
Pukul 17:00 Satya dan Indra kembali ke rumah. Tak lupa Indra mengirim alamat tempat makan malam nanti kepada Intan.
Ting.....
Pesan masuk di ponsel di Intan. Ia segera membuka dan membacanya setelah itu ia langsung siap-siap menuju tempat makan malam tersebut sesuai dengan alamat yang sudah dikirimkan.
Pukul 19.20.....
Semua keluarga Satya sudah siap di meja makan.
Ting......
Pesan masuk di Ponsel Satya.
*Indra: Aku On The Way
Satya: 👌*
Hanya butuh waktu 7 menit mobil Indra sudah ada di depan rumah Satya.
"Mari masuk...." ucap salah satu pelayan lalu mengantar Indra dan Susan ke meja makan
"Maaf sudah membuat kalian menunggu" ucap Indra
"Nggak apa-apa kok" ucap Mama
"Ayo kita mulai makan malamnya" ucap Satria
"Jangan dulu. Masih ada seseorang lagi yang kami undang Kak" ucap Satya
Semua orang menatap Satya dengan tatapan ingin tahu kecuali Indra yang sudah mengetahuinya
"Siapa?" tanya Satria mewakili pertanyaan mereka
"Nanti kalian akan tahu sendiri" jawab Satya
__ADS_1
Tap...tap...tap
Suara high heels terdengar.
"Mari, silahkan" ucap salah satu pelayan mengantar seseorang yang ditunggu Satya menuju meja makan
Semua orang menoleh ke arah suara itu.....
"Intan??????????" batin semua orang kecuali Susan yang tidak mengenalinya
Semua orang berdiri melihat siapa yang datang. Begitu juga Intan yang langsung mematung saat melihat orang-orang yang sedang menatapnya
"Akhirnya seseorang yang aku tunggu datang juga" ucap Satya santai
"Satya apa maksud kamu??" tanya Mama mulai emosi
"Intan apa kamu diundang Satya untuk makan malam??" tanya Satria
"Sayang, siapa dia??" tanya Susan pada Indra
Intan tidak mendengar ucapa Satya. Rasanya dia ingin pergi dari situ, tapi kakinya tidak mampu melangkah.
"Ms Intan!" panggil Satya
"Seyla kamu mengenalnya??" tanya Susan pada Seyla
"Hmm" Seyla menangguk
"Oh ternyata hanya aku yang tidak mengenalnya" ucap Susan
"Lebih baik kita segera menyantap makanannya sebelum dingin" ucap Satria yang tidak menyukai suasana tegang seperti itu
Sebenarnya apa yang terjadi?? Kenapa mama dan papa terkejut sekali melihat wanita ini dan begitu juga sebaliknya. Gumam Susan
"Kenapa anda hanya mematung di situ Ms Intan?? Silahkan duduk" ucap Seyla
__ADS_1
"Satya kenapa kamu mengundang wanita ini?? Ha??" tanya Mama dengan suara yang keras
"Mama mengenal Intan??" tanya Satria
"Biarkan Papa yang menjawab pertanyaan Kak Satria" ucap Satya
"Mau apa kamu datang ke sini wanita murahan?" tanya Mama
Sontak semua terkejut mendengar ucapan Mama
"Ma, Mama nggak bisa memanggil Intan seperti itu." ucap Papa
"Kenapa?? Kenapa Mama tidak bisa memanggil wanita ini murahan?? Ha?? Bukankah dia memang murahan?" tanya Mama
"Kenapa anda hanya diam saja Ms Intan?? Apa anda merasa wanita seperti yang mama saya sebutkan??" tanya Satya
Indra langsung menoleh ke arah Satya yang menanyakan hal itu pada Intan. Walaupun dia membencinya, tapi ikatan batin antara anak dan Ibu tidak bisa berbohong. Hati Indra sakit mendengar Intan disebut wanita murahan.
"Satya, apa maksud kamu menanyakan hal itu padanya?? Apa ini yang kamu rencanakan?? Kamu ingin mempermalukannya di depan semua keluarga kamu??" Tanya Indra keberatan
"Kenapa?? Apa kamu marah?? Bukankah kamu juga membencinya?? Aku tidak berniat ingin mempermalukannya, tapi dia sendiri yang tidak mau berkata jujur." ucap Satya
Susan dan Seyla hanya menyimak perdebatan mereka sekaligus tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Intan, ini saatnya kamu harus menjelaskan semuanya." ucap Papa
Air mata sudah jatuh di pipi Intan.
"Aku tidak mau keluargaku salah paham padaku" tambah Papa
Intan mengambil nafas lalu membuangnya perlahan.
"Atau aku saja yang akan menceritakan semuanya jika kamu tidak sanggup" ucap Papa
Intan mengangguk tanda setuju dengan ucapan papa.
__ADS_1