyla. Setelah semua sudah siap dia membangunkan Seyla.
"Sey, seyla.... Bangun. Ayo makan dulu. Aku sudah membuat makanan untukmu. Aku tunggu yaa." Ucap Susan
"Hmmmmm iya." Ucap Seyla dengan suara serak
Kini Seyla dan Susan berhadapan sambil menyantap makanan.
"Seyla apa aku antar ke rumah sakit? Matamu sembab sekali. Apa yang sakit? Ha?" Tanya Susan dengan memegang tangan Seyla
Hiks..hiks..hiks...hiks...
__ADS_1
Seyla tidak menjawab pertanyaan Susan dan malah menangis.
"Seyla kamu kenapa?" Tanya Susan dan memeluk Seyla.
Seyla semakin menangis saat Susan memeluknya.
Hiks..hiks..hiks..hiks..
"Kamu kenapa?" Tanya Susan yang masih memeluknya
Aku..aku...aku.... Hiks..hiks..hiks..
"Kamu kenapa Seyla? Kalau ada apa-apa bilang sama aku. Jangan disimpan sendiri." Ucap Susan
"A..a..a..aku ha..mil San."Ucap Seyla terbata-bata dan dia semakin mempererat pelukannya pada Susan
Hiks.hiks..hiks.hiks..
Seyla tidak menjawab pertanyaan Susan, dia malah tambah menangis
"Apa kejadian itu waktu kamu tidak pulang ke kontrakan?" Tanya Susan
"I.i.iya San." Jawab Seyla
"Siapa yang lakukan itu padamu? Apa kamu kenal dengan pria brengsek itu? Kamu harus meminta pertanggungjawabannya." Ucap Susan
"Aku tidak bisa San." Jawab Seyla
"Kenapa tidak bisa? Apa dia tidak ada di kota ini sekarang? Dasar pria brengsek." Ucap Susan
__ADS_1
"A..a..ada. Tapi itu tidak mungkin. Aku akan menggugurkan anak ini." Ucap Seyla
"Apa kamu sudah gila? Kenapa kamu mau membunuh anak yang tak berdosa?" Tanya Susan yang sudah emosi karena Seyla akan menggugurkan kandungannya
"Tapi aku tidak mungkin hamil di luar nikah San. Aku tidak mau anak ini lahir tidak mempunyai Ayah." Ucap Seyla yang terus menangis.
"Sekarang jawab aku. Lihat aku Seyla!" Perintah Susan dengan memegang bahu Seyla
"Siapa yang melakukan itu? Biar aku saja yang akan menemuinya jika kamu tidak berani menemui pria brengsek itu." Ucap Susan
"Kamu tidak bisa menemuinya apa lagi berbicara dengannya." Jawab Seyla
"Aku tidak butuh jawaban yang seperti itu Seyla. Yang aku mau kamu mengatakan siapa pria brengsek itu yang........"
"Mahendra Satya Setiawan." Potong Seyla dengan suara keras
Susan yang mendengar jawaban itu langsung lemas dan menunduk sambil menangis.
"Ba..ba..bagaimana ini bisa terjadi Seyla?" Tanya Susan dengan terbata-bata karena shock kemudian memeluk sahabatnya itu.
"A..aku mabuk saat itu San..
Aku........."
Seyla menceritakan semua yang terjadi padanya malam itu dan pertemuan mereka di Rumah Satya
Yang sudah baca dari awal pasti tau kan kenapa bisa terjadi? Hehe
Susan mendengar semua cerita Seyla dan tidak berkomentar apa-apa. Susan hanya membelai rambut Seyla dengan lembut.
__ADS_1
Susan tau kenapa Seyla melakukan itu. Seyla tidak berpikir bahwa dia akan hamil dan memilih untuk melupakan apa yang terjadi antara dia dan Satya
Sekarang ayo kita istirahat. Susan mengajak Seyla masuk ke kamar. Mereka akhirnya tertidur sambil berpelukan.