Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Pertemuan Satya dan Seyla


__ADS_3

Setelah mereka selesai bekerja Seyla dan Susan segera siap-siap untuk pulang ke kontrakan karena sudah merasa capek habis bekerja.


Sementara itu di Kantor Satya........


"Indra bagaimana apa kamu sudah mengatur pertemuanku dengan gadis kecil itu?" tanya Satya


"Iya, kemarin aku ke Restoran tempat dia bekerja. Tapi dia sedang ijin karena sakit. Aku hanya bertemu dengan temannya, Susan." jawab Indra


"Sakit? dia sakit apa?" tanya Satya


"itu aku tidak tau karena Susan terluka. Dan aku sibuk mengobati lukanya. Makanya aku tidak menanyakan tentang Seyla." jawab Indra


"Apa? kamu hanya sibuk dengan temannya dan lupa dengan tugasmu?" tanya Satya tegas


"Tapi aku sudah beritahu sama Susan kalau kamu ingin bertemu dengan Seyla. Pasti Susan sudah memberi tahu Seyla." Jawab Indra


"Sekarang hubungi temannya, dan tanyakan apa dia sudah menyampaikan amanahmu seperti yang kamu katakan." perintah Satya


Untung saja aku sudah mengambil nomor ponselnya. Kalau tidak bisa mati aku. gumam Indra


tut..tut..tut...


setelah telepon tersambung


"Halo, Susan apa kamu sudah beri tahu sama Seyla kalau Pak Satya ingin bertemu dengannya?" tanya Indra dengan to the point


"i..iya Pak sudah." jawab Susan


bikin kaget aja nih orang nggak pake basa-basi langsung to the point aja. gumam Susan


"Lalu apa katanya?" tanya Indra


"mm mmm mm katanya....." jawaban Susan terpotong


"Apa dia tidak mau?" potong Indra


Seyla yang mendengar suara Susan menyebut namanya...


"siap San? apa ada orang yang mencariku?" tanya Seyla


"ini Pak Indra Seyla." bisik Susan dengan menjauhkan ponsel ke telinganya

__ADS_1


"Oh mana ponselnya" Seyla langsung mengambil ponsel yang ada di tangan Susan.


"Halo ada perlu apa ya sama saya?" tanya Seyla


Oh ternyata Seyla pantas saja kata-katanya tidak ada sopan santunnya sama sekali. gerutu Indra


Satya yang mengetahui Seyla yang ada dibalik telepon itu langsung diambilnya ponsel di tangan Indra.


"Halo aku ingin ketemu denganmu." Ucap Satya


Seyla yang menyadari kalau itu adalah Satya langsung tertawa dengan volume yang besar


"hahahahahahahaha apa aku tidak salah? Bahwa pria sombong Mahendra Satya Setiawan ingin bertemu denganku? apa kamu pikir aku akan sudi bertemu dengan pria sombong sepertimu? tidak mungkin." Ucap Seyla


"Heiiii gadis kecil harusnya kamu senang bisa bertemu denganku. Banyak perempuan lain yang ingin bertemu denganku." Ucap Satya


"itu kalau perempuan lain, beda denganku. Sudahlah aku sedang sibuk." Seyla langsung mematikan teleponnya


"Dasar gadis tidak tau sopan santun. Awas saja aku akan membuatmu memohon agar bisa bertemu denganku." Ucap Satya dengan mengepalkan tangannya.


"Indra kamu sudah bisa pulang. Kau tidak perlu mengantar ku ke rumah." Ucap Satya.


"baiklah. Aku permisi dulu." Ucap Indra


"Seyla apa kamu memutuskan teleponnya?" tanya Susan.


"iya. Emang kenapa?" Seyla balik bertanya


"Ya ampun, kamu berani bangat memutuskan telepon dengannya." Ucap Susan.


"lagian aku malas bicara dengan orang seperti itu. oh iya kita mau makan apa? apa kita makan nasi goreng saja di seberang sana?" tanya Seyla


"Bagus juga. Tapi makan di sini saja. Lagian aku capek keluar kontrakan." Ucap Susan


"Baiklah aku akan membelinya." Ucap Seyla dan bersiap-siap untuk keluar dan membeli Nasi Goreng yang tidak jauh dari kontrakan mereka.


"iya-iya cepat ya." Ucap Susan


"iya-iya." Ucap Seyla dan menutup pintu kontrakan.


sementara itu Satya dalam perjalanan pulang melihat ke arah perempuan yang sedang berjalan sambil memainkan ponsel di tangannya.

__ADS_1


"Itu bukankan gadis kecil yang tidak tau sopan santun?" ucap Satya


Satya segera berhenti di dekat Seyla.


Seyla yang sibuk dengan ponselnya kaget mendengar suara mobil yang berhenti di dekatnya.


siapa ya? gumam Seyla


Satya segera turun dari mobil dan menarik tangan Seyla dengan kasar.


"Heiii kamu? lepasin." Ucap Seyla mencoba melepaskan tangan Satya


"Heiii apa kamu akan menculiku?" tanya Seyla yang masih mencoba melepaskan tangan Satya


Satya langsung membuka pintu mobilnya dan mendorong Seyla masuk.


"Heiiii tolong." teriak Seyla


Satya segera masuk ke dalam mobil dan menatap Seyla dengan tajam


"Hei apa yang kamu lakukan saat di Hotel?" tanya Satya


"Apa urusanmu?" ucap Seyla dengan menatap Satya dengan tatapan tajamnya juga


"kenapa kamu memaksaku untuk masuk di mobilmu? apa seperti ini cara pria kaya berbicara dengan orang lain? sambung Seyla


"haahha kamu unik sekali . Baru kali ini ada orang yang tidak mau menjawab pertanyaanku dan berbicara kasar padaku." Ucap Satya


Satya Langsung menjalankan mobilnya tanpa menjawab pertanyaan Seyla


"heiiii kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Seyla


"Heiiii" teriak Seyla


Satya tidak memperdulikan teriakan Seyla. Dia semakin mempercepat mobilnya dan berhenti di sebuah Bar.


"turun sekarang." perintah Satya


"tidak aku tidak mau keluar. Apa kamu sudah gila? kenapa membawaku ke tempat seperti ini? apa kamu akan menjualku?"tanya Seyla dengan menatap Satya


"Apa kamu pikir aku akan menjualmu? baiklah anggap saja seperti itu." Jawab Satya

__ADS_1


Satya segera turun dari mobil dan menarik paksa Seyla.


__ADS_2