Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Perpisahan


__ADS_3

Dalam perjalanan Satya dan Seyla ke Kontrakan...


"Satya kamu punya Kakak ya?" Tanya Seyla


"Iya. Emang kenapa?" Jawab Satya


"Nggak apa-apa kok. Kirain kamu anak tunggal." Jawab Seyla


"Nggak kok, aku punya Kakak. Dia tinggal di luar negeri untuk membantu Papa mengurus Perusahaan yang ada di sana. Jadi dia jarang ke Indonesia" Jawab Satya


"Kakak kamu laki-laki atau perempuan?" Tanya Seyla


"Laki-laki. Tapi aku lebih tampan kok dari dia." Jawab Satya dan tersenyum pada Seyla


Hmm PD amat sih dia. Tapi dia memang tampan juga sih. Gumam Seyla


Mobil berhenti di depan kontrakan. Satya turun dan membukakan pintu untuk Seyla


"Silahkan turun Seyla Setiawan" ucap Satya


"Hmm. Makasih" ucap Seyla malu-malu


"Kamu nggak usah malu. Sebentar lagi kamu akan menjadi istri Mahendra Satya Setiawan" ucap Satya


"Hmm." Ucap Seyla yang masih malu-malu


"Sekarang kamu masuk, aku langsung pulang ke rumah" ucap Satya


"Satya, makasih ya kamu mau bertanggung jawab" ucap Seyla dan menunduk menahan air matanya


"Hei..hei... Seyla... kamu nggak boleh ngomong gitu. Itu anak aku pasti aku akan bertanggung jawab. Kalau saja kamu tidak memutuskan untuk kita saling melupakan. Pasti aku sudah menikahimu sejak kejadian itu." Ucap Satya dan memeluk Seyla


"Tapi, kenapa kamu nggak bilang mau bertanggung jawab saat kita bicara di rumahmu waktu itu?" Tanya Seyla melepasakan pelukannya dan menatap Satya

__ADS_1


"Karena aku tidak punya kesempatan untuk berbicara tentang hal itu. Aku menyetujui keputusanmu karena aku tidak ingin tambah kamu kecewa dan marah padaku" jawab Satya


"Maafkan aku. Saat itu aku benar-benar syok dan nggak tau apa yang harus aku lakukan" ucap Seyla


"Sudah-sudah. Toh kita akan memperbaikinya sekarang" ucap Satya kembali memeluk Seyla


"Sekarang kamu masuk dan jaga kesehatanmu" ucap Satya melepaskan pelukannya


"Iya. Kamu hati-hati yaa" ucap Seyla


Seyla masuk ke kontrakan dan Satya pun pulang


"San...Susan..."panggil Seyla


"Oh Seyla kamu sudah ada ternyata. Gimana pertemuan dengan calon mertua? Meraka baik kan sama kamu?" Tanya Susan kepo


"Iya San, mereka baik kok sama aku. Bahkan sekarang aja belum menikah sudah disuruh panggil mama dan papa. Aku nggak di ijinin panggil om dan tante" jawab Seyla


"Kamu senang bangat sih dapat mertua baik" ucap Susan dan memeluk Seyla


"Haa?apa hubungannya Orang tua Indra dan mertua yang baik? Kamu jangan gitu deh." Ucap Susan malu-malu


"Aku yakin kok Indra udah mulai suka sama kamu. Semoga secepatnya dia menyatakan perasaannya padamu" ucap Seyla


"Hmm semoga saja" ucap Susan


"Oh ya San, gimana kabarnya Reyn? Kok dia nggak datang lagi bertemu kita?" Tanya Susan


"Oh ya ampun Seyla aku hampir lupa kasih tau kamu. Tadi saat kamu pergi Reyn datang ke sini." Ucap Susan


"Kenapa sekarang dia sudah pulang?" ucap Seyla


"Dia buru-buru tadi. Soalnya dia hari ini mau pulang. Dia itu ke sini hanya pergi ke pesta pernikahan sepupunya dan dia nitip salam sama kamu" ucap Susan

__ADS_1


"Yah. Setidaknya kan dia tunggu aku pulang dulu" ucap Seyla


"Kamu nggak ingat kejadian kemarin? Saat Satya melihat Reyn datang ke sini?" Tanya Susan


"Oh iya ya. Aku belum sempat lagi minta maaf padanya soal kejadian itu" ucap Seyla


"Coba Reyn aku telepon ya. Siapa tau dia belum berangkat sekarang" ucap Susan dan mengambil ponselnya untuk menelpon Reyn


Tut..tut..tut..


"Hallo. Ada ada apa San?" tanya Reyn setelah telepon tersambung


"Kamu di mana Rey? Kamu sudah berangkat ya?" Tanya Susan


"Oh belum San. Paman dan bibi aku akan ikut pulang denganku. Mereka ingin melihat orang tuaku. Jadi aku sekarang masih menunggu mereka. Mereka sedang siap-siap sekarang." jawab Reyn


"Oh baguslah. Aku dan Seyla bisa ke sana nggak? Seyla ingin bertemu denganmu, dia ingin minta maaf soal kejadian waktu itu" ucap Susan


"Oh baiklah. Aku tunggu sekarang yaa" ucap Reyn dan memutuskan sambungan telepon


"Ayo Seyla kita ke rumah paman dan bibi Reyn sekarang." ucap Susan


..............


Sesampainya di sana.....


"Reyn" panggil Seyla dan Susan bersamaan dan menghampiri Reyn


"Hei." jawab Reyn


"Reyn aku minta maaf ya saat kejadian waktu itu" ucap Seyla


"Iya nggak apa-apa Seyla aku ngerti kok. Aku pun kalau ada di posisi dia juga akan marah saat wanita yang aku cintai dekat dengan laki-laki lain" ucap Reyn

__ADS_1


"Sekarang kita foto aja yuk. Untuk kenang-kenangan. Kita nggak tau lagi kan kapan kita akan berkumpul seperti ini lagi" ucap Susan


"Yuk" ucap Seyla dan Reyn bersamaan


__ADS_2