
30 Menit berlalu Satya bangun dan berjalan mendekati Indra
Deg.....
Mati aku. Masih banyak lagi yang belun selesai. Gumam Indra
"Hentikan. Kamu mau ikut aku meeting atau masih melanjutkan pekerjaan itu yang sudah aku periksa??" tanya Satya dengan menahan tawa
"Apa????? Berarti kamu??? Aa....."
"Apa?? Kamu mau protes?? Atau kamu mau gantiin aku meeting??" potong Satya
"Ti...tidak. Ayo kita pergi" ucap Indra langsung bangkit dan berjalan keluar ruangan mendahului Satya
Dari pada dia akan berubah pikiran. Gumam Indra
Kini mereka berada di private lift.
"Makanya jangan berani mengejekku" ucap Satya
"Iyaaaa" ucap Indra kesal
Pantas saja, semua file yang sudah kuperiksa tidak ada kesalahan. Ternyata sudah diperiksa terlebih dahulu. Dasar atasan menyebalkan. Gerutu Indra
Ting.......pintu lift terbuka
Satya dan Indra berjalan keluar kantor.
Kring....kring.... Ponsel Indra berdering....
"Angkat saja." titah Satya
"Siapa ya?? Nomor tak dikenal" ucap Indra lalu menjawab panggilan tersebut
"Halo....." ucap Indra
Hening
Hening
Hening
"Halo..." ucap Indra lagi
"Matikan saja kalau tidak ada suara. Buang-buang waktu. Ayo cepat" ucap Satya
Mereka sudah di depan mobil. Satya menyuruh Indra agar segera masuk mobil dan mengemudi.
Tit.......
Indra memutuskan sambungan telepon lalu masuk mobil dan langsung melaju ke tempat meeting.
*********
__ADS_1
Pip....pip.....
"Itu pasti mereka. Ayo kita keluar" ucap Seyla
Seyla dan Susan langsung keluar kamar menemui suami mereka di depan...
"Ayo sayang..." ucap Satya
Seyla menghampiri Satya lalu masuk ke dalam mobil.
"San, aku pergi dulu yaaa" ucap Seyla melambaikan tangan
"Iya hati-hati" Susan membalas lambaian tangan Seyla
*********
"Sayang, aku ingin makan rujak. Tuh" ucap Seyla menunjuk tukang jual rujak dipinggir jalan
Satya menepikan mobilnya.
"Kamu di sini saja. Nanti aku yang beli" ucap Satya lalu turun dari mobil
"Tapi aku mau ikut.." rengek Seyla merayu Satya agar dia diijinkan ikut membeli rujak
"Boleh. Tapi, aku gendong." ucap Satya
"Malu tau. Nanti dilihatin orang" ucap Seyla keberatan
"Mau atau tidak sama sekali" ucap Satya
"Iya. Aku tunggu kamu di sini" ucap Seyla mengalah
"Anak pintar..." ucap Satya lalu berjalan menghampiri tukang rujak
Hanya butuh waktu 10 menit Satya sudah membawa dua porsi rujak ditangannya.
"Kok cepat bangat??" tanya Seyla heran ia melihat ke arah tukang rujak tersebut yang banyak orang mengantri
"Kamu nggak antri ya??" tambah Seyla
"Aku antri sayang. Tapi mereka menyuruhku terlebih dahulu. Makanya aku tidak perlu mengantri lama-lama" jawab Satya
"Apa kamu digoda wanita-wanita di sana??" tanya Seyla lagi
"Sedikit." jawab Satya mengembangkan senyumnya lalu menyalakan mobil
"Dasar pelakor..." umpat Seyla
"Sayang, kamu tenang saja. Walaupun seribu pelakor di depanku. Aku tak akan tertarik dan berpaling dari istri kesayanganku ini" rayu Satya tapi tetap fokus mengemudi
"Benar?? Kamu serius??" tanya Seyla menatap Satya
"Hmm." Satya mengangguk
__ADS_1
Akhirnya mereka sudah sampai di rumah, Satya dan Seyla langsung ke kamar.
"Buang saja rujaknya. Aku jadi tidak selera" ucap Seyla
"Loh kok dibuang??" tanya Satya heran
"Karena kamu nggak antrian membelinya" jawab Seyla cemberut
"Sayang, aku kan tadi sudah jelasin. Kalau mereka yang menyuruh ku terlebih dahulu jadi aku tidak perlu mengantri" jelas Satya lagi
"Nggak. Mereka godain kamu, makanya kamu disuruh terlebih dahulu. hiks...hiks..." Seyla sudah menangis
"Baik. Aku akan membuang rujaknya." ucap Satya lalu keluar dari kamar dan memberikan rujak tersebut pada salah satu pelayan agar dia membaginya dengan yang lain
Satya masuk kembali ke dalam kamar, Seyla masih menangis di tepi ranjang
"Sayang, sudahlah. Jangan menangis lagi aku sudah membuangnya" ucap Satya berbohong
"Apa?? Kamu membuangnya?? Kenapa?? Mubajir tahu. Banyak orang di luar sana sedang kelaparan, tapi kamu malah membuang-buang makanan. Harusnya kamu berikan sama pelayan saja" oceh Seyla
Astagaaa... Tadi dia yang menyuruh ku membuangnya. Gumam Satya
"Sayang tadi kamu menyuruhku membuangnya. Tapi, aku tidak membuang rujak itu. Aku memberikannya pada pelayan" ucap Satya dengan menghapus air mata di pipi Seyla dengan ibu jarinya
"Apa??? Aku menyuruh kamu membuangnya tapi kamu malah memberikannya pada pelayan??? Berarti kamu tidak menuruti perintahku. Kamu berbohong. padaku. Bisa saja kamu berbohong padaku tentang hal yang lain lagi. Hiks...hiks..." Seyla malah tambah menangis
Astaga....salah ngomong lagi...gumam Satya mengusap wajahnya dengan kasar..
Hiks....hiks.....hiks....
"Sudah sayang. Kamu jangan menangis itu akan membuat anak kita ikut menangis juga" rayu Satya mengelus perut Seyla
"Ini semua gara-gara kamu." ucap Seyla
"Iya ini salahku. Maafkan aku" ucap Satya lalu mengecup kening Seyla
Ah aku jadi serba salah. Gumam Satya
"Sudah kamu istirahat. Aku mau mandi dulu" ucap Satya
"Kamu kenapa mandi malam-malam gini?? Nanti kamu sakit. Terus kalau kamu sakit nanti........"
"Iya-iya aku tidak akan mandi. Ayo kita istirahat saja. Aki juga sudah sangat mengantuk" potong Satya
Lebih baik aku tidur saja dulu. Setelah itu aku akan mandi. Bahkan sekarang kepalaku sudah pusing dibuatnya. Hmm ini mungkin karena pengaruh kehamilannya yang membuat dia seperti ini. Gumam Satya
Satya dan Seyla merebahkan tubuh mereka di kasur. Setelah Seyla tertidur, Satya bangun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu merebahkan kembali tubuhnya di samping Seyla.
*******
BEBERAPA HARI LAGI AKAN TAMAT. TAPI TENANG AJA, CERITA TENTANG SELINGKUHAN PAPA SATYA DAN SIAPA INTAN AKAN TERJAWAB.
DITUNGGU SAJA YAAAππ
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTEππ