
"Saya mohon pak, maafkan kami. Kami tidak bermaksud membohongi bapak" ucap Frankie
"Kita ke kantor sekarang. Setelah jam istirahat kamu dan Raisa ke ruangan saya" ucap Satria
Frankie melajukan mobil menuju kantor. Setelah sampai di kantor Satria langsung masuk ke ruangannya sementara Frankie menghampiri meja Raisa.
"Ra, ada yang ingin aku katakan" ucap
"Apa??" tanya Raisa
"Aku, aku, sudah katakan yang sebenarnya tentang status kamu sama pak Satria" jawab Frankie
"Apa???? Kamu kenapa......"
"Pak Satria bertanya padaku apakah aku kenal dengan suamimu. Aku sudah katakan aku mengenalnya. Tapi, Pak Satria tidak percaya. Jika, aku terus berbohong padanya kita akan kehilangan pekerjaan ini" potong Frankie
"Tapi kan kamu....."
"Setidaknya kita meminimalisir kesalahan kita Ra. Setidaknya kita yang memberi tahukan langsung pada pak Satria dari pada dia tahu dari orang lain" potong Frankie lagi.
"Aku takut Kie" ucap Raisa mulai berkaca-kaca
"Kamu tenang saja Ra, sebentar kita akan ke ruangannya dan meminta maaf. Aku yakin Pak Satria akan memaafkan kita dan pria yang mengejarmu itu tidak akan mengganggumu lagi" ucap Frankie
💦💦💦💦💦💦
__ADS_1
Tak terasa jam istirahat selesai, Frankie dan Raisa sudah berada di depan pintu ruangan Satria.
"Kamu saja yang ketuk pintunya Kie" ucap Raisa
"Kamu aja" Frankie menolak
"Kalau begini terus, kita membuat pak Satria menunggu" ucap Raisa
Tok...tok...tok...
Frankie memberanikan diri mengetuk pintu ruangan Satria.
Ceklek...
Frankie perlahan membuka pintu lalu masuk ke dalam diikuti Raisa.
Mereka duduk di sofa dalam ruangan itu. Raisa memberikan kode agar Frankie berbicara terlebih dahulu.
"Kami mohon maaf atas kesalahan yang telah kami perbuat pak. Maafkanlah kami" ucap Frankie lalu menyenggol lengan Raisa agar ia meminta maaf juga
"Saya mohon maaf pak. Ini semua kesalahan saya. Kalau bapak mau memecat saya, saya tidak keberatan ini sudah menjadi konsekuensi yang harus saya terima. Tapi, saya mohon jangan pecat Frankie, dia hanya menolong saya" ucap Raisa
"Bukankah kamu sudah tahu konsekuensinya karena ikut berbohong juga Frankie??" tanya Satria
"Saya yang memaksa Frankie pak, jadi......" jawab Raisa
__ADS_1
"Apa sekarang Frankie menjadi perempuan??" potong Satria kesal karena Raisa yang menjawab pertanyaan yang diajukan kepada Frankie
"Iya pak, saya tahu. Maafkan saya. Jika itu sudah keputusan bapak, saya akan menerima kalau saya dipecat" jawab Frankie
"Kie, kamu apa-apaan sih. Pak, saya mohon jangan pecat Frankie, saya yang memaksanya untuk membantu saya......" lagi-lagi Raisa tidak bisa melanjutkan ucapannya
"Bukankah sudah jelas kalau Frankie tahu konsekuensi yang harus dia terima jika membantumu berbohong?? Lagian Frankie bersedia dipecat." potong Satria
Raisa menjatuhkan lututnya di lantai.
"Pak, saya mohon jangan pecat Frankie" ucap Raisa memohon pada Satria
"Ra, kamu tidak usah seperti ini. Aku juga salah karena berbohong pada Pak Satria" ucap Frankie membantu Raisa berdiri dan duduk kembali.
"Tapi, aku tidak mau jika kamu dipecat Kie. Ini semua salahku, maafkan aku" ucap Raisa yang sudah menangis
"Aku tidak apa-apa Ra. Berhentilah menangis" ucap Frankie berusaha membujuk Raisa
"Pak kami permisi dulu" Frankie pamit keluar dari ruangan untuk menghibur Raisa. Ia merasa kasihan melihat Raisa menangis.
Kenapa seolah-olah aku yang bersalah karena membuatnya menangis?? Hmm lagian kenapa juga harus berbohong?? Kan bisa mengatakan yang sejujurnya saat merekomendasikan dia menjadi sekretaris tanpa berbohong. Gumam Satria
💦💦💦💦💦💦
**APAKAH SATRIA AKAN MEMAAFKAN RAISA DAN FRANKIE??
__ADS_1
APAKAH SATRIA TIDAK AKAN MEMECAT MEREKA ATAU JUSTRU SEBALIKNYA**??
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN BERI RATE YAA🙏😊😊😊😊