Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Kebenaran


__ADS_3

"Intan, ini saatnya kamu harus menjelaskan semuanya." ucap Papa


Air mata sudah jatuh di pipi Intan.


"Aku tidak mau keluargaku salah paham padaku" tambah Papa


Intan mengambil nafas lalu membuangnya perlahan.


"Aku saja yang akan menceritakan semuanya jika kamu tidak sanggup" ucap Papa


Intan mengangguk tanda setuju dengan ucapan papa.


Baiklah aku akan menceritakan hubungan aku dengan Intan.


FLASHBACK ON


Keluarga Sakti Setiawan sedang melangsungkan acara syukuran atas kehamilan istrinya, Irma di salah satu Hotel milik SetiaOne.


Acara berjalan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun. Semua para tamu sudah pulang sementara keluarga Setiawan akan menginap di Hotel tersebut.


"Hari ini tidak akan pernah aku lupakan. Akhirnya penantian kita selama ini datang juga." ucap Sakti


"Iya, akhirnya kita punya anak." ucap Irma


"Mmm apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita nanti?" tanya Sakti


"Mmm belum sih. Nanti kalau kita sudah tahu jenis kelaminnya" jawab Irma


"Mama sangat bahagia dengan kehamilan kamu Irma. Kamu harus menjaga baik-baik kandungan kamu" ucap Elena Ibu Sakti


"Sakti, kamu harus menjaga Irma agar dia tidak kecapean" tambah Agam Papa Sakti


Elena berasal dari Amerika sedangkan Agam dari Indonesia. Sementara Irma adalah anak yatim piatu. Hal itu membuat orang tua Sakti tidak menyukai Irma terlebih saat Irma belum hamil. Tapi, setelah kehamilan Irma mampu meluluhkan hati mereka.


**********


Akhirnya Irma melahirkan anak laki-laki yang dinamakan Mahendra Satria Setiawan. Setelah Satria berusia 2 tahun, Irma hamil lagi yang menambah kebahagiaan keluarga mereka. Tapi, setelah usia kandungan Irma 2 bulan mereka berduka dengan meninggalnya Elena.


2 bulan kemudian Agam sakit parah yang akhirnya meninggalkan Sakti dan Irma juga.


*********


Tok...tok...


Ceklek, pelayan membuka pintu kerja Sakti.


"Permisi, tuan ada yang ingin bertemu" ucap Pelayan


"Siapa??" tanya Irma yang kebetulan sedang berada dengan Sakti di ruang kerjanya


"Saya tidak tahu nyonya." jawab pelayan


"Disuruh masuk saja." ucap Papa

__ADS_1


"Baik tuan" ucap pelayan lalu keluar dari ruang kerja.


Tok..tok...


Sakti dan Irma menoleh ke arah pintu.


Irma melihat tamu yang datang itu dari bawah lalu matanya berhenti di perut besarnya


"Anda siapa??" tanya Irma yang penasaran


"Aku Intan. Aku datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban Sakti atas apa yang sudah dia lakukan" jawab Intan


"Apa?? Apa maksud anda??" tanya Irma


"Seperti yang anda lihat nyonya. Saya hamil 4 bulan dan ini anak Sakti. Saya rasa tuan mengenal saya" jawab Intan


Sakti segera menarik Intan keluar dari ruang kerjanya dan membawanya di kamar tamu lalu menutup rapat pintu tersebut.


"Omong kosong apa yang sedang kamu bicarakan?? Ha? Aku tidak pernah menyentuhmu. Bagaimana mungkin kamu hamil?" tanya Sakti


Hiks....hiks.....


"Kenapa kamu menangis?? kamu berbohong kan?" tanya Sakti


"Aku tidak tahu harus meminta bantuan sama siapa lagi" ucap Intan memegang tangan Sakti


"Apa ini anak Dika??" tanya Sakti


Intan mengangguk.


"Kenapa kamu tidak meminta tanggung jawabnya? Di mana dia sekarang?? Aku akan memberi perhitungan padanya" ucap Sakti


"Aku tidak bisa. Jika aku bersamanya orang tuaku akan mencelakainya. Aku tidak mau itu terjadi. Kamu tau kan soal itu." ucap Intan


"Lalu apa maksud kamu minta bantuanku?? Justru kamu sudah menyakiti hati istriku. Kamu tahu kan kami baru saja berduka dengan meninggalnya Ibuku, lalu ayahku dan sekarang??" ucap Sakti


"Kamu tidak perlu menikahiku. Kamu cukup merawatnya seperti anak kamu sendiri. Bukankah usia kandungan istri kamu sama denganku?? Aku tahu istri kamu sangat baik, dia akan menerima semua ini" ucap Intan


"Ini tidak semudah dengan apa yang kamu ucapkan." ucap Sakti


"Sakti aku mohon padamu. Aku harus menerima perjodohan yang telah orang tuaku rencanakan dengan Albern pria asal Amerika. Perusahaan papa diambang kehancuran dan hanya Albern yang bersedia membantu walaupun aku harus menerima perjodohan ini." ucap Intan


"Aku bisa membantu perusahaan papa kamu" ucap Sakti


"Tidak. Papa tidak akan menerima bantuanmu karena kamu teman Dika. Sakti, aku mohon" ucap Intan dan bersimpuh di depan Sakti


"Apa yang kamu lakukan? Cepat berdiri" ucap Sakti


"Sakti, bukankah Dika sahabatmu?? Kamu mau kan merawat anaknya?? Aku janji akan pulang dan menjelaskan semuanya pada istri kamu dan Dika." ucap Intan


Sakti membuang nafas dengan kasar.


"Baiklah. Sekarang, kamu tinggal di apartemen aku dulu. Aku akan membiayai semua kebutuhan anak kamu. Tapi, ingat kamu harus kembali dan menceritakan semuanya pada Dika" ucap Sakti

__ADS_1


"Iya aku janji. Makasih" ucap Intan.


Intan pamit sementara Sakti menemui Irma yang sedang menangis di kamar.


"Maafkan aku" ucap Sakti pada Irma


"Jelaskan semuanya padaku" ucap Irma


"Aku tidak akan menikahinya. Aku hanya akan bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungannya" ucap Sakti


"Keputusan kamu sudah menjawab pertanyaanku. Keluar kamu sekarang" usir Irma


Sakti hanya bisa pasrah di sisi lain ada istri yang harus dijaga perasaannya dan di sisi lain ada sahabat yang membutuhkan pertolongan.


Aku tahu kamu kuat dan bisa menerima kenyataan ini seiring dengan berjalannya waktu. Maafkan aku. Gumam Sakti.


***********


Tiba Irma melahirkan anak keduanya yang diberi nama Mahendra Satya Setiawan 1 jam kemudian Intan yang melahirkan anaknya diberi nama Indra Irawan diambil dari marga ayahnya Andika Irawan yang biasa disapa Dika.


3 bulan setelah melahirkan anaknya Intan langsung terbang ke Amerika sementara Indra diasuh oleh Sakti.


5 bulan


7 bulan


9 bulan


10 bulan


Irma masih belum bisa menerima kehadiran Indra. Indra tinggal di samping rumah dan diasuh oleh babysitter. Setelah usia Satya dan Indra 5 tahun mereka sering bermain bersama hingga sekolah bersama. Satya pun yang kakak sering melindungi Indra dan Satya jika mereka diganggu di sekolah.


Melihat keakraban mereka akhirnya membuat hati irma luluh. Dia memutuskan untuk merawat Indra dengan memberikan kasih sayang yang sama terhadapnya sama seperti Satria dan Satya.


"Anak ini tidak tahu apa-apa lalu apa yang harus kubenci darinya??" ucap Irma melihat Indra bermain bersama Satya


8 tahun kemudian, Intan tidak pernah memberikan kabar sedangkan Dika mengalami kecelakaan yang membuatnya kritis. Sakti tidak tega melihat sahabatnya terbaring lemah di rumah sakit. Akhirnya Sakti memutuskan untuk memberi tahukan pada Dika kalau Intan mengandung anaknya yang sekarang berada bersamanya.


Tapi, sayang kabar itu tidak bisa membantu menyelamatkan nyawa Dika. Ia menghembuskan nafas terakhir menggenggam tangan Indra. Sementara Sakti tidak mengatakan pada Indra kalau Dika adalah Ayahnya. Dia masih belum bisa mencernanya. Irma dan Sakti sepakat mengatakan pada Indra kalau orang tuanya sudah meninggal dan hal itu yang Indra ketahui.


**********


Perusahaan Sakti semakin lama semakin maju dan luas bahkan sampai di luar negeri yang akhirnya Sakti memutuskan untuk pindah ke Amerika setelah Satria sudah bisa menggantikan posisinya sementara Satya akan memegang perusahaan yang ada di Indonesia.


"Semoga aku bisa bertemu dengan Intan di sana" Ucap Sakti


*********


Intan sudah 8 tahun di Amerika, ia kehilangan kontak Sakti karena ponselnya disita mamanya.


Setelah ia tahu tentang perusahaan SetiaOne yang dipimpin Sakti, ia berusaha menemui Sakti, tapi hasilnya nihil karena ia selalu dipantau oleh suaminya. Namun, Intan terus mencari cara agar bisa masuk ke perusahaan Sakti akhirnya dia bisa membujuk suaminya Albern untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Sakti yang saat itu sudah dipimpin oleh Satria bahkan Intan bisa bekerja di bidang marketing di perusahaan Satria karena kemampuannya dan usahanya membujuk Albern.


********

__ADS_1


**FLASHBACK OFF LANJUT BESOK YA😊😊


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTEπŸ™πŸ˜Š**


__ADS_2