Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Kontrakan


__ADS_3

Seyla segera memakai pakaiannya kembali dan pergi meninggalkan Hotel. Dalam perjalanan keluar dari Hotel Seyla melihat ada seseorang yang dikenalnya.


Tania? Itu Tania kan? Apa ini Hotel tempat Tania bekerja? Ah pantas saja aku kenal suasana kamarnya, karena aku kemarin menggantikan Tania untuk membersihkan kamar Hotel.


Aku harus segera pergi dari sini sebelum Tania melihatku, bisa gawat nanti apa yang akan aku jawab kalau Tania bertanya sedang apa aku di Hotel sekarang.


Seyla pergi dari Hotel dengan langkah yang cepat dan tangan kanan menutupi sebagian wajahnya.


Setelah sampai di depan Hotel Seyla memanggil taksi dan menuju kontrakannya.


Sesampainya di Kontrakan Seyla mengetuk pintu.


"Apa itu Seyla? Kenapa dia baru pulang sekarang? Bukankah Pak Indra bilang semalam kalau Pak Satya akan mengantarnya." Ucap Susan setelah mendengar ada orang yang mengetuk pintu.


"Seyla?" Ucap Susan setelah membuka pintu dan melihat Seyla yang ada di depannya sekarang.


"Kamu dari mana saja? Aku udah minta ijin untuk kita berdua belum masuk hari ini karena aku khawatir denganmu, kamu juga tidak membawa Ponsel." ucap Susan


"Apa Pak Satya tidak melakukan sesuatu padamu? Kenapa kamu bisa ketemu dengannya? Bukankah kamu sedang membeli nasi goreng?" Tanya Susan dengan banyak pertanyaan yang diajukan


"Aku mandi dulu, baru aku beri tahukan padamu." Ucap Seyla dengan wajah sedih


Susan yang melihat ekspresi Seyla tau pasti ada sesuatu yang terjadi.


"Baiklah kamu mandi dulu, aku akan menyiapkan makanan untukmu." Ucap Susan


20 menit kemudian Seyla belum keluar dari kamar mandi, Susan yang merasa Seyla yang belum keluar mendekat ke arah pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Seyla? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Susan mengetuk pintu kamar mandi


"I iya aku baik-baik saja. Sebentar lagi aku keluar." Ucap Seyla.


"Baiklah." Ucap Susan


Seyla menangis di kamar mandi dia menyalakan air agar tidak didengar Susan.


Dia merasakan sakit dibagian bawahnya dan meratapi nasibnya kenapa ini terjadi padanya.


Setelah 30 menit dia di Kamar mandi, Seyla segera keluar dan masuk ke kamar untuk memakai pakaiannya.


Kini wajahnya sudah tidak terlihat seperti habis menangis, makanya dia lama di kamar mandi untuk menghilangkan mata yang sembab karena habis menangis.


Seyla duduk dengan Susan dan menyantap makanan yang ada di atas meja.


"San, maafkan aku yaaa, semalam kamu tidak bisa makan nasi goreng dan membiarkan kamu tidur sendirian." Ucap Seyla dengan raut wajah yang sedih


"Dan aku tidur dengan nyaman semalam setelah mendapat sms dari Pak Indra. Karena aku khawatir denganmu, untung saja Pak Indra memberi kabar padaku. Kalau tidak aku pasti akan menyusulmu ke warung karena tak kunjung datang juga setelah lama keluar membeli nasi goreng. sambung Susan panjang lebar


"Apa? trus apa isi sms darinya?" Tanya Seyla penasaran


Nah benar kan, aku terakhir dengan Satya semalam. Apa aku tanya sama Indra saja yaa. Apa Indra akan memberi tahuku? Atau aku tanya saja sama Satya brengsek itu? Gumam Seyla


"Kenapa kamu kaget? Bukankah kamu semalam dengan Pak Indra juga?" Tanya Susan balik.


"Mm mm itu..itu... Iya aku dengan Indra juga semalam tapi aku tidak tau kalau dia menghubungimu." Jawab Seyla dengan sedikit terbata-bata untuk mencari alasan agar Susan tidak curiga

__ADS_1


"Oh. Kata Pak Indra kamu akan di antar Pak Satya. Dia memberi tahuku agar aku tidak khawatir." Ucap Susan


"Oh gitu yaa." Balas Seyla


"Emang semalam kamu ke mana aja dengan Pak Satya?" Tanya Susan penasaran


"Aku semalam diajak ketemu rekan bisnisnya." Jawab Seyla


"Kenapa dia mengajakmu?" Tanya Susan lagi


"Rekan bisnisnya ingin Satya mengajak pasangan dan kebetulan aku ketemu dia di jalan. Lagian rekan bisnisnya itu secara mendadak ingin bertemu makanya Satya mengajaku." Jelas Seyla


"Wawww kamu beruntung sekali diajak sama Pak Satya." Ucap Susan dengan wajah ceria


"Hmm aku biasa aja." Ucap Seyla datar


"Dasar kamu ya. Oh iya, trus kamu kenapa tidak pulang semalam? Kamu tidur di mana? Apa kamu tidur di rumah Pak Satya? Apa pak Satya mengajakmu kerumahnya? Atau......"tanya Susan


"A a aku tidur di rumah Tania semalam." Potong Seyla


"Kenapa kamu tidur di rumah Tania?" Tanya Susan


"Kebetulan tempat pertemuannya dekat rumah Tania lagian aku tidak ingin merepotkannya makanya aku tidur di rumah Tania." jelas Seyla


"Maafkan aku karena tidak memberi tahumu terlebih dahulu. Aku juga tidak hafal nomor ponselmu dan juga Tania tidak punya nomor ponselmu." jelas Seyla lagi


"baiklah. tidak apa-apa. yang penting kamu sudah di sini denganku sekarang dan kamu tidak apa-apa.

__ADS_1


kamu istrahat saja dulu lagian kita belum kerja hari ini." Ucap Susan


"baiklah." Ucap Seyla


__ADS_2