Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Cemburu #2


__ADS_3

Akhirnya urusan kantor Satya dan Indra selesai juga. Mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.


Sesampainya di rumah Satya menuju kamar untuk membersihkan diri. Sedangkan Seyla sedang menonton film di Laptop bersama Susan di kamar tamu.


15 menit kemudian Satya sudah selesai mandi dan mengganti pakaian. Ia segera turun ke bawah untuk melihat istrinya.


Satya tahu kalau sekarang Seyla bersama dengan Susan di kamar tamu. Karena Susan meminta ijin sama Indra waktu di kantor tadi


Tok...tok...


"Silahkan dibuka, pintunya tidak dikunci" ucap Seyla dari dalam kamar


"Ehemmmm"


"Sayang....." ucap Seyla langsung turun dari ranjang menghampiri Satya dan memeluknya


"Oh Satya sudah pulang, berarti Indra juga sudah pulang" ucap Susan yang hanya melihat ke arah Satya sebentar kemudian langsung turun dari ranjang


Susan masih malu bertemu dengan Satya karena kejadian waktu di rumah sakit yang diketahui Satya


"Ayo San aku antar ke depan" ajak Seyla


Seyla mengantar Susan ke depan sementara Satya menunggu Seyla di ruang tamu. Ia mengambil ponsel di sakunya dan mengirim sms pada Satria


"Kak kalau urusan kamu sudah selesai kamu ke rumah yaaa. Kamu nginap di rumah nggak usah ke Hotel." isi sms Satya pada Satria


"Sayang suruh bibi masak banyak yaaa karena Kak Satria akan nginap di sini" ucap Satya saat Seyla hendak berjalan ke arahnya


"Kak Satria ada??? Kapan??" tanya Seyla


"Iya. Tadi jam 1 pagi dia sampai di Indonesia tapi malah nginap di Hotel. Tadi pagi jam 08.00 baru ke kantor" jawab Satya


"Ok....aku akan suruh bibi untuk masak banyak dan enak" ucap Seyla dan berjalan di dapur


Kenapa dia semangat sekali?? Apa dia punya perasaan sama Kak Satria?? Secara dia kan duluan kenal Kak Satria dari pada aku. Apalagi saat di bandara dia tidak menolak saat dipeluknya bahkan dia justru membalas pelukannya. Gumam Satya


"Sayang sudah aku kasih tahu sama bibi. Oh iya kita nonton yuk. Lanjutin film yang aku dan Susan nonton tadi" ucap Susan menggandeng lengan Satya menuju kamar tamu


Satya ikut saja dengan Seyla....


"Sayang....kita nonton di kamar kita saja yaaa. Kamar ini kan akan dipakai oleh Kak Satria" ucap Seyla


"Kak Satria akan tidur di kamar lain. Itu kamar biasa yang sering dipakai saat dia tidur di sini" ucap Satya


"Kamar mana sayang???" tanya Seyla penasaran

__ADS_1


"Kamar dekat ruang kerja aku" jawab Satya kesal


"Oh itu. Yaudah aku akan menyuruh bibi untuk membersihkan kamar itu. Kamu bawa laptopnya di kamar nanti aku menyusul" ucap Seyla memberikan Laptop di tangan Satya dan keluar dari kamar tamu


Tuh kan....aku harus tanyakan langsung padanya. Lagian setiap kamar di sini pasti selalu dibersihkan tanpa harus ada orang yang akan menggunakannya. Gumam Satya dan menuju kamarnya


"Sayang...ternyata kamarnya sudah dibersihkan" ucap Seyla saat masuk ke dalam kamar


"Hmmm" Indra tidak melihat Seyla


"Sayang jam berapa Kak Satria akan datang???" tanya Seyla yang duduk disamping Satya


"Nggak tau" jawab Satya datar


"Kok nggak tau sih. Emang Kak Satria tidak beri tahukan padamu?" tanya Seyla lagi


"Sayang....apa kamu kangen sama dia hingga kamu terus menanyakannya??" tanya balik Satya sambil memegang bahu Seyla dan menatapnya


"A...a...a...tidak. Tidak seperti itu. Aku ha....."


"Apa kamu menyukai nya??" potong Satya


"Sayang...kamu kenapa menanyakan itu??? Apa kamu pikir aku menyukai kaka iparku???" tanya Seyla


"Bisa jadi. dilihat dari raut wajah kamu yang tidak sabaran ingin secepatnya bertemu dengannya" jawab Satya melepaskan tangannya di bahu Seyla dan menuju ranjang


"Aku mau tidur. Capek habis pulang kerja. Bangunkan aku kalau Kak Satria sudah datang"


satya merebahkan tubuhnya diranjang membelakangi Seyla yang masih duduk di tepi ranjang


Seyla menghela nafas panjang....


"Hmmm istirahat lah" ucap Seyla. Ia melanjutkan filmnya di sofa


........


Tok.....tok....tok..


Seyla membuka pintu....


"Iya Bi ada apa?" tanya Seyla


"Ada tuan Satria di bawah non" ucap Bibi


"Oh iya. Saya segera turun ke bawah untuk menemuinya" ucap Seyla

__ADS_1


Seyla mendekati Satya di ranjang.....


"Sayang....Kak Satria sudah datang...yuk kita turun..." ucap Seyla mengusap pipi Satya


Satya membuka matanya.....


"Kamu duluan saja. Aku mau mandi dulu" ucap Satya lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi


Seyla segera turun ke bawah dia melihat Satria yang duduk di ruang tamu...


"Kak Satria..." ucap Seyla menghampiri Satria


"Oh Seyla...." Satya bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Seyla


"Kak......" ucap Seyla


"Oh....maaf-maaf. Aku reflek memelukmu. Maaf yaaa. Lagian nggak apa-apa kan kalau aku memeluk adik iparku yang cantik ini" ucap Satria melepaskan pelukannya


"Hmmm" Seyla hanya tersenyum mendengar ucapan Satria


"Oh iya Seyla. Salam mama dan papa untuk kamu. Kami sudah tahu tentang kecelakaan itu dan.....ah sudahlah. Aku yakin kamu akan segera hamil lagi" ucap Satria sambil membelai rambut dan menatap Seyla dengan tatapan yang tidak dapat diartikan


Sementara Satya menyaksikan mereka berdua dari atas. Satya mengepalkan kedua tangannya.


"Oh Satya mana?? Kok belum turun?" tanya Satria lalu melihat ke atas....


"Heiii ngapain kamu berdiri di situ??? Ayo cepat turun...aku lapar bangat nih belum makan" ucap Satria sambil mengayunkan tangannya memanggil Satya


Satya????apa dia sudah dari tadi berdiri disitu?? Ah mati aku.....gumam Seyla yang menjauh sedikit dengan jarak Satria.


Satya turun perlahan menaiki tangga yang masih menahan api cemburu dalam hatinya


"Ayo kita makan.."ajak Satya langsung menuju meja makan


Satria dan Seyla mengikuti dibelakang Satya...


Mereka menyantap makanan dengan lahap. Hanya suara sendok dan piring yang saling beradu..


"Kak aku ingin bicara denganmu. Empat mata" ucap Satya setelah mereka selesai makan


"Hmmm?? Apa??" tanya Satria mengangkat satu alisnya


Deg.....apa yang ingin Satya bicarakan??? Aduhhhhhh. Aku takut....gumam Seyla


"Kita bicara di kamar kamu saja" ucap Satya dan berjalan ke arah kamar yang akan digunakan Satria

__ADS_1


"Seyla...aku ke kamar dulu yaa" ucap Satria


Satya hanya mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Satria pada istrinya


__ADS_2