
"Kamu penasaran? Kenapa aku bisa keluar dari penjara dan menculik kalian berdua?" tanya Reza
Hahahhahaah tawa Reza memenuhi ruangan itu....
"Bagaimana kamu bisa keluar dari penjara?" tanya Susan
"Kalian tidak perlu tahu. Kalian nikmati saja hari ini. Satya dan Indra pasti tidak akan menemukan kalian. Hahahaha" ucap Reza dengan tertawa
"Apa salah kami? Sehingga kamu menculik kami?" tanya Seyla
"Hei Nyonya Satya yang terhormat....kau tanya apa salah kalian? Jelaslah kalian sangat salah karena Pria yang kalian cintai berani menghancurkan hidupku. Aku kehilangan jabatanku, aku menjadi narapidana, aku kehilangan Wanita-wanita sebagai pelengkap hidupku, dan aku ingin Satya dan Indra merasakan sesuatu yang lebih dariku, yaitu kehilangan wanita yang sangat mereka cintai. Bagimana? Bukan kah keinginanku akan tercapai?" ucap Reza panjang lebar
"Kau sendiri yang membuat hidupmu hancur. Kalau kau tidak melakukan rencana busukmu malam itu pasti kau tidak akan seperti sekarang ini. Lalu kenapa kau menyalahkan Satya dan Indra?" ucap Susan
"Bukankah yang menghancurkan hidupmu adalah dirimu sendiri?" sambung Seyla
"Diaaaaaaamm" teriak Reza kemudian dia menampar Seyla dan Susan bergantian
Seyla dan Susan hanya meneteskan air mata karena merasa kesakitan dengan tamparan Reza...
"Harusnya kalian jangan banyak bicara. Yang harusnya kalian lakukan adalah bermohon padaku agar aku tidak membunuh kalian. Tapiiiiii...." ucapan Reza terpotong
"Tapi sayangnya kami tidak akan melakukan itu" potong Susan
"Kami yakin Satya dan Indra akan menyelamatkan kami dari Pria brengsek sepertimu" sambung Seyla
"Hahhahhahahhah itu tidak mungkin, karena....."
Bruukkkkk....
__ADS_1
Pintu ruangan tempat Reza menyekap Seyla dan Susan terbuka sehingga membuat Reza tidak bisa menyelesaikan ucapannya.
Mereka menoleh ka arah pintu.....
"Indra....Satya....." panggil Seyla dan Susan bersamaan ketika melihat pria yang mendobrak pintu itu orang-orang Satya
Satya dan Indra masuk ke dalam ruangan tersebut dan diikuti oleh para polisi...
"Jangan bergerak!!!" ucap para polisi sambil mengarahkan pistol pada Reza dan anak buahnya
Reza dan anak buahnya tidak bisa bergerak. Akhirnya mereka di bawah oleh polisi....
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Satya dan menghampiri mereka diikuti Indra
Indra melepaskan ikatan Susan kemudian memeluk nya erat. Begitu pun Satya dan Seyla
Sesampainya di rumah, Satya langsung menggendong Seyla menuju ke kamar mereka sedangkan Indra membawa Susan menuju kamar tamu.
.........
"Sayang, sekarang kamu istirahat saja dulu yaaa.... Maafkan aku, aku tidak bisa me......" ucap Satya terpotong
"Setidaknya kamu sudah menyelamatkan kami" potong Seyla dan memeluk Satya
Satya membalas pelukan Seyla dengan erat sesekali mencium kening Seyla....
"Sekarang kamu istirahat yaaa." ucap Satya dan merebahkan Seyla di atas ranjang
"Sayang... Aku ingin mandi dulu. Gerah bangat" ucap Seyla
__ADS_1
"Ya sudah. Tapi aku yang akan memandikanmu" ucap Satya dan langsung menggendong Seyla ke kamar mandi
"Sayaaaaang. Aku masih bisa mandi sendiri. Nanti kamu akan macam-macam jika memandikanku" ucap Satya
"Nggak ko. Hanya sedikit" ucap Satya
"Saaayaang...aku capek..." rengek Seyla
"Hmm baiklah. Tapi jangan lama-lama mandinya. Habis itu langsung istirahat yaa" ucap Satya mengalah
"Iya." jawab Seyla sambil mendorong Satya keluar kamar mandi dan menutup pintu
......
Sementara itu, Indra dan Susan di kamar tamu....
"Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Indra khawatir..
"Iya nggak apa-apa kok. Kan ada kamu" jawab Susan dengan senyum manisnya tapi matanya sudah berkaca-kaca
"Kenapa? Hmm?" tanya Indra lagi yang melihat wanitanya itu akan menangis dan langsung memeluk Susan
"Aku nggak bisa bayangkan kalau kalian tidak datang tepat waktu. Aku dan Seyla pasti sudah di......"
CUP.....
Ciuman mendarat di bibir Susan sehingga dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Sudah nggak usah pikiran itu lagi. Sekarang kamu istirahat. " ucap Indra dan merebahkan Susan diatas kasur dan menyelimutinya
__ADS_1